(image: daftar jurusan.co.id)

Universitas Multimedia Nusantara – Menuju World Class University Akreditasi Unggul Tidak Cukup

Share

Rektor UMN (Universitas Multimedia Nusantara) Dr. Andrey Andoko berusaha meraih reputasi internasional, karena akreditasi unggul yang sudah dicapai, dianggap belum cukup.

Dengan menekankan kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan etika penggunaan AI, kampus ini menargetkan lulusannya untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga siap menjadi pionir di industri global yang semakin digerakkan oleh kecerdasan buatan.

Sebagai rektor kampus yang berfokus pada teknologi dan komunikasi, merasa terpanggil untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi penikmat digital, tetapi juga kreator ekosistemnya.

“Kita sedang menghadapi era di mana data adalah modal baru. Jika kita hanya menjadi pasar, kita akan terus dieksploitasi,” jelasnya.

Andrey menggambarkan visi UMN bukan hanya mencetak lulusan yang piawai secara teknis, tetapi juga yang mampu membaca peluang bisnis, adaptif, dan tangguh menghadapi disrupsi. Dunia ini milik mereka yang siap berubah.

Jika mahasiswa mampu menyiapkan diri, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi konsumen teknologi, tetapi juga penentu arah masa depan digital dunia.

Revolusi Digital
Tantangan UMN dalam menghadapi revolusi digital yang semakin pesat, terutama dengan hadirnya gelombang Artificial Intelligence (AI), justru membuat Andrey semakin optimis menatap masa depan.

“AI bukan lagi masa depan, tapi masa kini. Dunia industri sudah menerapkan, kita di pendidikan juga harus mengikuti. Jika tidak, kita akan tertinggal jauh,” tegasnya.

Bagi UMN, ini bukan sekadar slogan. Kampus telah mengambil langkah nyata dengan menerapkan AI di semua program studi, mengintegrasikannya ke dalam berbagai mata kuliah, serta memberikan ruang bagi dosen untuk mengeksplorasi penerapan AI sesuai bidang masing-masing.

Namun, Andrey juga menyadari sisi gelap AI, seperti banyaknya penyalahgunaan. Oleh karena itu, etika menjadi hal wajib. Mahasiswa diajarkan memanfaatkan AI secara benar dan bertanggung jawab.

Menariknya, perhatian Andrey tidak hanya pada AI. Baginya, isu keberlanjutan (sustainability) juga sama pentingnya. Dunia industri kini membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap prinsip keberlanjutan.

“Keberlanjutan ini menjadi keharusan global. Jadi, selain AI, UMN menjadikan keberlanjutan sebagai pilar utama pembelajaran agar lulusan kami tidak canggung ketika perusahaan mewajibkan strategi hijau,” ungkapnya.

Pentingnya Human Skill
Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja dalam hitungan detik. Namun ironisnya, di saat yang sama, keterampilan manusia justru menjadi semakin penting. Menurut Andrey, kecepatan AI dalam memberikan jawaban hanya menegaskan keunikan manusia.

“Berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, ditambah kemampuan komunikasi, adalah soft skill yang tidak bisa digantikan oleh AI. Justru sekarang hal itu semakin penting,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Andrey, UMN tidak sepenuhnya tergoda dengan konsep pembelajaran daring. Menurutnya, proses tatap muka (physical class) tetap vital, bukan hanya untuk mendengar dosen berceramah, tetapi juga untuk memantik diskusi, memecahkan studi kasus, hingga mempresentasikan ide.

“AI bisa memberikan jawaban instan, tetapi mahasiswa tetap harus mampu menyampaikan ide mereka dengan meyakinkan, berkolaborasi, dan memecahkan masalah yang kompleks. Itu membutuhkan interaksi manusia,” katanya.

Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru bagi UMN. Sejak awal, kampus telah menekankan keseimbangan antara hard dan soft skill, menumbuhkan kemampuan berkolaborasi, sekaligus membangun daya pikir kritis dan inovatif mahasiswanya.

“Karena masalah di industri semakin kompleks, dibutuhkan inovasi yang terus-menerus. Dan inovasi itu lahir dari critical thinking, bukan hanya dari Google atau ChatGPT,” tambahnya.

Standar Dunia
Bagi banyak perguruan tinggi, akreditasi unggul sering dianggap sebagai target tertinggi. Namun, bagi UMN, Andrey justru melihatnya hanya sebagai syarat minimum. “Akreditasi unggul itu perlu, tapi tidak cukup,” katanya.

Baginya, semakin banyak kampus yang mengantongi akreditasi unggul, standar tersebut menjadi titik awal, bukan garis akhir. Oleh karena itu, UMN memiliki ambisi besar untuk menjadi universitas kelas dunia. Dalam Rencana Induk Pengembangan Jangka Panjang UMN, roadmap internasionalisasi menjadi agenda utama.

