Prof. Masrukhi menjelaskan, Unimus lahir dari integrasi beberapa sekolah tinggi Muhammadiyah di Semarang, antara lain Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes), Sekolah Tinggi Teknik (STT), dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing, yang dilebur menjadi universitas padatahun 1999.
Sejak awal berdiri, Unimus diarahkan untuk menjadi perguruan tinggi Islam modern yang mengintegrasikan keilmuan, moralitas, dan teknologi, sejalan dengan cita-cita “Muhammadiyah for Excellence and Humanity.”
Sejak menjabat pada tahun 2015, Prof. Masrukhi berhasil membawa Unimus menjadi salah satu universitas Muhammadiyah yang paling cepat berkembang.
Jumlah mahasiswa meningkat pesat dari sekitar 2.600 pada awal kepemimpinannya menjadi 16.500 mahasiswa saat ini. Arah pengembangan universitas difokuskan pada tiga hal utama, yaitu penguatan mutu, digitalisasi tata kelola, dan internasionalisasi.
“Unimus harus menjadi universitas berkemajuan, unggul secara akademik dan kuat secara spiritual. Ilmu pengetahuan tidak boleh terlepas dari nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Citra Akademik
Prof. Masrukhi menyampaikan, Unimus memiliki visi menjadi World Class University yang berlandaskan nilai-nilai Islam, unggul dalam riset terapan, dan memberikan manfaat bagi kemanusiaan.
Melalui tata kelola yang profesional dan kolaborasi internasional, Unimus terus bertransformasi untuk mencetak lulusan berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing global.
Secara kelembagaan, Unimus telah meraih Akreditasi Institusi “Unggul” dari BANPT, menempatkannya di jajaran perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Tengah dan nasional.
Kampus ini memiliki 8 fakultas dan 39 program studi, mencakup bidang kesehatan, sains dan teknologi, teknik, sosial-humaniora, sertapendidikan. Total mahasiswa aktif mencapai lebih dari 16.500 orang, tersebar di jenjang D3, S1, S2, dan program profesi.
Sebagian besar prodi telah terakreditasi Unggul dan Baik Sekali, sementara sejumlah prodi bidang kesehatan tengah menyiapkan akreditasi internasional.
Riset Unggulan
Prioritas utama Unimus adalah peningkatan mutu akademik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Akademik Internal (AMAI).
Setiap program studi diwajibkan melakukan evaluasi diri serta menyusun rencana pengembangan berdasarkan indikator capaian yangterukur.
“Dulu hanya sebagian kecil dosen yang aktif meneliti dan menulis. Sekarang sudah menjadi budaya karena kita dorong dan fasilitasi secara sistematis,” ujarnya.
Unimus juga menerapkan standardisasi beban kerja dosen, pelatihan riset dan penulisan jurnal internasional, sertifikasi profesi, serta pembinaan tenaga kependidikan untuk memperkuat tata kelola modern berbasis teknologi.
Upaya ini mendorong peningkatan profesionalisme civitas akademika secara menyeluruh. Hasilnya terlihat dari peningkatan kinerja riset. Puluhan dosen berhasil memperoleh hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan jumlahpublikasi ilmiah yang meningkat pesat di jurnal terindeks nasional maupun internasional.
Fokus riset diarahkan pada applied research yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pangan,teknologi, dan pendidikan.
“Salah satu riset unggulan adalah inovasi untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan serta penelitian terkait pencegahan penyakit menular,” jelasnya.
Tata Kelola
Prof. Masrukhi menegaskan pentingnya tata kelola kampus yang transparan, partisipatif, dan berbasis data. Semua kebijakan akademik maupun administratif diarahkan untuk membangun sistem yang terukur dan akuntabel.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi ditentukan oleh kualitas sistem dan konsistensi pelaksanaannya, bukan semata oleh besarnya lembaga.
Sistem pengambilan keputusan di Unimus dilakukan secara kolektif melalui forum senat dan rapat kerja pimpinan. Evaluasi capaiandilakukan setiap semester dengan tolok ukur peningkatan mutu, efisiensi layanan, serta dampak tridarma perguruan tinggi.
