Saya mengenal Ki Nartosabdho, sejak duduk di Sekolah Dasar (SD) di Blora, akhir tahun 1960-an. Melalui siaran wayang kulit setiap
In Memoriam
Santo Francesco juga dikenal karena kecintaannya kepada alam, dan semua mahluk hidup. Bumi adalah saudara manusia. Dia menyapa matahari sebagai