Dr. Munadi Herlambang, S.T., M.A., CRGP, QRGP - Direktur Human Capital & Compliance BNI

Dr. Munadi Herlambang, S.T., M.A., CRGP, QRGP – Kepatuhan dan Tata Kelola Prioritas Strategi Manajemen

Share

Peran Dr. Munadi Herlambang, ST, MA, CRGP, QRGP sebagai Direktur Human Capital & Compliance di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tidak hanya mengelola SDM dan kepatuhan, tetapi juga merancang strategi pengembangan talent yang inovatif, memadukan digitalisasi dengan peningkatan kompetensi, dan membangun transparansi dalam perjalanan karier pegawai.

Pendekatan ini menjadikan BNI tidak sekadar bank, tetapi tempat belajar dan berkembang bagi ribuan pegawai dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk alumni teknik, ekonomi, hukum, hingga Teknologi Informasi.

Memimpin transformasi budaya di BNI dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi dan inovasi. Ia percaya bahwa penguatan budaya organisasi yang adaptif dan inovatif adalah kunci dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang dinamis.

“Melalui pendekatan ini, BNI berhasil menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas dan sinergi antar departemen, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan meningkatkan responsivitas terhadap perubahan pasar,” katanya.

Strategi Manajemen Munadi Herlambang menginisiasi berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi karyawan, termasuk pelatihan kepemimpinan, manajemen risiko, dan digitalisasi.

Program-program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat soft skills karyawan, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi secara maksimal terhadap tujuan perusahaan.

Juga menempatkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan sebagai prioritas utama dalam strategi manajemen BNI. Ia memastikan bahwa seluruh kebijakan dan praktik operasional BNI mematuhi regulasi yang berlaku dan standar internasional.

“Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan dalam mengakses informasi dan layanan terkait SDM,” katanya.

Menyadari pentingnya teknologi dalam transformasi bisnis, ia mendorong integrasi antara fungsi Human capital dan teknologi informasi. Ia menginisiasi implementasi sistem manajemen SDM berbasis teknologi yang memungkinkan otomatisasi proses administrasi, pemantauan kinerja, dan pengembangan karier.

Adaptif-Kolaboratif
Munadi Herlambang memiliki filosofi kerja yang khas, adaptif, kolaboratif, dan visioner. Ia memandang setiap orang sebagai potensi yang bisa dikembangkan jika diberi kesempatan, bimbingan, dan arahan yang tepat. Prinsip ini terlihat jelas dalam pendekatannya terhadap pengelolaan human capital di BNI.

“Digitalisasi itu bukan untuk menggantikan manusia, tapi untuk meningkatkan produktivitas dan memudahkan pengembangan karyawan,” ujarnya.

Menurut Munadi, inovasi teknologi harus menjadi enabler, bukan pengganti. Oleh karena itu, setiap program digitalisasi SDM di BNI dirancang untuk mempermudah pemantauan skill, knowledge, dan attitude pegawai, sekaligus menyediakan jalur pembelajaran berkelanjutan yang menyesuaikan kebutuhan individu dan organisasi.

Strategi rekrutmen menjadi salah satu pilar utama filosofi kepemimpinannya. Munadi menekankan pentingnya mendatangkan talent dari beragam latar belakang pendidikan— teknik, ekonomi, hukum, hingga IT—karena perbedaan perspektif justru menjadi sumber inovasi.

Setiap karyawan, menurutnya, memiliki potensi unik yang bisa dikembangkan, asalkan ada proses monitoring, mentoring, dan pembinaan yang tepat. BNI menekankan pemantauan berkelanjutan terhadap knowledge, skill, dan attitude pegawai.

“Kita tidak hanya melihat performa hari ini, tapi juga bagaimana pegawai berkembang, menyesuaikan diri dengan tantangan baru, dan berkontribusi dalam jangka panjang,” jelasnya.

Perspektif Industri
Dr. Munadi Herlambang memandang industri dan pembangunan nasional melalui lensa pengalaman lintas sektor, mulai dari pasar modal, BUMN, hingga perbankan.

Baginya, BUMN bukan sekadar entitas bisnis, tetapi juga instrumen strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

Munadi menaruh perhatian khusus pada pengembangan kewirausahaan nasional. Ia melihat pengusaha pribumi dan startup sebagai penggerak inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Banyak anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi pionir di bidang ini, karena latar pendidikan yang kuat dipadu dengan jejaring profesional yang luas.

Munadi telah meraih berbagai penghargaan bergengsi yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya dalam dunia profesional, khususnya di sektor BUMN dan perbankan.

Bangun Jaringan
Dr. Munadi Herlambang tetap menekankan sikap rendah hati dan fokus pada kontribusi nyata. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh jalur yang lurus atau latar pendidikan tertentu, melainkan oleh keberanian mengikuti passion, kemauan belajar seumur hidup, dan kemampuan beradaptasi di setiap kesempatan.

