Karena keterbatasan di Lampung, Andi terdorong berkontribusi dalam meningkatkan fasilitas pendidikan. Kemudian mendirikan perguruan tinggi Mitra Lampung serta Global Surya School. Pernah terpilih sebagai anggota DPD RI, Ketua DPD Partai Hanura Lampung serta anggota DPRD Lampung.
Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (ABPPTSI) Provinsi Lampung, Dr. H. Andi Surya, M.M, mengatakan dinamika pendidikan tinggi di Provinsi Lampung terus mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, terdapat 64 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di Provinsi Lampung. Rinciannya 15 universitas, 9 institut, 23 sekolah tinggi, 14 akademi, dan 2 politeknik.
“Namun, jumlah ini mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir akibat adanya kebijakan merger, baik secara internal maupun eksternal,” katanya.
Menurutnya, jumlah mahasiswa PTS di Lampung mencapai 71.375 orang. Sayangnya, jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun 2024 cenderung mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Beberapa PTS mengeluhkan kondisi ini, yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk persaingan dengan sesama PTS, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Agama (PTA), serta Universitas Terbuka (UT),” katanya.
Faktor Signifikan
Menurut Andi Surya, kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang memungkinkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri, menjadi faktor signifikan yang berdampak pada berkurangnya jumlah mahasiswa baru di PTS.
Meskipun demikian, minat untuk mendirikan perguruan tinggi baru di Lampung masih ada, terbukti dengan berdirinya beberapa PTS baru di wilayah ini.
Dalam hal akreditasi, hingga saat ini belum ada PTS di Lampung yang meraih akreditasi unggul. Namun, terdapat 14 program studi yang telah mendapatkan akreditasi unggul. Proses akreditasi ini dirasakan cukup memberatkan bagi PTS.
Andi Surya menyarankan agar sistem akreditasi kembali dipusatkan di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sementara Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT) sebaiknya dievaluasi dan dihapuskan karena dinilai membebani keuangan PTS.
Tingkatkan Kualitas
Untuk meningkatkan kualitas PTS agar tidak tertinggal dari PTN, Andi Surya mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, mempermudah pembukaan program studi baru agar PTS dapat lebih fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja.
Kedua, memperluas akses beasiswa negara bagi dosen PTS untuk studi lanjut, sehingga kualitas pengajaran dan penelitian di PTS dapat meningkat secara signifikan.
Ketiga, mengalokasikan hibah-hibah bersaing khusus bagi PTS tanpa harus bersaing dengan PTN, sehingga PTS memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan guna meningkatkan sarana dan prasarana akademik.
Keempat, mendorong mergerisasi bagi PTS kecil agar lebih kompetitif, sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan daya saing.
Kelima membatasi peran Universitas Terbuka agar tidak terlalu mendominasi pasar pendidikan tinggi, sehingga PTS tetap memiliki pangsa pasar yang memadai dan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.














