Wimba Prambada - Preskom PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera

Preskom PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera – Mulainya dari Bisnis Keluarga Sukses Tambang dan Pelayaran

Share

Wimba Prambada tumbuh dalam keluarga pekerja keras. Ayahnya seorang pengusaha yang membangun usaha dari nol, sementara ibunya berprofesi sebagai pengacara. Nilai kedisiplinan dan etos kerja telah ditanamkan sejak kecil dan menjadi fondasi kepribadiannya hingga kini. Ia menyadari berasal dari keluarga mapan dengan berbagai fasilitas dan kepercayaan, namun baginya privilege hanyalah kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, privilege bukanlah jaminan tanpa kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar. Perjalanan ayahnya yang berasal dari keluarga sederhana dan memulai segalanya dari nol menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dapat mengubah hidup.  Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi kompas moral sekaligus dasar mentalitas bisnisnya.

Ia menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Jurusan Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pilihan yang dipengaruhi latar belakang usaha keluarga di bidang galangan kapal di Balikpapan, sehingga dirasa paling relevan untuk mendukung karier dan masa depannya di industri tersebut.

Namun, perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Pada 2012, sebelum menyelesaikan studi, ia diminta pulang karena perusahaan keluarga mengalami masa sulit, termasuk kerugian besar di galangan kapal hingga beberapa aset harus dijual.

Kondisi ini membuatnya harus bolak-balik Balikpapan–Surabaya demi menyelesaikan kuliah sambil membantu usaha keluarga.

“Target lulus satu semester pun mundur menjadi dua tahun, hingga pada 2014 saya berhasil meraih gelar sarjana,” katanya

Merintis Usaha
Karier profesional Wimba Prambada berawal bukan dari kenyamanan, melainkan dari situasi krisis. Pada 2010–2012, bisnis galangan kapal keluarganya mengalami penurunan, dan dalam kondisi itu ia terjun langsung ke dunia usaha.

Di usia yang masih sangat muda, ia belajar mengelola perusahaan dalam keadaan penuh tantangan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa keberlanjutan usaha bukan hanya soal keuntungan,

tetapi juga tanggung jawab terhadap banyak keluarga yang menggantungkan hidup pada perusahaan. Sambil membantu bisnis keluarga, ia mulai membangun impian untuk memiliki perusahaan sendiri.

Sejak kuliah, ia sudah menyusun perencanaan jangka panjang untuk lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun sebagai peta perjalanan karier dan usahanya. Setelah beberapa tahun mengelola bisnis keluarga, ia menyerahkan tongkat estafet kepada adiknya yang juga lulusan Teknik Perkapalan ITS.

Keputusan untuk keluar diambil agar tidak terjadi tumpang tindih wilayah maupun kepentingan, sekaligus membuka ruang baginya meniti jalan wirausaha secara mandiri.

Tahun 2019 menjadi titik penting saat ia mendirikan PT Meranti Samudra Perkasa, perusahaan pelayaran yang berfokus pada pengangkutan batu bara dan nikel menggunakan tongkang. Bisnis ini berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan logistik komoditas di Indonesia Timur.

Memasuki 2020, ia mendirikan PT Menara Bahtera Perkasa untuk memisahkan layanan pelayaran berdasarkan komoditas, sehingga operasional lebih efisien.

“Pertumbuhan pesat di sektor pelayaran inilah yang kemudian membuka jalan bagi ekspansi ke berbagai bidang usaha lainnya.” ujarnya

Ekspansi Bisnis
Menyadari bahwa operasional pelayaran sangat bergantung pada ketersediaan muatan, Wimba Prambada mengambil langkah strategis dengan masuk ke bisnis yang bisa memasok muatan untuk kapal-kapalnya sendiri.

Pada 2021, ia mendirikan PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS), perusahaan kontraktor tambang batu kapur (limestone) untuk memenuhi kebutuhan smelter nikel di Morowali. Limestone menjadi material penting dalam proses smelting sehingga permintaannya stabil dan tinggi.

Setahun kemudian, ia melebarkan usaha ke jasa kontraktor tambang nikel sekaligus perdagangan komoditas tersebut. Ekspansi ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan nikel untuk industri baterai dan program hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Langkah besar diambil pada 2023–2024 saat ia mengakuisisi tambang batu andesit di Palu, Sulawesi Tengah.

Tambang ini penting untuk memasok material konstruksi bagi proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), memperkuat posisinya di rantai pasok industri tambang dan konstruksi.

Perusahaan Multi-Sektor
Saat ini, Wimba Prambada memimpin sejumlah perusahaan di berbagai sektor yang saling terhubung, mulai dari pelayaran, kontraktor tambang, perdagangan mineral, hingga kepemilikan konsesi tambang.

Diversifikasi ini membuat lini bisnisnya saling menguatkan dalam rantai pasok industri. Ia mengelola sekitar 500–600 karyawan yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Jakarta, hingga Maluku Utara.

