PTN yang Masih Buka Jalur Mandiri di Bulan Juli 2026, Ada Unesa & Unsoed

Share

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 sudah resmi berakhir. Bagi yang berhasil lolos, tentu ini kabar gembira. Tapi bagaimana dengan ribuan calon mahasiswa yang belum mendapatkan kursi? Tenang, perjuangan belum selesai—sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternyata masih membuka jalur mandiri hingga Juli, bahkan Agustus 2026.

Setidaknya ada 3 PTN yang masih menerima pendaftaran, dimana mekanismenya beragam: mulai dari nilai UTBK, nilai rapor, prestasi akademik maupun nonakademik, sampai ujian tulis berbasis komputer (CBT).

Beberapa deadline di atas sudah sangat dekat. Universitas Brawijaya misalnya, menutup pendaftaran dan pembayaran SMPV pada 5–7 Juli 2026—artinya kalau kamu membaca artikel ini di awal Juli, waktumu tinggal hitungan jam sampai hari.

Universitas Sriwijaya dan UIN Sunan Kalijaga juga menutup pendaftaran pada pertengahan bulan yang sama, sehingga menunda satu-dua hari saja bisa berarti kehilangan kesempatan.

Perlu diingat juga, setiap PTN mengelola jalur mandirinya sendiri, sehingga tidak ada sistem “susulan” seperti pada SNBT. Begitu waktu pendaftaran ditutup di laman resmi kampus, sistem otomatis terkunci dan panitia jarang memberi toleransi, sekalipun alasannya kendala teknis di menit-menit akhir.

Itu sebabnya menyiapkan dokumen jauh-jauh hari jauh lebih aman daripada mengandalkan kejar tayang.

Selain soal waktu, kuota di jalur mandiri juga umumnya lebih terbatas dibanding SNBT, apalagi untuk program studi favorit seperti kedokteran atau teknik.

Semakin cepat kamu mendaftar dan melengkapi berkas, semakin besar peluang untuk diproses lebih awal dan menghindari antrean verifikasi di hari-hari terakhir yang biasanya membludak.

Artikel ini merangkum kampus tersebut lengkap dengan jadwal, jenis seleksi, biaya pendaftaran, dan tips memilih jalur yang tepat, supaya kamu tidak melewatkan kesempatan terakhir tahun ini.

UPN Veteran Jawa Timur — Tutup 22 Juli 2026

UPN Veteran Jawa Timur menyediakan dua skema jalur mandiri, yaitu SM-Prestasi yang menilai rekam jejak akademik maupun nonakademik, dan SM-CBT yang menggunakan ujian tulis berbasis komputer.

Kedua jalur ini memberi opsi baik bagi siswa dengan nilai rapor kuat maupun yang lebih percaya diri mengikuti ujian.

Pendaftaran untuk kedua skema berlangsung hingga 22 Juli 2026, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000. Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan syarat administrasi bisa diakses melalui laman resmi ppmb.upnjatim.ac.id.

Unesa — Tutup 27 Juli 2026 (Gelombang 2)

Universitas Negeri Surabaya membuka Tes Masuk Unesa Berbasis Komputer (TMUBK) Gelombang 2 setelah gelombang pertama ditutup awal Juli.

Ujian ini meliputi Tes Potensi Skolastik dan Literasi (TPSL), sementara peserta yang memilih program studi seni atau keolahragaan wajib menambahkan portofolio sebagai syarat tambahan.

Pendaftaran Gelombang 2 berlangsung pada 15–27 Juli 2026. Karena bentuknya tes langsung (bukan hanya nilai rapor), calon peserta sebaiknya menyiapkan diri dengan latihan soal penalaran dan literasi sebelum jadwal ujian tiba.

Unsoed — Tutup 27 Juli 2026 (Gelombang 3)

Universitas Jenderal Soedirman membuka jalur Mandiri Gelombang 3, yang terdiri dari dua skema: Mandiri UTBK (menggunakan nilai UTBK 2026 ditambah rapor dan prestasi)

dan Mandiri Non-UTBK (murni berdasarkan rapor semester 1–5, indeks sekolah, serta prestasi akademik maupun nonakademik seperti olahraga, seni, dan keagamaan).

Kedua skema dibuka mulai 1 hingga 27 Juli 2026 dengan biaya pendaftaran Rp350.000, dan pengumuman hasil dijadwalkan pada 31 Juli 2026. Fleksibilitas dua skema ini membuat Unsoed cocok baik bagi peserta yang sempat ikut UTBK maupun yang mengandalkan prestasi rapor.

Tips Memilih Jalur Mandiri yang Tepat

Ternyata, Dunia Organisasi Kampus Kasih Banyak Bekal Berharga Buat Kehidupan

Dengan banyaknya pilihan skema di atas, memilih jalur yang paling sesuai bisa membingungkan. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan:

  • Sesuaikan dengan kekuatanmu. Jika skor UTBK kamu cukup tinggi, prioritaskan jalur berbasis nilai UTBK (Unsoed) daripada jalur berbasis tes ulang.
  • Pertimbangkan biaya pendaftaran. Biaya berkisar Rp350.000 hingga Rp650.000 tergantung kampus dan jumlah pilihan program studi—sesuaikan dengan anggaran dan jangan mendaftar asal banyak kampus.
  • Cek kuota dan keketatan tahun sebelumnya. Program studi favorit seperti kedokteran biasanya jauh lebih ketat, jadi siapkan pilihan cadangan yang realistis.
  • Boleh mendaftar di beberapa PTN sekaligus, tetapi tetap pantau jadwal ujian masing-masing agar tidak bentrok waktu pelaksanaan.
  • Siapkan dokumen H-3 sebelum deadline, termasuk rapor, sertifikat prestasi, dan bukti pembayaran, supaya tidak terburu-buru di detik-detik terakhir.

 

Sumber : Liputan 6

Artikel Terkait