Universitas Padjadjaran akan memasuki usia ke-69 pada tahun 2026 dengan posisi yang kuat di dunia perguruan tinggi Indonesia, meski harus menghadapi persaingan yang semakin terbuka di tingkat Asia dan global.
Menurut Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, reputasi kampus tercermin dari pengakuan eksternal terhadap mutu akademik, penelitian, lulusan, serta jejaring internasional.
Salah satu fondasi reputasi tersebut adalah status Akreditasi Unggul yang berlaku sejak 20 Desember 2023 hingga 20 Desember 2028, setelah sebelumnya meraih peringkat A pada periode 2018–2023.
Status ini menjadi bagian dari perkembangan sistem penjaminan mutu institusi, bukan sekadar label dari pemeringkatan internasional.
Pada tingkat program studi, reputasi bervariasi, dengan sejumlah prodi meraih peringkat Unggul dari BAN-PT maupun lembaga akreditasi mandiri, seperti Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ilmu Ekonomi, serta beberapa prodi di bidang MIPA, Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Perikanan, dan lainnya.
Dalam QS World University Rankings 2026, Unpad berada di peringkat 515 dunia, naik dari posisi 661–670 pada 2024 dan 596 pada 2025, dan 515 di 2026.
Meski begitu, perubahan peringkat tidak selalu mencerminkan peningkatan kualitas di semua aspek karena metode penilaian dan bobot indikator dapat berubah dari waktu ke waktu.
Di tingkat Asia, posisi Unpad juga menunjukkan tingkat kompetisinya, dimana QS Asia University Rankings 2026 menempatkan Unpad pada posisi 96 di Asia.
Pada pemeringkatan kawasan tersebut, QS memberikan sejumlah skor indikator, antara lain academic reputation, research & discovery, learning experience serta international research network.
Hukum Menonjol
Gambaran sedikit berbeda terlihat dari Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026. Dalam peringkat tersebut, Unpad secara institusi berada di kelompok 1.201–1.500 dunia.
Berdasarkan bidang keilmuan, posisi Unpad tidak seragam. Bidang Law ada di kelompok 301–400 dunia, sedangkan Business and Economics, Medical and Health, Computer Science, dan Social Sciences masing-masing di kelompok 801–1000.
Engineering berada di kelompok 1001–1250, sementara Life Sciences berada di posisi 1001 ke atas. Bidang hukum menjadi salah satu yang menonjol, karena posisinya di kelompok 301–400 dunia lebih tinggi daripada peringkat keseluruhan universitas di World University Rankings.
Aspek lain yang semakin diperhatikan untuk menilai reputasi universitas adalah kontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Dalam THE Impact Rankings 2025, Unpad berada di kelompok 201–300 dunia secara keseluruhan.
Pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, posisinya bahkan lebih tinggi, antara lain peringkat 39 untuk Sustainable Development Goals (SDG) 1 atau No Poverty, peringkat 67 untuk SDG 12 atau Responsible Consumption and Production, peringkat 32 untuk SDG 14 atau Life Below Water, dan peringkat 38 untuk SDG 15 atau Life on Land.
Kontribusi untuk Indonesia
Menurut Prof. Arief S. Kartasasmita, kontribusi Universitas Padjadjaran bagi Indonesia saat ini diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu bukti terkini terlihat pada THE Sustainability Impact Rankings 2026, di mana Unpad menempati peringkat ke-100 dunia dan peringkat kelima di Indonesia.
Dalam pemeringkatan itu, Unpad berada di posisi ke-18 dunia untuk SDG 2 tentang ketahanan pangan, ke-42 untuk SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan, serta ke-44 untuk SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi.
Kontribusi Unpad juga tercermin lewat aktivitas akademik yang langsung terkait isu pembangunan. SDGs Center Unpad, misalnya, mengembangkan riset dan kerja kolaboratif di bidang kemiskinan dan ketimpangan, ekonomi hijau, pemberdayaan perempuan, sumber daya manusia, kesejahteraan, serta perikanan berkelanjutan.
Pada 2026, pusat kajian ini juga terlibat dalam kegiatan penguatan kapasitas. bersama Kementerian Lingkungan Hidup terkait valuasi ekonomi
lingkungan. Hubungan Unpad dengan agenda pembangunan Indonesia terjalin melalui kerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional.
Pada Juli 2026, Unpad bersama Kementerian Luar Negeri RI dan ASEAN menjadi tuan rumah acara ASEAN Goes to Campus, yang membahas peran generasi muda dalam membangun ketahanan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.
