Politeknik Internasional Bali (PIB College) – Cetak Pemimpin Kelas Dunia Berlatar Budaya Nusantara

Share

Direktur PIB College, Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D., D.Ag. memiliki minat dan kecintaan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, yang mendorongnya untuk terus mendalami berbagai disiplin ilmu.

Pada tahun 2022, ia berhasil meraih Rekor MURI sebagai pemegang gelar doktor terbanyak, dengan empat gelar di bidang Arsitektur, Pariwisata, Agama Kristen, dan Agama Hindu Bali.

Kariernya dimulai sebagai dosen PNS di Universitas Udayana. Sebagai wujud pengabdian terhadap Bali, ia bersama suaminya, Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M., menggagas program untuk mengirim tenaga kerja profesional Indonesia ke luar negeri.

Program ini diwujudkan melalui pendirian Bali International Training & Development Centre (BITDeC), sebuah pusat pendidikan dan pelatihan yang lahir dari hasil diskusi keluarga pendiri yayasan.

Dengan berkembangnya sektor pariwisata di Bali, yayasan ini kemudian mendirikan pusat pendidikan dan pelatihan khusus bidang pariwisata. Pada tahun 2013, mereka bekerja sama dengan Dusit Thani Hospitality College, Thailand, yang ditandai dengan penandatanganan MoU dan melahirkan sekolah vokasi bernama PIB College.

Pada tahun 2017, Politeknik Internasional Bali (PIB College) resmi berdiri melalui Surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 187/KPT/I/2017, dengan tiga program studi awal: Seni Kuliner, Perhotelan, dan Pengelolaan Perhotelan.

“Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam rangka menekan angka pengangguran di Indonesia dan menyiapkan tenaga kerja unggul dalam bidang pariwisata,” katanya.

Akreditasi Unggul
PIB College didirikan dengan visi menjadi perguruan tinggi vokasi yang berkualitas, berkarakter, dan terpercaya. Visi ini berfokus pada tiga pilar utama: Tourism, Digital, dan Creative Arts.

Kampus ini bertujuan menjadi institusi pendidikan pariwisata terbaik di Bali, mempersiapkan mahasiswa agar tangguh dan siap bersaing sebagai pemimpin di era industri digital. Selain itu, kampus ini memberikan akses terbaik ke dunia industri melalui program studi unggulan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Fokus utama PIB College adalah pengembangan bakat dan potensi mahasiswa, mendorong mereka menjadi tenaga kerja profesional sekaligus wirausahawan yang mampu menciptakan peluang usaha.

Hal ini diwujudkan melalui implementasi Kurikulum Tourismpreneurship, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan di bidang pariwisata.

Mahasiswa dilatih melalui pembelajaran berbasis pengalaman, dengan porsi praktik lebih banyak daripada teori, sehingga lulusan siap terjun ke dunia kerja atau membangun usaha mandiri.

Komitmen PIB College untuk menjadi kampus pariwisata terbaik di Bali dibuktikan dengan perolehan Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Tidak hanya unggul secara akademik, kampus ini juga menawarkan pengalaman studi menyeluruh, didukung fasilitas berstandar internasional dan jaringan kerja sama luas dengan industri pariwisata, baik nasional maupun internasional.

Semua Diminati
Saat ini, PIB College memiliki empat program studi unggulan: Hotel Management, Culinary Arts and Gastronomy, Event Management, dan Digital Business. Setiap program dirancang dengan keunikan dan keunggulan tersendiri, menjadikannya berbeda dari politeknik lainnya.

Program Studi Hotel Management memiliki program Executive Hotel Management, di mana mahasiswa menjalani satu tahun pembelajaran intensif di kampus dan tiga tahun berikutnya langsung praktik di Hotel Kempinski. Program ini memberikan pengalaman nyata di industri perhotelan internasional sejak masa studi.

Program Studi Culinary Arts and Gastronomy menawarkan pilihan tugas akhir berupa program inkubator bisnis, memungkinkan mahasiswa mengembangkan ide kuliner menjadi bisnis berkelanjutan.

