Assoc.Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh, S.H., M.Hum, C.T.L, C.M.N. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sumpah Pemuda

Assoc.Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh, S.H., M.Hum, C.T.L, C.M.N. – Pendidikan Hukum Visioner Menuju ke Panggung Dunia

Share

Assoc. Prof. Dr. H. Firman Freaddy Busroh merupakan pemimpin Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) visioner di Indonesia yang aktif di forum internasional. Sejak dilantik menjadi Ketua STIH Sumpah Pemuda Palembang pada tahun 2021, langsung membawa perubahan signifikan dengan orientasi pada standar global.

Sejak awal kepemimpinannya, fokus meningkatkan mutu akademik dosen serta kualitas sarana dan prasarana kampus. Ia memperkuat perpustakaan, membangun Laboratorium Hukum, Ruang Simulasi Sidang, dan Ruang Pelatihan Kemahiran Hukum.

Selain itu, mendirikan Kantor Hukum dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Polis Abdi Hukum STIH Sumpah Pemuda. Kelas perkuliahan direnovasi agar lebih representatif dan dilengkapi sarana modern.

Ia juga membangun ruang server terintegrasi dengan berbagai sistem aplikasi seperti Sisfo, Presensi Digital, dan sistem akademik lain guna memperkuat tata kelola digital.

STIH Sumpah Pemuda merekrut tenaga kependidikan profesional di bidang teknologi informasi, perpustakaan, administrasi keuangan,pengelolaan jurnal, dan penjaminan mutu bersertifikat.

Dibentuk pula Tim Orange untuk membantu dosen dalam sertifikasi, pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta pengelolaan aplikasi seperti Sister, Sinta, Bima, PDDikti, dan Tracer Study.

Akreditasi Unggul
Langkah-langkah Firman segera tampak hasilnya. Pada 3 Oktober 2024, STIH Sumpah Pemuda meraih Akreditasi Institusi Unggul dari BAN-PT. Menjadikannya Sekolah Tinggi Ilmu Hukum pertama di Indonesia yang meraih predikat tertinggi tersebut.

“Kampus ini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi Unggul,” ujarnya.

STIH Sumpah Pemuda terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi hukum yang unggul, berdaya saing global, serta berkontribusi nyata terhadap kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.

STIH Sumpah Pemuda saat ini telah menjalin kerja sama aktif dengan Utrecht University, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), danInternational Islamic University Malaysia (IIUM), yang meliputi kegiatan joint research dan student exchange.

Program unggulannya, Student Mobility Program, mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan budaya lintas negara.

Kampus ini juga telah terdaftar dalam AD Scientific Index (2026), basis data internasional yang menghimpun metrik publikasi dan sitasi peneliti di seluruh dunia, serta tercatat dalam Webometrics.

“Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama institusi di kancah internasional, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas pembinaan karakter, kepemimpinan, dankreativitas mahasiswa,” jelasnya.

Kontribusi Sosial-Ekonomi
Dalam aspek sosial dan ekonomi, STIH Sumpah Pemuda aktif menjalankan program Kampus Berdampak, salah satunya melalui keanggotaan dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT).

Melalui wadah tersebut, mahasiswa dan dosen didorong untuk berpartisipasi dalam pengembangan UMKM, startup, serta program kewirausahaan berbasis hukum.

Dari sisi inovasi, telah dihasilkan berbagai produk riset yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah, seperti rancangan konsep Peraturan Daerah (Perda) serta kajian Omnibus Law yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan hukum di daerah.

Selama tiga tahun terakhir, STIH Sumpah Pemuda telah menghasilkan 38 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan 21 publikasi internasional (Scopus/WoS) yang menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasi hukum.

Dalam upaya pemerataan akses pendidikan, kampus juga memberikan kesempatan luas bagi kelompok kurang mampu melalui program beasiswa yayasan serta bantuan pendidikan dari Dikti.

Go Internasional
berhasil membawa nama Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, harum di kancah dunia. Ia berpartisipasi dalam pertemuan di United Nations Headquarters, Jenewa, Swiss, pada 26 Juni 2023.

Dalam kesempatan tersebut, ia terlibat dalam penyusunan draf “Universal Declaration of Responsibility Use of Artificial Intelligence for The Legal Profession.”

Atas kiprahnya, Firman menerima penghargaan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumatera Selatan (YBH SSB) sebagai Tokoh Inspirasi Sumatera Selatan pada 17 Juli 2023.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan hukum di Sumatera Selatan hingga diakui di tingkat internasional.

Pada 27–28 Januari 2025, Firman kembali tampil di forum bergengsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk “Global Dialogue on Digital Ethics and Human Rights” yang diselenggarakan di United Nations Office at Geneva (UNOG), Jenewa, Swiss.

Penghargaan Bergengsi
Puncak forum internasional PBB tersebut ditandai dengan penganugerahan kepada Firman sebagai Senior Fellow of the AI in Developing Countries Forum.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam memperjuangkan kebijakan etis dan inklusif dalam pengembangan AI, khususnya di negara-negara berkembang.

Dalam kesempatan itu, ia didampingi oleh Wakil Ketua II, Assoc. Prof. Dr. Hj. Fatria Khairo, S.T.P., S.H., M.H., yang turut berpartisipasi dalam berbagai diskusi strategis mengenai peran pendidikan tinggi dalam mencetak generasi pemimpin di era digital.

Forum yang dihadiri oleh delegasi dari lebih dari 70 negara tersebut menjadi ajang penting untuk membahas isu global di bidang teknologi, hukum, dan hak asasi manusia.

Kehadiran pimpinan kampus dalam forum ini menunjukkan kapasitas institusi sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga aktif memberikan kontribusi pemikiran bagi solusi atas tantangan global.

 

Artikel Terkait