Beberapa program strategis di bawah kepemimpinannya meliputi transformasi kelembagaan dan tata kelola universitas. UTM, yang sebelumnya berstatus PTN Satker, resmi menjadi PTN BLU pada Mei 2023. Transformasi sumber daya manusia dan sistem layanan juga menjadi prioritas utama.
“Proses administrasi yang semula manual kini beralih ke sistem digital, sehingga seluruh layanan akademik maupun nonakademik dapat terintegrasi secara efisien,” katanya.
World Class University
Dalam visinya, Prof. Safi’ menegaskan bahwa UTM tengah mempersiapkan diri menuju World Class University (WCU) dan berupayamenjadi PTN BH.
Fokus utama diarahkan pada pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan teknologi modern dalam pembelajaran.
Strategi pencapaian WCU mencakup optimalisasi di berbagai bidang, antara lain peningkatan kualitas riset dan diseminasi hasilnya, penguatan kelembagaan dan peran alumni, peningkatan kompetensi SDM, penerapan tata kelola yang baik, serta pengelolaan pendapatan universitas yang berkelanjutan.
Dalam bidang kerja sama internasional, UTM telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, antara lain Inti International University Malaysia, Universiti Teknologi MARA Malaysia, International Islamic University Malaysia, Ilma University Pakistan, University Teknologi Malaysia, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, HCMC University of Economics and Finance Vietnam, Universiti City Malaysia, Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia, Newcastle University Australia, RMIT University Australia, Palacky University Ceko, dan University Teknologi Petronas Malaysia.
UTM juga bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, antara lain Persatuan Gaya Hidup Lestari Biji-bijian Kuala Lumpur dan Selangor, American Psychological Association (APA), The Netherlands Pencak Silat Federation (NPSF) Belanda, dan NAPS Australia.
“Tahun 2025 dimulai penginputan kinerja berdasarkan pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) dan Times Higher Education (THE), yang hasilnya diumumkan pada 2026,” jelasnya.
Kampus Berdampak
Prof. Syafi’ menyatakan,transformasi pendidikan tinggi harus diwujudkan melalui langkah langkah konkret. Konsep “Kampus Berdampak” yang dikembangkan UTM merupakan kelanjutan dari semangat Kampus Merdeka, dengan fokus pada dampak nyata bagi masyarakat.
Program ini mendorong tiga pilar utama, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul, menjadikan kampus sebagai pusat riset dan kebijakan strategis, serta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat akselerasi. Prof. Syafi’ berharap sinergi antara kampus dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat terus terjalin, sehingga manfaat konsep kampus berdampak dan berkelanjutan bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Sebab, tidak mungkin kampus berjalan sendiri tanpa kolaborasi dengan pihak eksternal. UTM siap melaksanakan itu,” ujarnya.
Passion Pendidikan
Sejak awal, Prof. Dr. Safi’, SH., MH., memiliki passion yang kuat dalam dunia pendidikan. Pada akhir tahun 2003, ia diminta dan diterima menjadi dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), almamater tempatnya menempuh studi S1 Ilmu Hukum.
Sebelum mengabdi di UTM, ia pernah berkarier sebagai advokat publik di YLBHI-LBH Surabaya, serta pernah menjadi Komisioner KPU Kabupaten Bangkalan pada 2003–2004. Pengalaman sebagai advokat dan komisioner KPU memperkaya pemahaman serta memperkuat dedikasinya di bidang hukum dan pendidikan.
Kariernya di UTM terus berkembang hingga dipercaya menjadi Dekan Fakultas Hukum, dan kemudian menjadi Rektor UTM untuk periode 2022-2026.
Namun, menjadi Rektor sebenarnya bukanlah bagian dari rencana hidup. Menurutnya, urusan jabatan dan kehidupan harus mengalirsesuai dengan takdir Tuhan.
“Dengan keyakinan itu, saya menjalani karier secara alami hingga akhirnya takdir menempatkan saya di posisi Rektor,” katanya.
Prestasi UTM di bawah kepemimpinan Safi’I, antara lain secara konsisten meraih penghargaan capaian Indikatur Kinerja Utama (IKU) 5 terbaik untuk klaster satuan kerja dari Kemendikbud Ristek dan mendapatkan Interpreneurial Marketing Campus Award dari MarkPlus.
Kurikulum APIK
Prof. Safi’ menyatakan ciri utama UTM terletak pada fokus riset dan pengabdiannya yang diarahkan pada pengembangan potensi lokal Madura, yang meliputi berbagai bidang seperti garam, batik, jagung, sapi, rempahrempah, pariwisata, energi, serta berbagai potensi lainnya.
Saat ini, UTM sudah mengembangkan kurikulum yang diberi nama UTM APIK (Amanah, Peduli, dan Kreatif), yang diberikan kepada seluruh mahasiswa di luar kurikulum perkuliahan berbasis SKS.
Program ini dijalankan dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga, seperti KPK, MUI, NU, Muhammadiyah, BPIP, DPR/MPR RI, ICW, dan lembaga terkait lainnya.
Selain itu, juga terdapat kurikulum kewirausahaan untuk membekali mahasiswa dengan jiwa entrepreneur. Juga ada kurikulum anti-korupsi hasil kerja sama dengan KPK dan ICW, untuk meningkatkan kesadaran dan integritas di kalangan mahasiswa.
Sebagai hasilnya, alumni UTM memiliki peran yang sangat positif dan konstruktif dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, sesuai dengan posisi dan profesi masing-masing.