Operasional pelayaran dipusatkan di Jakarta, manajemen keuangan di Balikpapan, sementara kegiatan pertambangan terkoordinasi dari Kendari. Jaringan usahanya berkembang mengikuti persebaran sumber daya alam di Indonesia Timur.

Sebagai pelaku di sektor pertambangan, ia mendukung langkah pemerintah menertibkan praktik ilegal. Menurutnya, penegakan regulasi adalah fondasi penting untuk menciptakan persaingan sehat dan menjaga keberlanjutan industri.

Karena itu, ia selalu menjalankan praktik penambangan yang legal dan bertanggung jawab, termasuk reklamasi dan memastikan operasional tidak melanggar batas kawasan hutan.

“Tantangan seperti pajak dan kebijakan baru mungkin akan menambah beban modal, tapi selama aturan itu resmi dan jelas, pelaku usaha pasti bisa menyesuaikan diri,” ujarnya.

Bangga Jadi Alumni ITS Modal Kelola Industri

Sebagai alumni Institut Sepuluh November (ITS), Wimba Prambada hingga kini tetap menjalin hubungan dengan jejaring kampus, terutama di bidang maritim, perkapalan, dan pertambangan. Ia melihat alumni ITS memiliki peran besar dalam membangun koneksi bisnis.

Banyak alumni bekerja di sektor pelayaran, perminyakan lepas pantai, BUMN migas, hingga instansi pemerintah. Saat bertemu sesama alumni, komunikasi terasa lebih cair dan memudahkan kolaborasi.

“Jaringan ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga budaya saling membantu yang terbentuk sejak masa kuliah,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan terbesar alumni ITS tidak hanya ada pada kompetensi teknis, tetapi juga pada jejaring kuat lintas angkatan dan disiplin ilmu. Jaringan ini memberi dampak nyata bagi sektor-sektor strategis seperti maritim, pertambangan, dan perkapalan.

Ikatan alumni ITS memiliki kultur gotong royong yang kental, terlihat dari forum diskusi, komunitas profesi, hingga kelompok kolaborasi bisnis yang aktif menghubungkan alumni di seluruh Indonesia.

Ekosistem ini menciptakan ruang saling mendukung, mulai dari berbagi informasi, membuka peluang kerja, hingga menjalin kerja sama proyek.

Bagi lulusan baru, jaringan alumni menjadi pintu masuk ke dunia industri, sementara bagi profesional berpengalaman, sesama alumni adalah mitra kerja tepercaya berkat latar belakang pendidikan dan etika kerja yang serupa.

Kontribusi Strategis
Menurut Wimba Prambada, ITS dikenal sebagai salah satu kampus dengan keunggulan maritim di Indonesia. Menurutnya, keunggulan ini membuat para alumninya memiliki posisi strategis di industri yang tengah berkembang pesat, mulai dari teknologi kapal, logistik laut, hingga infrastruktur pelabuhan.

Dengan latar pendidikan teknik sipil kelautan, teknik perkapalan, dan teknik oseanografi, banyak alumni ITS kini menempati posisi penting di perusahaan pelayaran, BUMN kepelabuhanan, perusahaan offshore, hingga startup teknologi maritim.

Di sektor pertambangan, alumni teknik geofisika, teknik pertambangan, teknik geologi, dan teknik lingkungan ITS juga berkontribusi besar.

“Jaringan alumni memudahkan kolaborasi lintas perusahaan tambang, baik mineral, nikel, emas, maupun batu bara,” ujarnya.

Banyak alumni ITS kini berkarier sebagai engineer, analis keselamatan, project manager, hingga pimpinan operasional tambang. Dengan berkembangnya teknologi tambang ramah lingkungan dan sistem monitoring digital,

alumni ITS yang terbiasa berinovasi dan melakukan riset teknis memiliki peluang besar untuk terus maju. Keunggulan ITS sebagai salah satu pusat pendidikan teknik perkapalan terbaik di Indonesia juga membuka peluang karier luas bagi alumninya,

mulai dari manufaktur kapal, rekayasa struktur kapal, hingga manajemen galangan. Jaringan alumni di industri perkapalan membuat transfer teknologi lebih cepat dan efisien.

“Beberapa proyek pembangunan kapal nasional bahkan banyak melibatkan alumni ITS dari berbagai angkatan, menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas generasi,” tambahnya.

Peluang Besar
Peluang kerja bagi alumni ITS sangat luas, baik di sektor teknik maupun manajerial. Dengan reputasinya sebagai kampus teknik unggulan, lulusan baru relatif mudah terserap oleh industri yang terus membutuhkan tenaga profesional terampil.

Banyak perusahaan besar, termasuk BUMN, konsisten merekrut alumni ITS karena dinilai memiliki kemampuan analitis dan problem solving yang kuat.

Menurut Wimba Prambada, selama lulusan ITS aktif membangun relasi dan terus meningkatkan kompetensi, peluang berkembang di industri maritim, pertambangan, maupun perkapalan akan selalu terbuka.

“Jaringan alumni ini menjadi kekuatan utama ITS. Kalau terus dibangun, saya yakin kekuatan ini akan semakin menguat di masa depan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Scroll to Top