Kampung Haji Indonesia dibuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Kompleks Hotel Novotel Thakher yang terdiri dari tiga menara sudah siap menampung jamaah pada musim haji 2026.
Dengan total 1.461 kamar, hotel ini diperkirakan dapat menampung sekitar 4.383 jamaah. Ke depannya, pemerintah berencana membangun 13 menara tambahan di lahan sekitar, sehingga kapasitas total kawasan ini bisa mencapai 24 ribu jamaah.
Kampung Haji Indonesia bukan hanya tempat menginap, tapi juga area terintegrasi dengan restoran berkapasitas 500 orang di setiap menara, tujuh ruang pertemuan untuk operasional haji, pusat kebugaran, dan musala terpisah bagi laki-laki serta perempuan.
Lokasinya strategis, hanya 15 menit berjalan kaki ke Masjidil Haram atau 3 menit naik bus melalui Jembatan Alhujun yang dijadwalkan selesai akhir 2026. Thakher City sendiri merupakan kawasan terpadu yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram di Makkah.
Realisasi Kampung Haji Indonesia mendapat apresiasi dari Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Erwin Aksa, yang juga Wakil Ketua Umum Kadin.
Ia menekankan bahwa selama ini anggaran haji yang mencapai puluhan triliun rupiah sering habis untuk membayar sewa properti kepada pihak asing.
“Selama puluhan tahun kita hanya menjadi penyewa. Dengan akuisisi ini, kita melakukan transformasi besar dari belanja konsumtif menjadi investasi produktif. Kepemilikan aset ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi haji kita di Tanah Suci,” kata Erwin Aksa, mantan Ketua Umum BPP Hipmi.
Multiplier Effect
Sebagai legislator yang juga berlatar belakang pengusaha, Erwin melihat adanya multiplier effect yang besar.
Selain dapat menekan fluktuasi biaya sewa yang berdampak pada stabilitas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), aset ini juga menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia—mulai dari makanan hingga bumbu olahan—ke dalam rantai pasok ekosistem hotel tersebut.
Dengan Indonesia mengirimkan hingga 1,2 juta jemaah umrah setiap tahun, potensi pendapatan di luar musim haji dinilai sangat menjanjikan. Namun, Erwin mengingatkan pentingnya pengelolaan yang profesional.
“Perlu manajemen hotel bertaraf internasional dengan melibatkan BUMN perhotelan serta memastikan layanan setara bintang lima,” ujar putra sulung pengusaha sekaligus founder Bosowa Corporindo, Aksa Mahmud, itu.
Ia mengusulkan agar keuntungan dari pengelolaan ini diinvestasikan kembali untuk menambah aset di Madinah, sehingga seluruh rantai akomodasi bisa dikelola secara mandiri oleh Indonesia. Erwin menegaskan DPR akan terus mengawal proyek ini demi memberi manfaat nyata bagi jemaah dan negara.
“Kami di Komisi VIII akan mengawal aspek legalitas dan keberlanjutan investasi ini. Targetnya jelas: jemaah mendapat fasilitas terbaik dengan harga lebih rasional, dan negara memperoleh nilai tambah ekonomi yang terus berkembang,” ujarnya.
Ide membangun Kampung Haji Indonesia muncul dari Presiden Prabowo setelah melihat tingginya angka kematian jemaah saat ibadah haji. Pada musim haji 2025, tercatat 447 jemaah Indonesia wafat di Tanah Suci, sebagian besar karena faktor kesehatan.
Awal Agustus 2025, Menteri Investasi/Kepala BKPM saat itu, Bahlil Lahadalia, bersama Kepala BP Haji (kini Menteri Haji dan Umrah) Mochamad Irfan Yusuf, meninjau delapan lahan yang direkomendasikan otoritas Saudi.
Pada Desember 2025, dilakukan akuisisi Novotel Makkah Thakher City, hotel dengan 1.461 kamar, beserta empat belas bidang tanah seluas total sekitar 4,4 hektare.
***