Unggul dan Mandiri
Prof. Safi’ menegaskan bahwa UTM sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, akan terus berkomitmen meningkatkan penyiapan SDM yang unggul, tangguh, dan mandiri, sesuai dengan tagline yang diusung.
UTM bertekad untuk secara konsisten dan berkelanjutan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan tujuannegara dan amanah konstitusi.
Oleh karena itu, UTM akan terus menjaga kualitas dan jaminan mutu akademik, serta selalu mengupdate kurikulum agar sesuai dengantuntutan dan kebutuhan zaman, khususnya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045.
Sebab, tanpa persiapan SDM yang unggul, tangguh, dan mandiri secara serius dan konsisten, Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi ilusi naratif tanpa bukti.
Terkait akreditasi institusi, Prof. Safi’ juga menyampaikan saran dan harapan bahwa status akreditasi Unggul, Baik Sekali, dan Baik yangdiberikan oleh BAN PT harus tetap dipertahankan.
“Ini penting untuk mendorong kampus-kampus meningkatkan kualitas layanan akademik maupun non-akademiknya, ” tambahnya.
Kembangkan Riset dan Inovasi Untuk Masyarakat Madura
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berlokasi di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, dan telah menjadi pusat pendidikan tinggi unggulan di wilayah Madura serta Jawa Timur.
UTM telah meraih Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nilai 361. Saat ini, universitas memiliki 19.527 mahasiswa yang tersebar pada 7 fakultas dan 1 program pascasarjana, dengan total 39 program studi.
Sebanyak 14 program studi telah terakreditasi Unggul, atau mencapai 38 persen dari keseluruhan program studi yang ada. Selain itu, terdapat 7 program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), yaitu S1 Ilmu Hukum, S1 Agribisnis, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Sastra Inggris, S1 Ekonomi Pembangunan,S1Akuntansi, dan S1 Manajemen.
Dari sisi sumber daya manusia, UTM memiliki 588 dosen dan 269 tenaga kependidikan. Tercatat 32 guru besar dan 219 dosen bergelardoktor yang menjadi tulang punggung kegiatan akademik dan penelitian.
Hingga kini, UTM telah melahirkan 33.372 alumni yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk 2 anggota DPR/DPD RI, 1 direksi BUMN, serta 2 alumni yang menjabat sebagai kepala daerah.
Dalam bidang kolaborasi global, UTM menjalin 17 kerja sama internasional aktif dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri, melaksanakan 55 kegiatan joint research, sertamengembangkan program pertukaran mahasiswa yang melibatkan 122 mahasiswaasing (outbound) dan 21 mahasiswa UTM (inbound) ke universitas mitra internasional.
UTM juga menunjukkan komitmentinggi terhadappengembangan inovasi dan penelitian. Hingga kini, universitas ini telah menghasilkan 2.114 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk 27 paten, serta mencatat 699 publikasi terindeks Scopus dalam tiga tahun terakhir.
Kampus UTM berdiri di atas lahan seluas 34,35 hektare, dilengkapi dengan berbagai fasilitas akademik dan penunjang yang memadai untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan kelanjutan dari Universitas Bangkalan Madura (Unibang) yang berubah status
dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2001 tertanggal 5 Juli 2001.
Sejak saat itu, UTM terus berkembang menjadi perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Madura dengan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dari total 39 program studi yang dimiliki, sebanyak 14 program studi telahterakreditasi Unggul, 19 program studi terakreditasi Baik Sekali, satu program studi terakreditasi Baik, dan tiga program studi berstatus akreditasi sementara (Baik).
Program studi yang meraih akreditasi Unggul antara lain S1 dan S2 Manajemen, D3 Entrepreneurship, D3 Akuntansi, S1Agroekoteknologi, S1 Agribisnis, S1 Ilmu Kelautan, S1 Pendidikan Informatika, S1 Pendidikan IPA, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar(PGSD), S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), S1 Teknik Elektro, dan S1 Teknik Informatika.
Sejak tahun 2015, UTM mengarahkan kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan potensi, permasalahan, dan kebutuhan masyarakat Madura.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, UTM menetapkan enam sektor utama yang menjadi fokus riset dan pengabdian, yaitu (1) sektor garam dan tembakau, (2) sektor pangan yang meliputi jagung, singkong, tebu, hasil laut, dan daging sapi, (3) sektor pendidikan formal dan informal, (4) sektor minyak, gas, dan energi baru terbarukan, (5) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta (6) sektor wanita dantenaga kerja.
Hingga saat ini, UTM telah membentuk 115 startup dan melakukan pendampingan terhadap 2.912 pelaku UMKM. Selain itu, terdapat 82 produk inovasi hasil riset perguruan tinggi yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, maupun pemerintah daerah.
Kampus ini menyediakan beasiswa internal bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu melalui skema Tahfidz, Qiro’atul Qutub, dan Kepemimpinan dengan kuota 60 mahasiswa setiap tahun.
Selain itu, mahasiswa UTM juga memperoleh berbagai beasiswa eksternal seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemkot Surabaya, KJMU Jakarta, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa Djarum, dan beasiswa daripemerintahdaerah lainnya.
Di bidang komunikasi publik dan digitalisasi informasi, UTM menunjukkan performa yang baik dengan rata-rata 33.000 pengunjung aktif per bulan di situs resmi universitas. Kehadiran UTM di media sosial juga cukup kuat, dengan jumlah pengikut di Instagram sebanyak 44.837, Twitter/X sebanyak 4.833, Facebook 5.000, YouTube 2.890, dan TikTok 1.463 pengikut.