“Dalam forum tersebut, Unpad menempatkan pendidikan, riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kebijakan berbasis bukti sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi”. katanya
Student Body
Student body Unpad pada 2026 menggambarkan universitas dengan jumlah mahasiswa besar, latar belakang beragam, dan jalur penerimaan yang semakin berlapis.
Saat ini ada lebih dari 38.000 mahasiswa, termasuk lebih dari 1.000 mahasiswa asing, serta lebih dari 200 unit kegiatan mahasiswa (UKM). Kehidupan kampus berlangsung tidak hanya di ruang kuliah, tetapi juga melalui berbagai aktivitas organisasi, minat-bakat, olahraga, dan kegiatan kemahasiswaan.
Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa terbanyak ada di Fakultas Kedokteran dengan 4.717 orang, disusul FISIP dengan 4.645 orang. Penerimaan mahasiswa baru 2026 membawa perubahan komposisi, dengan 2.407 mahasiswa diterima lewat SNBP dari 48.933 pendaftar, dan 3.196 mahasiswa lewat SNBT.
Selain itu, ada jalur SMUP, program kelas internasional, dan jalur lainnya. Pada SMUP Mandiri 2026, 28.130 peserta bersaing dan 4.268 dinyatakan lulus, terdiri dari 3.722 untuk program sarjana dan 546 untuk vokasi, termasuk 10 mahasiswa penyandang disabilitas.
Pada Agustus 2026, Unpad mewisuda 14 mahasiswa internasional dari tujuh negara, yaitu Kenya, Zimbabwe, Papua Nugini, Rwanda, Pakistan, Thailand, dan Yaman,
Mereka berasal dari berbagai program pendidikan dan mendapatkan dukungan melalui beberapa skema beasiswa, seperti Indonesian AID Scholarship Program (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Beasiswa Program Doktoral Padjadjaran.
Unpad mencatat seorang mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi berusia 15 tahun sebagai mahasiswa termuda pada penerimaan 2026. Mahasiswa ini berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah lebih cepat melalui program akselerasi.
Ada Eksibisi Sepak Bola dan Studium Generale
Memeriahkan Dies Natalis ke 69, Unpad mempertemukan sivitas akademika dengan Persib Legend melalui pertandingan eksibisi sepak bola di Stadion Jati Padjadjaran, Jatinangor. Kegiatan tersebut sekaligus melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI, dan kepolisian.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi antara Unpad, pemerintah daerah, dan berbagai pihak.
Perayaan Dies Natalis juga melibatkan berbagai fakultas dan unit di lingkungan Unpad. Fakultas Kedokteran, misalnya, menggelar rangkaian acara dari Agustus hingga September, mulai dari kompetisi olahraga, webinar ilmiah, lomba seni, bakti sosial berupa operasi katarak, reuni alumni, hingga puncak perayaan.
Kegiatan ini berlangsung di berbagai lokasi seperti Bandung, Jatinangor, dan Tasikmalaya. Perayaan ini tidak hanya ditujukan bagi warga kampus, tetapi juga membuka partisipasi bagi alumni dan masyarakat.
Ada pula olahraga antarfakultas, seperti pertandingan bola voli dan bulu tangkis yang digelar pada 19–21 Agustus 2026 di Bale Santika Unpad, Jatinangor. Nuansa akademik pun hadir melalui agenda Fakultas Hukum, yang mengadakan Studium Generale bertema
“Transformasi Digital Layanan Hukum dalam Menyongsong Era Reformasi Birokrasi Modern” dengan menghadirkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai narasumber, serta dilengkapi pameran dan workshop fotografi.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan juga menampilkan refleksi perjalanan institusi, mencakup pendidikan, penelitian, inovasi, kemitraan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari peringatan.
Sementara itu, kegiatan Burayak Balik Ka Lembur mempertemukan sekitar 350 peserta dari berbagai generasi alumni dengan konsep pulang ke kampus. Sekolah Vokasi Unpad juga merayakan Dies Natalis keduanya pada Juli 2026 dengan tema
*Synergy in Motion: Bound by Purpose, Driven by Vision*. Rangkaian acaranya meliputi pemeriksaan kesehatan, pertunjukan mahasiswa, pemutaran film, penandatanganan kerja sama, dan orasi ilmiah.
Fakultas Psikologi Unpad memanfaatkan momentum Dies Natalis ke-65 atau Lustrum XIII untuk menata ulang arah pendidikan melalui revisi Kurikulum Program Studi Psikologi jenjang sarjana.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan dinamika dunia kerja.