Setelah masuk radar institusi internasional, akan lebih mudah menjalin kemitraan dengan universitas-universitas bereputasi global. Strategi ini juga memperkuat daya saing UMN di tengah lanskap pendidikan tinggi yang semakin padat.

Beberapa program studi di UMN telah mendapatkan akreditasi internasional, sementara yang lain masih dalam proses. Semua ini dirancang untuk menjamin kualitas global dan menarik minat calon mahasiswa.

Komunikasi dan Desain
Dengan lebih dari 10.000 mahasiswa, UMN termasuk kategori perguruan tinggi berukuran sedang di Indonesia. Mayoritas mahasiswa masih cenderung memilih program studi desain dan komunikasi.

Namun, di negara maju, dibutuhkan lebih banyak insinyur dan tenaga ahli teknik. UMN terus mengedukasi pasar agar minat terhadap bidang engineering meningkat,

misalnya melalui program Teknik Fisika yang fokus pada manajemen energi untuk bangunan hijau atau Teknik Elektro yang membidik otomasi industri, terutama di era dominasi AI.

“Industri masa depan tidak bisa menghindari otomasi. Insinyur di bidang ini akan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Soal dosen, Andrey menerapkan pendekatan lugas dan tegas. Ia tidak ragu mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dahulu bisa jadi sudah usang dan perlu dipelajari ulang.

UMN menyiasati ini dengan membuka pintu internasional melalui program visiting professor, mendatangkan pengajar dari kampus-kampus bereputasi dunia untuk mengajar intensif selama dua minggu sekaligus melakukan riset bersama dosen lokal.

Jadi Enterpreneur
Andrey juga menyebut bahwa 90% lulusan UMN berhasil terserap di dunia kerja. dalam waktu kurang dari 12 bulan Setelah lulus, dunia kerja sangat menghargai soft skill seperti kemampuan komunikasi, kolaborasi, hingga integritas yang diperoleh dari kampus.

Saat mengunjungi perusahaan tempat alumni bekerja, para pimpinan sering memberikan testimoni positif.  “Tentu ada kekurangannya, tapi itu menjadi umpan balik untuk terus kami perbaiki,” imbuhnya.

UMN juga aktif mendorong lahirnya entrepreneur muda. Melalui inkubator bisnis yang terintegrasi dengan visi kampus, beberapa alumni kini telah menapaki jalur wirausaha. Meski rata-rata usia alumni masih sekitar 30-an tahun, sebagian sudah menduduki posisi manajer bahkan direktur di perusahaan besar.

World Class University
Visi dan target ke depan, UMN bertekad menjadi universitas unggulan nasional dan internasional. Terbaru, UMN berhasil masuk peringkat 451-460 universitas terbaik Asia dan peringkat 78 di Asia Tenggara.

“Memang untuk menembus top 100 Asia itu sangat berat, tapi yang penting sekarang UMN sudah masuk radar perankingan internasional,” katanya.

Semua ini dirancang agar reputasi UMN di dunia internasional terus meningkat. Dari sinilah lahir mimpi besar untuk menjadi universitas kelas dunia dengan pertumbuhan berkelanjutan.

Nilai-Nilai Kompas
UMN sejak lahhir adalah buah pemikiran besar Kompas Gramedia Group, salah satu kelompok media terbesar di Indonesia. Namun, Andrey menegaskan bahwa sejak awal UMN diarahkan menjadi entitas mandiri.

Kompas Gramedia tetap berperan vital lewat investasi besar, terutama dalam pembangunan infrastruktur kampus. Warisan terpenting Kompas Gramedia di UMN adalah nilai-nilai yang ditanamkan kuat dalam setiap civitas akademika.

UMN mengadopsi nilai inti 5C dari Kompas Gramedia: Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight. Nilai ini diwujudkan nyata dalam program-program kampus,

seperti kepedulian terhadap pekerjaan, sesama, dan lingkungan, diwujudkan lewat komitmen kampus hijau, pengabdian masyarakat, juga kegiatan sosial mahasiswa.

Credible, yang ditekankan pada integritas,sangat relevan di era AI saat plagiarisme makin mudah terjadi. Sementara competent menuntut semua lini UMN, dari dosen hingga mahasiswa, menguasai ilmu dan skill terbaru.

“Untuk itu dosen terus kami dorong jadi life long learner. Mereka harus terus belajar,” tambahnya.

Competitive memacu semua warga UMN berbuat terbaik, bukan dalam makna saling menjatuhkan, melainkan menuntaskan pekerjaan dengan standar tertinggi.

Customer delight menekankan layanan prima pada mahasiswa, dari bimbingan akademik, konseling, hingga inovasi seperti sistem angsuran biaya kuliah sampai setahun setelah lulus demi meringankan beban keluarga.

Tonton Video Selengkapnya

Artikel Terkait