Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Rektor Universitas Islam Malang

Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. – Kandidat Sarjana Mengabdi Ke Daerah Asal Mahasiswa

Share

Selama perjalanan kariernya sampai menjabat Rektor, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. aktif mengikuti dan mendukung proses pencapaian Unisma yang mengalami kemajuan pesat. Berbagai inovasi dilakukan sehingga kampus ini meraih predikat Kampus Unggul sebagai Entrepreneurial University, dengan visi menjadikan universitas kelas dunia.

Pada saat awal bergabung dengan Unisma, masih berlaku sistem lama, di mana klasifikasi perguruan tinggi swasta disamakan, diakui, dan terdaftar. Saat menjadi ketua Program Studi, mulai dikenalkan dengan akreditasi.

Program akreditasi perguruan tinggi dimulai pada tahun 2008, diawali dengan terakreditasi B oleh BAN-PT pada tahun 2013, diperpanjang pada tahun 2018 hingga 3 Januari 2023.

“Hingga akhirnya, pada 25 Oktober 2022, Unisma meraih akreditasi Unggul,” ujarnya.

Setelah meraih akreditasi Unggul, jumlah mahasiswa Unisma terus berkembang pesat. Saat ini, total mahasiswa aktif mencapai sekitar 15.000, naik dari sekitar 14.000 pada tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025, Unisma menerima sekitar 5.300 mahasiswa baru, meningkat signifikan meskipun tantangan di sektor perguruan tinggi swasta semakin berat.

World Class University
Prof. Junaidi mengatakan, masa kepemimpinannya, ia diberi amanah oleh yayasan untuk membawa Unisma menjadi perguruan tinggi yang terdaftar dalam World Class University Ranking.

Untuk mewujudkannya, kampus fokus memperkuat daya saing di bidang riset melalui peningkatan publikasi dosen di jurnal internasional bereputasi.

Setiap dosen didorong untuk berkompetisi dalam pendanaan nasional. Sejumlah skema pendanaan internal telah disiapkan, mulai dari peneliti pemula dengan target publikasi di jurnal nasional Sinta 3, peneliti madya yang ditargetkan mencapai peringkat satu atau dua di Sinta, hingga peneliti utama dan hibah kolaborasi internasional yang menargetkan publikasi di level internasional.

Di sisi lain, Unisma juga menekankan konektivitas antara riset, pengabdian masyarakat, dan pembelajaran, memastikan bahwa hasil riset tidak hanya berupa jurnal, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan menginspirasi kurikulum perkuliahan berbasis riset.

Kiprah internasional juga terus diperkuat, terbukti oleh prestasi mahasiswa UKM seni suara yang baru saja meraih gelar Winner dalamInter Festival Choir di Malaysia.

“Unisma tak hanya berpacu untuk naik pangkat akademik, tetapi juga menjadi simbol keunggulan pendidikan berbasis nilai, riset, dan keterlibatan sosial yang inklusif,” ujarnya.

Program KSM
Unisma memiliki program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) yang dilaksanakan di daerah asal masing-masing mahasiswa. Kampus ini terus membuktikan komitmennya terhadap pendidikan tinggi berbasis pengabdian masyarakat, merata hingga ke daerah paling terpencil di Indonesia.

Melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) berbasis asal mahasiswa, Unisma menciptakan model inovatif yang menggabungkan kontribusi akademik dan pembangunan lokal.

“Mahasiswa dari satu daerah tertentu bisa membuat kelompok tersendiri untuk melaksanakan KKN di daerah asalnya,” ujarnya.

Setiap kelompok beranggotakan sekitar 10 mahasiswa, sehingga seluruh 38 provinsi di Indonesia, termasuk wilayah pemekaran di Papua, memiliki representasi aktif di Unisma.

Sebagian besar wilayah telah terwakili dalam kegiatan pengabdian, yang tidak hanya mengatasi masalah jarak, tetapi juga memperkuat koneksi antara kampus dan masyarakat.

Lebih dari itu, Unisma telah melahirkan tokoh-tokoh publik yang berpengaruh di tingkat nasional. Sejumlah alumni kini memegang jabatan strategis, mulai dari Wali Kota Batu, anggota DPR RI dari Komisi XII bidang Pertambangan, Bupati Sampang, hingga ratusan anggota DPRD kabupaten/kota.

“Unisma bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga laboratorium pemberdayaan masyarakat sekaligus wadah pembentukan penerus kepemimpinan bangsa,” katanya.

Kerjasama Internasional
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menegaskan komitmen universitas untuk terus memperkuat kerja sama internasional, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam kerja sama internasional, telah menjalin program joint degree dan double degree dengan St. John University, Taiwan, di mana biaya kuliah difasilitasi pemerintah Taiwan dan biaya hidup ditanggung perusahaan mitra.

Selain itu, dibuka kelas internasional yang mulai menerima mahasiswa asing, dan secara kumulatif telah menampung lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai negara.

Unisma juga mendirikan program studi Bahasa Indonesia di Istanbul University, Turki, bekerja sama dengan KBRI Ankara dan Badan Pengembangan Bahasa Jakarta.

Selain itu, Unisma berperan dalam pendirian Fakultas Pertanian di Unisa, Brunei Darussalam, yang kini telah mandiri. Di bidang riset dan pertukaran akademik, Unisma aktif berkolaborasi dengan institusi di Jepang dan Tashkent University, Uzbekistan, serta secara rutinmengirim mahasiswanya mengikuti program Kampus Merdeka Internasional (KSM) ke Malaysia dan Thailand, didukung MoU bersamaDubes RI di Kuala Lumpur.

“Unisma bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga laboratorium pemberdayaan masyarakat sekaligus wadah pembentukan penerus kepemimpinan bangsa.”

Artikel Terkait