Direktur Human Capital & Compliance BNI – Studi Teknik Kimia Sukses di Perbankan

Share

Dr. Munadi Herlambang, ST, MA, CRGP, QRGP lulusan Teknik Kimia ITS telah menapaki karier cemerlang di dunia perbankan. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Human Capital & Compliance di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Saya tidak pernah menyesal kuliah di Teknik Kimia,” katanya. Perjalanan akademis Munadi dimulai dari Teknik Kimia ITS, tempat ia mendalami ilmu yang sejak SMA sudah menjadi hobinya.

Di ITS, ia mempelajari kimia industri secara menyeluruh, mulai dari oil and gas hingga pupuk, karet, dan berbagai industri kimia turunan lainnya. Tantangan baru selama kuliah terus mendorongnya untuk belajar.

Teknik Kimia bagi Munadi menjadi dasar untuk berpikir analitis dan sistematis, kemampuan penting di dunia keuangan dan manajemen. Meski berlatar belakang teknik, ketertarikan Munadi pada dunia keuangan sudah muncul sejak kuliah.

Saat melanjutkan pendidikan S2, ia memilih bidang Economy Finance di University of London, kemudian S3 dalam Inovasi Kebijakan di UGM. Perpaduan ilmu teknik, keuangan, dan kebijakan ini menciptakan fondasi unik yang memudahkan adaptasi lintas sektor industri.

Karier profesionalnya dimulai di Mandiri Sekuritas, sektor pasar modal, dari 2006 hingga 2019. Selama lebih dari satu dekade, ia berpindah-pindah divisi, mulai dari bisnis strategi, investment banking, hingga advisory.

Pengalaman ini memperkaya wawasan Munadi tentang industri keuangan dan memperluas jaringan profesionalnya. Ia menekankan bahwa meski berlatar belakang teknik, passion yang kuat dan kesiapan untuk belajar membuatnya mampu menavigasi dunia yang berbeda.

Direksi BUMN
Langkah kariernya berlanjut ke dunia BUMN, di mana ia menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Wijaya Karya Bitumen dan Direktur Hubungan Kelembagaan di PT Jasa Raharja. Di sana, ia belajar mengelola manajemen risiko, strategi kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pengalaman ini menjadi batu loncatan yang mengantarkannya ke puncak karier di sektor perbankan. Kini, Munadi memimpin Human Capital & Compliance di BNI, setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Institutional Banking.

Dalam perannya, ia tidak hanya mengelola SDM dan kepatuhan, tetapi juga merancang strategi pengembangan talenta yang inovatif dengan memadukan digitalisasi dan peningkatan kompetensi, serta membangun transparansi dalam perjalanan karier karyawan.

Pendekatan ini menjadikan BNI bukan hanya sebuah bank, tetapi juga tempat belajar dan berkembang bagi ribuan karyawan dari berbagai latar belakang, seperti teknik, ekonomi, hukum, hingga teknologi informasi.

Ia juga memimpin transformasi budaya di BNI dengan menekankan kolaborasi lintas fungsi dan inovasi, percaya bahwa budaya organisasi yang adaptif dan inovatif adalah kunci menghadapi tantangan industri perbankan yang dinamis.

Hasilnya, BNI berhasil menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kreativitas dan sinergi antar departemen, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan responsivitas terhadap perubahan pasar.

Ia juga menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan kompetensi karyawan, termasuk pelatihan kepemimpinan, manajemen risiko, dan digitalisasi.

Program-program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat soft skills, mempersiapkan karyawan menghadapi tantangan masa depan, dan berkontribusi maksimal untuk tujuan perusahaan.

Munadi menempatkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan sebagai prioritas utama dalam strategi manajemen BNI, Ia memastikan seluruh kebijakan dan praktik operasional BNI mematuhi regulasi yang berlaku dan standar internasional.

Dengan pendekatan ini, BNI berhasil menjaga reputasinya sebagai lembaga keuangan yang transparan, akuntabel, dan dipercaya oleh nasabah, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya.

Menyadari pentingnya teknologi dalam transformasi bisnis, ia mendorong integrasi antara fungsi human capital dan teknologi informasi. Ia memprakarsai penerapan sistem manajemen SDM berbasis teknologi yang memungkinkan otomatisasi proses administrasi, pemantauan kinerja, dan pengembangan karier.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan dalam mengakses informasi dan layanan terkait SDM.

Selain fokus pada pengembangan internal, Dr. Munadi juga mendorong BNI untuk berperan aktif dalam pemberdayaan komunitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Ia meluncurkan berbagai program CSR yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Melalui program-program ini, BNI tidak hanya mengejar keuntungan finansial tetapi juga berkontribusi positif terhadap pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Adaptif-Kolaboratif
Di balik kariernya yang gemilang, Munadi Herlambang memiliki filosofi kerja yang khas: adaptif, kolaboratif, dan visioner. Ia melihat setiap individu sebagai potensi yang dapat berkembang jika diberikan kesempatan, bimbingan, dan arahan yang tepat. Prinsip ini tercermin dalam pendekatannya terhadap pengelolaan human capital di BNI.