Sementara itu, Program Studi Event Management memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengelola berbagai acara, baik dalam kegiatan internal kampus maupun event eksternal.

Program Studi Digital Business memberikan dua kali kesempatan magang bagi mahasiswa sehingga mereka dapat langsung merasakan dinamika dunia kerja.

Pembelajaran didukung fasilitas modern dan materi relevan dengan perkembangan industri digital, seperti big data, cyber security, startup business, dan kewirausahaan digital.

“Seluruh program studi di PIB College diminati calon mahasiswa karena mampu menjawab kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan yang unggul secara akademik dan praktis,” katanya.

Meningkat Signifikan.
PIB College, yang mengusung konsep Resort College Feeling, telah meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Kampus Swasta Terhijau di Bali, Kampus Terhijau di Bali, dan Kampus Terhijau Skala Nasional.

Keindahan kampus ini adalah hasil rancangan Anastasia, yang memiliki latar belakang arsitektur dan mengadaptasi filosofi arsitektur Bali ke dalam desain bangunan kampus.

Saat ini, PIB College memiliki sekitar 186 mahasiswa aktif, didukung oleh 70 dosen dari tenaga pengajar internal maupun praktisi profesional. Mahasiswa magang dari kampus ini telah tersebar di hotel-hotel berbintang lima, baik di dalam maupun luar negeri.

Pada tahun ajaran 2024-2025, PIB College menerima lebih dari 200 mahasiswa baru, mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Antusiasme ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di kampus ini.

Program Studi Seni Kuliner menjadi program yang paling diminati dengan jumlah mahasiswa terbanyak.

“Setelah memperoleh akreditasi unggul, kami berencana membuka program S2 Magister Terapan Pariwisata untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di tingkat yang lebih tinggi.” katanya.

Desa Binaan
Dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, PIB College fokus pada sektor perhotelan, pariwisata, kuliner, event organizer, dan bisnis digital. Sekitar 90 persen kegiatan ini berpusat di Bali, dengan tujuan memberikan solusi bagi permasalahan industri pariwisata dan masyarakat lokal.

Sebagai institusi vokasi, penelitian yang dilakukan tidak hanya menghasilkan solusi konseptual, tetapi juga menciptakan produk konkret, terutama di bidang kuliner.

Banyak penelitian kuliner yang mengeksplorasi kekayaan gastronomi Bali dan menciptakan inovasi pada hidangan tradisional untuk meningkatkan daya saing kuliner lokal.

Sejak berdiri pada tahun 2017, PIB College telah membina tiga desa di Tabanan, yaitu Desa Bongan, Desa Jatiluwih, dan Desa Riang Gede. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat desa wisata melalui berbagai pelatihan,

seperti pengelolaan desa wisata, pelatihan homestay, pengembangan UMKM, digitalisasi pemasaran UMKM, serta pelatihan keterampilan untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan dukungan dosen yang ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata, PIB College memberikan pendampingan intensif untuk mengembangkan desa-desa tersebut menjadi desa wisata berkelanjutan dengan pengembangan UMKM berbasis lokal.

Salah satu desa binaan yang menonjol adalah Desa Jatiluwih, yang berhasil meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada tahun 2024, serta memperoleh sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Penelitian dan pengabdian ini tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali, khususnya di Tabanan, melalui pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Kebutuhan Industri Wisata Rujukan Kapasitas Lulusan

Kebijakan pembangunan karakter di PIB College diwujudkan melalui kurikulum dan pendampingan intensif kepada mahasiswa. Fokus pada pengembangan karakter, kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

Dalam dunia akademik, pembelajaran diutamakan dengan proporsi 70% praktik yang dimulai sejak semester awal. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman melalui kunjungan industri ke berbagai mitra kerja terbaik.

Proses pembelajaran dirancang untuk melatih soft skills mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata. Dosen dan instruktur tidak hanya berasal dari internal kampus, tetapi juga dari profesional industri, memberikan perspektif yang relevan dengan dunia kerja.

Kampus juga menyediakan layanan konsultasi psikologis untuk membantu mahasiswa menentukan pilihan karier sebagai bentuk tanggung jawab dalam mencetak lulusan berkualitas.