“Prinsip kami adalah good university governance. Semua harus berbasis data, bukan sekadar keputusan pimpinan,” ujarnya
Unimus menerapkan tata kelola partisipatif yang melibatkan seluruh unsur pimpinan dalam setiap pengambilan keputusan strategis. Kebijakan disusun melalui sinergi antara rektorat, senat, dan yayasan, sehingga tercipta sistem manajemen yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil nyata. Unimus berhasil meraih berbagai penghargaan dari LLDIKTI Wilayah VI atas kinerja unggul di bidang akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Tengah.
Reputasi Internasional
Sejak 2022, Unimus telah mengimplementasikan sistem akademik dan administrasi digital terintegrasi, termasuk Learning Management System (LMS) mandiri untuk pembelajaran daring dan hybrid.
Digitalisasi ini meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pengambilan keputusan di seluruh lini. Unimus juga aktif membangun jejaring akademik internasional melalui joint research, pertukaran dosen, dan program magang mahasiswa dengan mitra di Asia dan Pasifik.
Persiapan akreditasi internasional tengah dilakukan, diikuti partisipasi dalam UI GreenMetric dan berbagai pemeringkatan global. Bagi Prof. Masrukhi, keberhasilan perguruan tinggi diukur dari sistem yang tertata dan budaya akademik yang hidup, bukan semata prestasi formal.
Dengan arah kebijakan yang konsisten dan berlandaskan nilai, Unimus kini tumbuh sebagai universitas Muhammadiyah berkelas nasional yang siap menembus reputasi internasional.
“Kita ingin membangun universitas yang unggul dan berkeadaban. Keunggulan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang moral, etika, dan kemanfaatan,” katanya.
Nilai Keislaman
Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, Unimus menempatkan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sebagai landasan seluruh aktivitas akademik dan kehidupan kampus.
Mahasiswa dan dosen dibekali pemahaman Islam berkemajuan yang menumbuhkan kejujuran, etos kerja, dan kepedulian sosial. Pembinaan karakter dilakukan melalui program Baitul Arqam, Dauroh PAI, serta mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
(AIK) yang menanamkan nilai agama, akhlak, dan kepemimpinan Islami.
Tujuannya membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari hari.
“Bentuk kegiatannya biasanya berupa pengajian, diskusi, dan praktik kepemimpinan di lingkungan kampus,” katanya.
Selain itu, Unimus juga memberikan ruang yang setara bagi mahasiswa non-Muslim dengan menyediakan pendidikan agama sesuai keyakinan masingmasing, seperti Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha, lengkap dengan fasilitas serta tenaga pengajar sesuai kebutuhan.
Hal ini menciptakan lingkungan kampus yang toleran dan harmonis antarumat beragama. Hingga kini, Unimus telah melahirkan puluhan ribu alumni yang berkiprah di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.
Kemandirian Kampus
Kampus utama Unimus berlokasi di Jalan Kedungmundu Raya, Semarang. Berdiri di atas lahan yang luas, kampus ini dilengkapi denganberbagai fasilitas modern yang mendukung kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Setiap fakultas memiliki laboratorium sendiri, sementara rumah sakit pendidikan menjadi sarana penting bagi praktik dan riset mahasiswa di bidang kesehatan.
Fasilitas penunjang lainnya mencakup pusat bahasa, gedung kuliah berteknologi tinggi, dan perpustakaan digital yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh civitas akademika.
Selain itu, Masjid At-Tauhid berperan sebagai pusat kegiatan keislaman, membentuk karakter religius di tengah lingkungan akademik. Keberadaan sport center dan asrama mahasiswa juga memperkuat suasana kampus yang nyaman dan kondusif untuk belajar.
Dalam mendukung era digital, Unimus menerapkan sistem informasi akademik terintegrasi yang memudahkan berbagai layanan, mulai dari administrasi perkuliahan hingga monitoring hasil belajar.