“Digitalisasi bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah pengembangan karyawan,” ujarnya.

Baginya, inovasi teknologi harus menjadi enabler, bukan pengganti. Oleh karena itu, program digitalisasi SDM di BNI dirancang untuk mempermudah pemantauan skill, knowledge, dan attitude karyawan, sekaligus menyediakan jalur pembelajaran berkelanjutan sesuai kebutuhan individu dan organisasi.

Strategi rekrutmen menjadi salah satu pilar utama filosofi kepemimpinannya. Munadi menilai pentingnya mendatangkan talenta dari berbagai latar belakang pendidikan—teknik, ekonomi, hukum, hingga IT—karena perbedaan perspektif dapat menjadi sumber inovasi.

Menurutnya, setiap karyawan memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan melalui proses monitoring, mentoring, dan pembinaan yang tepat. BNI menekankan pemantauan berkelanjutan terhadap knowledge, skill, dan attitude pegawai.

“Kita tidak hanya melihat performa hari ini, tetapi juga bagaimana pegawai berkembang, menyesuaikan diri dengan tantangan baru, dan berkontribusi dalam jangka panjang,” jelasnya.

Munadi juga menekankan transparansi dan keterbukaan sebagai budaya kerja. Ia percaya bahwa karyawan yang memahami tujuan, proses, dan harapan organisasi akan lebih termotivasi untuk berinovasi dan mengambil inisiatif.

Filosofi ini diterapkan di semua level organisasi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.

Baginya, memimpin bukan sekadar memberi arahan, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat agar setiap individu dapat mencapai potensi terbaiknya. Digitalisasi, monitoring, mentoring, dan transparansi menjadi alat utama, sementara kepercayaan dan kolaborasi adalah inti dari seluruh sistem.

Dengan pendekatan ini, ia sukses menggabungkan efisiensi organisasi dengan pengembangan individu, menjadikan BNI tidak hanya sebagai bank nasional terbesar, tetapi juga sebagai tempat nyata untuk mengembangkan talenta.

Kedekatan dengan ITS
Bagi Munadi Herlambang, ITS bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga laboratorium kehidupan yang membentuk karakter, daya juang, dan pola pikir analitis. Ia mengenang masa kuliah di Teknik Kimia sebagai periode penuh tantangan dan pembelajaran.

Di bangku kuliah, Munadi mempelajari kimia industri secara menyeluruh, mulai dari oil and gas, pupuk, semen, hingga karet dan industri kimia turunan. Setiap modul tidak hanya teori, tetapi juga memberikan wawasan praktis tentang dunia industri.

Pembekalan ini menjadi fondasi penting yang dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk dunia keuangan dan manajemen BUMN.

Pengalaman jejaring dan budaya mentoring antar mahasiswa ITS juga meninggalkan kesan mendalam. Munadi menekankan bahwa daya juang dan solidaritas antar mahasiswa adalah kekuatan khas ITS.

Alumni senior sering membimbing junior, menyalurkan peluang, dan menciptakan jejaring profesional yang mendukung perjalanan karier generasi berikutnya. Karakter low-profile namun berdampak besar menjadi ciri khas alumni ITS.

Sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (IKA ITS), Munadi aktif membangun dan memperkuat jejaring alumni. Ia memantau data alumni, baik lulusan baru maupun yang sudah berpengalaman, untuk memastikan potensi mereka dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin setiap alumni, mulai dari fresh graduate hingga senior, mendapatkan kesempatan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya,” ujarnya.

Sinergi dengan rektorat dan civitas akademika juga menjadi bagian dari kontribusinya. Munadi berperan dalam menyampaikan kebutuhan industri dan tren profesional kepada kampus agar kurikulum dapat disesuaikan dengan perkembangan dunia nyata.

Ia juga mendorong alumni untuk berinovasi, termasuk dalam bidang kewirausahaan dan start-up, memastikan ITS menjadi tidak hanya universitas teknik tetapi juga “entrepreneur university” yang melahirkan generasi mandiri dan kreatif.

Melalui peran aktif ini, Munadi membuktikan bahwa hubungan antara alumni dan almamater bukan hanya simbolik. Ia melihatnya sebagai jaringan
yang dinamis, tempat berbagi pengalaman, membangun peluang, dan mengokohkan kontribusi ITS bagi pembangunan nasional.

ITS, bagi Munadi, adalah komunitas yang membentuk daya juang, karakter, dan jejaring profesional yang menopang setiap langkah kariernya—dari Teknik Kimia hingga puncak kepemimpinan di BNI.