Career Development Center (CDC) di kampus mendukung mahasiswa dalam penyusunan curriculum vitae, mentoring, persiapan wawancara, hingga pemberian informasi lowongan pekerjaan.

Mahasiswa juga memiliki kesempatan membangun relasi dengan industri sejak masa kuliah. PIB College mengadopsi semboyan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa dan seluruh sivitas akademika, menciptakan lulusan Five Stars yang unggul baik dalam kepribadian maupun profesionalisme.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, PIB College berhasil mengantarkan mahasiswa terbaik untuk magang di perusahaan-perusahaan bonafide. Banyak lulusannya menduduki posisi strategis di hotel-hotel bintang lima, baik di dalam maupun luar negeri.

Beberapa alumni berprestasi, seperti Nur Tasya Safitri sebagai Commis Pastry di Nobu Restaurant Atlantis The Palm Dubai, dan Kadek Indra Dinata sebagai Front Desk Agent di The Langham Chicago, Amerika Serikat.

Selain itu, sejumlah alumni juga sukses menjadi entrepreneur di bidang kuliner, bahkan memulai usahanya sejak masih kuliah, seperti Cathlyn yang telah berhasil menjadi pengusaha cake & pastry di Denpasar.

Pariwisata Global
Bali, sebagai destinasi wisata kelas dunia, memeiliki potensi besar untuk menjadi pusat pendidikan pariwisata global. Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif telah menyatakan komitmennya untuk menjadikan Bali sebagai Center of Excellence dalam pengembangan pendidikan pariwisata,

termasuk melalui pengembangan desa wisata berkualitas dan berkelanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

PIB College secara aktif mendukung pengembangan sektor pendidikan pariwisata di tingkat internasional. Sebagai salah satu kampus pariwisata dan sekolah perhotelan terbaik di Bali,

PIB College berkomitmen untuk memberikan pengalaman studi terbaik serta keunggulan akademik melalui fasilitas berstandar internasional dan jaringan luas di industri pariwisata.

Kampus ini juga akan menjadi pusat berbagai event akademik berskala nasional dan internasional, seperti Tourism Technology Summit yang pertama kali akan digelar pada Juli 2025.

Dalam hal pendanaan, PIB College memiliki berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada biaya pendidikan dari mahasiswa. Salah satunya adalah melalui kolaborasi aktif dengan sektor industri dalam bentuk program magang, penelitian terapan, dan proyek kolaboratif,

yang tidak hanya membuka peluang pendanaan, tetapi juga meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar. Kampus ini juga menyediakan program pelatihan atau sertifikasi jangka pendek yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dapat menarik peserta dari luar komunitas mahasiswa reguler.

“Dukungan Yayasan turut memperkuat keberlangsungan institusi, termasuk melalui penyediaan asrama, hotel, serta pelaksanaan berbagai event kampus yang menopang sektor keuangan,” ujarnya.

Cita-Cita Luhur
Sebagai pendiri dan direktur PIB College, Anastasia memiliki visi mulia untuk mencetak lulusan unggul yang berjiwa kewirausahaan serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan landasan kearifan lokal dan wawasan global.

Ia berkomitmen menyediakan akses terbaik ke industri pariwisata dan menjadikan PIB College sebagai kampus berbasis teknologi yang maju. Menyadari pentingnya teknologi dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata, Anastasia fokus pada pengembangan dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi.

Kampus ini bertujuan mencetak pemimpin berkelas dunia dengan latar belakang budaya nusantara, menggabungkan wawasan global dan kearifan lokal. Menurutnya, Indonesia kaya akan sumber daya manusia dan budaya yang perlu dikembangkan dan dilestarikan.

Melalui PIB College, ia berkomitmen menggali potensi tersebut, sehingga lulusan siap menghadapi tantangan global sekaligus melestarikan kekayaan budaya nusantara di kancah internasional.

“Kedua aspek ini harus terus dikembangkan untuk melahirkan pemimpin berkelas dunia yang berakar pada budaya nusantara,” tegasnya.

Artikel Terkait