Ia mendorong generasi muda untuk bersikap fleksibel dalam memilih karier, serta melihat setiap pengalaman sebagai peluang belajar yang berharga.

Baginya, lulusan perguruan tinggi, tidak harus terpaku pada jurusan atau bidang tertentu. Justru kemampuan berpikir analitis, daya juang, dan keterampilan interpersonal menjadi modal yang tak ternilai dalam menghadapi dunia profesional yang dinamis.

Munadi juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan memanfaatkan peluang global. Menurutnya, syaratnya memiliki kapasitas bersaing di tingkat internasional dengan kombinasi kompetensi teknis, wawasan bisnis, dan jejaring profesional.

Juga mengingatkan bahwa eksposur bukan tujuan utama, alumni yang sukses memilih tetap low-profile, menekuni karya mereka dengan dedikasi dan integritas.

“Kesuksesan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian menghadapi tantangan baru,” katanya.

Tak Pernah Menyesal Kuliah di Teknik Kimia

“Saya tak pernah menyesal kuliah Teknik Kimia,” kata Dr. Munadi Herlambang, ST, MA, CRGP, QRGP.

Perjalanan akademis Munadi dimulai dari bangku Teknik Kimia ITS, di mana ia menekuni ilmu yang sejak SMA sudah menjadi hobinya. Di ITS, ia belajar kimia industri secara menyeluruh, mulai dari oil and gas hingga pupuk, karet, dan berbagai industri kimia turunan lainnya.

Tantangan yang selalu baru di bangku kuliah membuatnya terus terdorong untuk belajar. Teknik Kimia bagi Munadi menjadi fondasi untuk berpikir analitis dan sistematis, kemampuan yang kelak menjadi modal penting di dunia keuangan dan manajemen.

Meski berlatar teknik, ketertarikan Munadi pada dunia keuangan sudah tumbuh sejak bangku kuliah. Ketika melanjutkan pendidikan S2, memilih bidang Economy Finance di University of London, dan S3 dalam Inovasi Kebijakan di UGM.

Perpaduan ilmu teknik, keuangan, dan kebijakan ini membentuk fondasi unik yang memudahkan adaptasi lintas sektor industri. Karier profesionalnya dimulai di Mandiri Sekuritas, sektor pasar modal, dari 2006 hingga 2019.

Selama lebih dari satu dekade, ia berpindah-pindah divisi, mulai dari bisnis strategi, investment banking, hingga advisory. Pengalaman ini memperkaya wawasan Munadi tentang industri keuangan sekaligus membangun jaringan profesional yang luas.

Kedekatan dengan ITS
Bagi Munadi Herlambang, ITS bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga laboratorium kehidupan yang membentuk karakter, daya juang, dan pola pikir analitis.

Ia mengenang masa-masa kuliah di Teknik Kimia sebagai periode yang penuh tantangan dan pembelajaran. Di bangku kuliah, Munadi mempelajari kimia industri secara menyeluruh, dari oil and gas, pupuk, semen, hingga karet dan industri kimia turunan.

Setiap modul bukan sekadar teori, tetapi juga memberi wawasan praktis tentang industri yang nyata. Pembekalan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting yang kelak bisa diaplikasikan di berbagai sektor, termasuk dunia keuangan dan manajemen BUMN.

Pengalaman jejaring dan budaya mentoring antar mahasiswa ITS juga membekas. Munadi menekankan, daya juang dan solidaritas antar mahasiswa adalah kekuatan khas ITS.

Alumni senior kerap membimbing junior, menyalurkan peluang, dan menciptakan jejaring profesional yang terus menopang perjalanan karier generasi berikutnya. Karakter low-profile, tetapi berdampak besar, menjadi ciri alumni ITS yang ia amati.

“Kami ingin setiap alumni, mulai dari fresh graduate hingga senior, mendapatkan kesempatan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya,” katanya.

Sinergi dengan rektorat dan civitas akademika juga menjadi bagian dari kontribusinya. Munadi berperan dalam menyampaikan kebutuhan industri dan tren profesional kepada kampus, sehingga kurikulum dapat menyesuaikan dengan perkembangan dunia nyata.

Ia juga mendorong alumni untuk berinovasi, termasuk di bidang kewirausahaan dan start-up, memastikan ITS tidak hanya menjadi universitas teknik, tetapi juga menjadi “entrepreneur university” yang menghasilkangenerasi mandiri dan kreatif.

“Alumni ITS bisa berkiprah di level global, tapi akar inovasinya tetap dari Indonesia,” ujarnya.

Kiprah alumni ITS di kancah global menjadi salah satu fokus perhatiannya. Ia percaya, kemampuan teknis yang dibarengi wawasan bisnis dan kebijakan memungkinkan lulusan ITS menembus berbagai sektor strategis di dunia internasional.

“Keberhasilan alumni bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga penguat reputasi ITS dan bukti bahwa pendidikan teknik di Indonesia bisa bersaing secara global,” katanya.

Artikel Terkait

Scroll to Top