Rektor UNDIP: Riset Hilirisasi Harus Menjadi Produk Siap Diadopsi Pasar dan Bermanfaat untuk Masyarakat

Share

UNDIP, Semarang (26/6) – Kantor Hilirisasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi menyelenggarakan agenda strategis Kick Off Meeting Hilirisasi Berdampak 2026 sebagai manifestasi nyata transformasi riset menuju komersialisasi industri. Kegiatan bernilai akademik tinggi ini dilaksanakan secara luring pada pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Rektor Lantai 2, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang.

Pertemuan ini didesain untuk memperkuat komitmen kolektif antara para akademisi dan birokrasi universitas guna mengawal hilirisasi

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi sekaligus arahan taktis untuk memastikan seluruh luaran riset berdampak sosial ekonomi yang signifikan.

Dalam sambutan resminya, Rektor menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari riset menara gading menuju riset yang aplikatif dan solutif. Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menginstruksikan,

“Para peneliti UNDIP harus memastikan bahwa inovasi yang didanai ini tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata, melainkan wajib menjadi produk konkret yang siap diadopsi pasar, mendongkrak pengembangan inkubasi bisnis dan startup, serta dipantau secara berkala melalui instrumen monitoring capaian hilirisasi berdampak,” sambungnya.

Rektor UNDIP berpesan kepada 33 peneliti penerima pendanaan tahun 2026 ini, “Tolong jaga amanah ini dengan baik. Target kita jelas. Output-nya harus terukur. Jangan sampai setelah dana cair, laporan selesai, lalu produknya masuk laci atau ke museum.

Saya ingin melihat produk Bapak/Ibu sekalian dipakai di rumah sakit, dikonsumsi oleh masyarakat, diadopsi oleh industri, dan menggerakkan ekonomi, khususnya di Jawa Tengah ini,” lanjutnya.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto PhD memaparkan performa portofolio riset yang berhasil lolos pendanaan ketat tahun ini.

Program strategis ini diikuti oleh 33 peneliti terpilih yang berhasil mengonsolidasikan 36 proposal inovatif dari berbagai disiplin ilmu.

Wijayanto, Ph.D., menegaskan akuntabilitas dan arah program ini, “Program hilirisasi tahun 2026 ini mengelola total dana sebesar Rp14,059 miliar yang tersebar ke dalam enam skema pendanaan strategis,

di antaranya Kesehatan dan Alat Kesehatan, Pangan dan Nutrisi, Kelautan dan Perikanan, Energi dan Lingkungan, Artificial Intelligence, dan terakhir Internet of Things. Di mana fokus utama kita adalah penguatan kemitraan industri dan percepatan komersialisasi hasil riset di pasar nyata,” jelasnya.

Eksplorasi Akademik
Sesi kick off ini dilanjutkan dengan forum diskusi ilmiah bersama beberapa scholar dan peneliti utama yang memaparkan proyek inovasi mereka. Dimoderatori oleh Kepala Kantor Hilirisasi dan Inkubasi Bisnis Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D.

Pemaparan diawali oleh Prof. Dr. Ir. Rifky Ismail, S.T., M.T., yang mempresentasikan pengembangan teknologi medis mutakhir melalui proyek MyoMES yang memperkuat portofolio kesehatan.

Sementara itu, dalam sektor rancang bangun dan material berkelanjutan, Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, M.T., membedah keunggulan ilmiah dari “Keramik Dinding Hexagonal Anti Gaung untuk Sistem Akustik Pasif Pada Bangunan” yang dirancang untuk mereduksi polusi suara di ruang arsitektural.

Eksplorasi akademik kian komprehensif dengan paparan dari sektor pangan fungsional dan teknologi kelautan.

Gemala Anjani, S.P., M.Si., Ph.D., mendemonstrasikan riset biomedisnya mengenai “Permen Gummy berbasis Tanaman Herbal untuk meningkatkan Imunitas Anak” sebagai solusi preventif kesehatan anak.

Diskusi interaktif ini ditutup secara apik dengan sumbangsih pemikiran dari pakar teknik kimia, Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D., yang turut menguraikan strategi implementasi riset hilirisasi agar memiliki daya saing komparatif dan kompetitif yang tinggi di sektor industri nasional.

Melalui pelaksanaan Kick Off Meeting ini, Universitas Diponegoro kembali mempertegas posisinya sebagai research university papan atas yang secara konsisten menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan realitas industri.

Komitmen keberlanjutan dalam memfasilitasi inkubasi bisnis, perlindungan kekayaan intelektual, serta penyediaan teknologi tepat guna akan terus diakselerasi demi kemajuan bangsa.

Ikhtiar akademik ini menjadi bukti nyata dedikasi seluruh civitas academica dalam mewujudkan visi UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)

Artikel Terkait