Universitas Terbuka (UT) resmi memasuki babak baru kepemimpinan dengan dilantiknya Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. sebagai Rektor UT Periode 2025–2030.
Acara pelantikan dan serah terima jabatan yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Naim, Ph.D., M.B.A.,
serta dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang diwakili Staf Ahli Bidang
Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, M. Hasan Chabibie, M.Si., bersama jajaran pejabat kementerian, pimpinan perguruan tinggi, mitra strategis, tokoh masyarakat, dan keluarga besar UT.
Merasa Bangga
Pelantikan ini menjadi tonggak penting yang menandai peralihan kepemimpinan dari Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. yang memimpin UT selama delapan bulan terakhir hingga dilantiknya rektor baru,
serta Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang telah menakhodai UT selama dua periode sebelum diangkat sebagai Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Penetapan Prof. Ali Muktiyanto sebagai Rektor UT didasarkan pada Keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) UT tentang Pemberhentian Rektor UT 2021–2025 dan Pengangkatan Rektor UT 2025–2030.
Prof. Ali Muktiyanto yang sebelum ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum ini ditetapkan untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Universitas Terbuka.
Peraturan pemerintah ini dikenal juga sebagai statuta UT yang menjadi dasar pijakan transformasi tata kelola UT menjadi PTNBH yang dimulai tahun 2022.
Prof Ainun Naim merasa bangga karena proses pemilihan berjalan lancar dan transparan, berharap UT terus berkembang menjadi Kampus Digital, Terbuka, dan Berdampak bagi Indonesia dan dunia.
Sebelumnya, Ali Muktiyanto menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum. Prof Brian Yuliarto memberikan apresiasi kepada Prof Ojat dan Dr Yunus, rektor sebelumnya, atas kontribusi besar mereka.
Di bawah kepemimpinan mereka, UT meraih penghargaan internasional seperti A Prominent Open University in Southeast Asia 2025 dan Excellence in Leadership for Digital Transformation of Open University System 2025.
Proses Pemilihan
Proses pemilihan rektor berlangsung dari Februari hingga Juli 2025 melalui tahapan penjaringan, penyaringan, pemilihan, hingga penetapan. Pada 9 Juli 2025, setelah debat tiga calon rektor, MWA menetapkan Prof Ali sebagai rektor terpilih.
Prof Ali telah menyiapkan lima strategi utama dengan 15 program prioritas, yaitu Empowering Entrepreneurship, Improving Education Access and Quality, Impactful Research and Innovation, Global Competitiveness, serta Good Governance and Cultural Transformation.
Strategi ini bertujuan memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh terbaik di dunia.
Pelantikan rektor baru ini tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan tetapi juga momen untuk memperkuat peran UT sebagai perguruan tinggi digital dan inklusif, sejalan dengan upaya pemerintah untuk pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh negeri.














