Sekolah Perwira Karier Bangun Kekuatan TNI

Share

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, peresmian Sekolah Perwira Prajurit Karier Kodiklat TNI ini untuk pembangunan kekuatan dan pertahanan negara.

“Ini bagian dari pemasukan perwira TNI yang kita butuhkan dalam rangka pembangunan Kekuatan TNI, khususnya untuk pembangunan pertahanan negara, sangat penting,” ujarnya.

Sjafrie menjelaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan TNI memiliki arti strategis karena TNI adalah tulang punggung penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, perwira menjadi garda terdepan yang memimpin dan menjadi teladan bagi prajurit, terutama yang bertugas di lapangan. “Kita tidak membeda-bedakan asal-usul pembentukan perwira, apakah lulusan akademi, perwira prajurit karier, atau sekolah calon perwira,” jelasnya.

Meritokrasi
Prinsip pembinaan prajurit TNI adalah meritokrasi, yaitu memberi kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan kekayaan, senioritas, atau hal lainnya.

Latar belakang pendidikan tidak menjadi penilaian utama, yang terpenting adalah prestasi di lapangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sjafrie menyampaikan bahwa TNI akan membentuk lebih banyak perwira karena kebutuhan kepemimpinan yang besar di TNI Angkatan Darat, Laut, maupun Udara, dan mengajak para pemuda-pemudi yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar demi membangun negeri.

Jika lulus menjadi perwira, mereka berhak bersaing untuk meraih kesuksesan tertinggi.

Ia menegaskan tidak ada pembedaan latar belakang perwira, setiap yang berprestasi akan diberi kesempatan mengabdi di lapangan demi menjawab kebutuhan rakyat dan menjaga kedaulatan NKRI.

“Itulah sebabnya saya berkunjung di sini bersama Panglima untuk melihat dari dekat sarana dan prasarana yang masih memerlukan berbagai macam upaya dan usaha agar supaya kualitas dan fasilitas pendidikan ini memenuhi syarat pada skala internasional,” jelasnya

 

KOM PAS.com

Artikel Terkait