Perspektif Industri
Dr. Munadi Herlambang melihat industri dan pembangunan nasional melalui pengalaman lintas sektor, mulai dari pasar modal, BUMN, hingga perbankan.

Menurutnya, BUMN bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga alat strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. “Saya percaya BUMN harus menjadi tempat belajar sekaligus berkontribusi bagi bangsa,” katanya.

Munadi memberikan perhatian khusus pada pengembangan kewirausahaan nasional. Ia memandang pengusaha pribumi dan startup sebagai penggerak utama inovasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia percaya bahwa alumni ITS memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor di bidang ini karena kombinasi pendidikan yang solid dan jaringan profesional yang luas. “Alumni ITS bisa berkiprah di level global, tapi akar inovasinya tetap dari Indonesia,” tambahnya.

Kiprah alumni ITS di dunia internasional juga menjadi fokusnya. Ia yakin, dengan kemampuan teknis yang didukung wawasan bisnis dan kebijakan, lulusan ITS dapat memasuki berbagai sektor strategis global.

Munadi secara aktif memantau data alumni, mendorong kolaborasi, dan membangun jaringan yang mendukung inovasi lintas negara. Baginya, keberhasilan alumni tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi tetapi juga memperkuat reputasi ITS dan membuktikan bahwa pendidikan teknik di Indonesia mampu bersaing secara global.

Keseimbangan antara industri, pendidikan, dan kewirausahaan adalah kunci pembangunan berkelanjutan. Setiap langkah dan strategi yang diambilnya, baik di BUMN maupun dalam jaringan alumni, selalu berlandaskan semangat mempersiapkan generasi muda yang adaptif,

kompeten, dan mampu memanfaatkan peluang. Bagi Munadi, ini bukan sekadar soal karier individu, melainkan kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.

Bangun Jaringan
Di balik kariernya yang cemerlang dan posisi strategisnya, Dr. Munadi Herlambang tetap menekankan pentingnya kerendahan hati dan fokus pada kontribusi nyata.

Ia percaya bahwa kesuksesan tidak selalu berasal dari jalur lurus atau latar pendidikan tertentu, tetapi dari keberanian mengejar passion, kemauan belajar seumur hidup, dan kemampuan beradaptasi di setiap kesempatan.

“Jangan pernah takut mencoba jalur yang berbeda,” pesannya. Ia mendorong generasi muda untuk fleksibel dalam memilih karier dan melihat setiap pengalaman sebagai peluang belajar yang berharga.

Bagi lulusan perguruan tinggi, termasuk ITS, tidak perlu terpaku pada jurusan atau bidang tertentu. Justru, kemampuan berpikir analitis, daya juang, dan keterampilan interpersonal menjadi modal berharga untuk menghadapi dunia profesional yang dinamis.

Munadi juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan memanfaatkan peluang global. Menurutnya, alumni ITS memiliki kapasitas bersaing di tingkat internasional berkat perpaduan kompetensi teknis, wawasan bisnis, dan jejaring profesional.

Ia juga mengingatkan bahwa eksposur bukanlah tujuan utama; alumni yang sukses tetap low-profile, berfokus pada karya dengan dedikasi dan integritas.

Pesan bagi generasi muda bukan hanya tentang karier atau prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter dan integritas. Kesuksesan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian menghadapi tantangan baru.

Dengan prinsip-prinsip itu, setiap mahasiswa, alumni ITS, maupun generasi muda Indonesia dapat menapaki jalan yang unik, penuh peluang, dan memberi dampak positif, baik di tingkat nasional maupun global.

Penghargaan dan Pengakuan
Dr. Munadi Herlambang telah meraih berbagai penghargaan bergengsi yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya di dunia profesional, khususnya di sektor BUMN dan perbankan.

Saat menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, ia memimpin transformasi digital dan menjalin sinergi dengan institusi pendidikan tinggi.

Salah satu pencapaian pentingnya adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan Institut Teknologi Del (IT Del) pada Februari 2023, untuk mengimplementasikan disrupsi digital dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Di sektor perbankan, khususnya di BNI, Munadi dikenal aktif mengembangkan dan mengimplementasikan strategi human capital yang inovatif. Kepemimpinannya dalam mengintegrasikan digitalisasi dengan pengembangan talenta memberikan dampak positif bagi organisasi.

Perjalanan hidup Dr. Munadi Herlambang mencerminkan tekad, rasa ingin tahu, dan kemampuan beradaptasi yang mampu mengubah jalur “tidak biasa” menjadi kisah sukses inspiratif.

Dari Teknik Kimia ITS hingga posisi strategis sebagai Direktur Human Capital & Compliance BNI, setiap langkahnya dibangun di atas fondasi pendidikan, pengalaman, dan jejaring yang ia pelihara dengan konsisten.

Tonton Video Selengkapnya

Artikel Terkait