Pemimpin Redaksi majalah Ekonomi Indonesia Bambang Sadono bersama Nixon LP Napitupulu Direktur Utama BTN

Profesional dan Kaya Pengalaman Figur di Balik Manajemen BUMN

Share

Lepas dari berbagai kritik bagaimana pemerintah memilih pengelola manajemen puncak di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kami menemukan figur-figur  yang kaya pengalaman dan profesional di bidangnya.

Hal ini sangat berkesan ketika kami mewawancarai Komisaris Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Ir. Rauf Purnama, M.Si, IPU, yang lahir di Garut pada 21 Maret 1943.

Beliau menyelesaikan S1 Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan S2 di Universitas Negeri Jakarta, serta mengawali karier di BUMN Pupuk Kujang.

Pernah menjabat sebagai Direktur Litbang PT Petrokimia Gresik, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, dan Direktur Utama PT ASEAN Aceh Fertilizer.

siapa yang meragukan pengalamannya dalam mengelola perusahaan milik negara dan membangun industri, termasuk industri pertambangan. Semangatnya pun luar biasa.

bicaranya dengan lantang dan sistematis, belum lagi soal idealisme yang tinggi. Ia sangat mendukung gagasan Presiden Prabowo untuk memaksimalkan pemanfaatan pertambangan demi kemakmuran rakyat.

“Pertambangan itu dibagi tiga kawasan: upstream, intermediate, dan downstream. Di banyak negara, hanya hilir yang bisa diserahkan pada asing. Bahkan, kalau di hulu pasti dipegang negara sendiri,” ujarnya.

Tugas utamanya saat ini adalah mengawasi jalannya perusahaan agar sesuai prosedur dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Beliau juga rutin berdiskusi dengan jajaran direksi dan memberikan masukan strategis.

Memang “hanya” mengawasi, tetapi dengan kualitas dan pengalaman seperti ini, dampaknya bagi kemajuan perusahaan pasti terasa. Misalnya, usulan hilirisasi dengan mengolah nikel menjadi stainless steel. Bisa, Pak?

“Harus bisa,” jawabnya penuh semangat.

Terus di Perbankan
Hal serupa kami temui saat mewawancarai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. Lahir di Medan pada 1969, ia menyelesaikan pendidikan di bidang Ekonomi Akuntansi di Universitas Sumatera Utara (USU).

Kariernya di dunia perbankan dimulai dengan bekerja di Bank Ekspor Impor dan Bank Mandiri. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen, sebelum bergabung dengan BTN pada 2017.

Di sana, ia menduduki berbagai posisi direktur hingga menjadi Wakil Direktur Utama BTN, dan akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama BTN sejak 2023 hingga kini.

Tidak ada yang perlu diragukan dari profesionalitas maupun rekam jejak panjangnya. Nixon pernah berkarier di Bank Mandiri, yang dikenal sebagai kampus persiapan para banker andalan Indonesia.

Prestasinya pun menarik, dengan BTN berhasil masuk lima besar perbankan Indonesia berdasarkan aset, setelah Bank BRI, Mandiri, BNI, dan BCA.

“Kalau dari laba belum, karena BTN juga harus melayani misi pemerintah dalam memberikan kredit rumah bersubsidi,” ujarnya.

Meski begitu, misi bunga murah untuk KPR bersubsidi tersebut akan dit dengan berbagai peluang lainnya. Tanpa meninggalkan bidang perumahan,

BTN juga akan menggarap potensi pasar pendukung lain, seperti industri semen, listrik, air, dan sebagainya yang menunjang ekosistem perumahan.

“Saya tak pernah meninggalkan dunia perbankan,” tambahnya.

Demikianlah majalah Ekonomi Indonesia akan mewawancarai figur yang diandalkan oleh BUMN maupun Danantara, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan penerimaan negara,

mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta menjadi sarana peningkatan kesejahteraan rakyat. Bahkan, bersama penerbit Citra Almamater, kami akan menerbitkan buku 100 Dirut/Komut Inspirasi Indonesia.

Artikel Terkait

Scroll to Top