Dr. Agung Wicaksono, M.Sc., MBA. - Direktur PT Pertamina

Dr. Agung Wicaksono, M.Sc., MBA. – Produksi Migas Diperkuat Kembangkan Energi Bersih

Share

Dr. Agung Wicaksono, M.Sc., MBA merupakan profesional di bidang korporasi, akademisi, dan birokrasi. Lulusan sarjana Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan sejak 2008 menjadi dosen di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Selama menjadi penanggung jawab pendanaan dan investasi yang masuk ke IKN, berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp 65 triliun.

Pencapaian penting juga terlihat pada skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Pada 2022, bertugas sebagai Wakil Ketua (Deputy Chair) Gugus Tugas Energi, Keberlanjutan, dan Iklim pada Business 20 (B20), bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Pengalaman tersebut memperkuat peran saat ini di Pertamina untuk mendorong transformasi bisnis yang terintegrasi dengan agenda keberlanjutan, penguatan tata kelola, serta kesiapan menghadapi dinamika transisi energi.

Penyederhanaan Bisnis
Agung Wicaksono menyampaikan bahwa untuk mencapai swasembada energi dan menurunkan kompleksitas operasional, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan proses streamlining atau penyederhanaan operasional bisnis Pertamina.

Proses merger tiga anak usaha sedang berjalan, yaitu PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Hasilnya akan membentuk satu Subholding Downstream (hilir). Sebelumnya Pertamina memiliki enam subholding, yakni Subholding Upstream (hulu), Refining and Petrochemical (kilang dan petrokimia), Commercial and Trading (pemasaran, distribusi, perdagangan), Gas, Integrated Marine Logistics (pengapalan, logistik, dan layanan maritim), serta Power and New Renewable Energy (PNRE atau energi terbarukan). Setelah integrasi, jumlahnya menjadi empat subholding, yaitu Upstream, Downstream, Gas, dan PNRE.

“Kami pastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses merger, prinsipnya
no one left behind, tidak ada yang ditinggal,” katanya.

Percepatan Transformasi
Dengan diresmikannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden
Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026, menjadi penanda bahwa Pertamina terus melakukan
percepatan transformasi untuk memperkuat kapasitas pengolahan energi nasional.

Kilang ini menjadi salah satu proyek strategis nasional. Kapasitas produksi meningkat dari 260.000
barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

Peningkatan ini memperkuat peran Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi domestik serta menjaga ketahanan pasokan.

Agung Wicaksono menyatakan, setiap lini memiliki tantangan dan pekerjaan rumah, mulai dari transformasi wajah SPBU hingga peningkatan produksi, termasuk pembangunan kilang.

Pertamina terus berbenah melalui penerapan dual growth, yakni penguatan bisnis minyak dan gas
yang ada bersamaan dengan pengembangan bisnis rendah karbon.

“Ini menunjukkan bahwa dual growth strategy bukan hanya omon-omon, memang kami lakukan,” katanya.

Low Carbon Business
Penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% atau B40 di Indonesia telah memecahkan rekor. Bauran energi bersih yang digunakan di dalam negeri menjadi yang tertinggi di dunia.

Agung Wicaksono menyatakan B40 merupakan bagian dari low carbon business dalam upaya transisi energi. Kebijakan ini juga memberikan penghematan devisa negara yang sangat besar, mencapai
Rp 675 triliun pada periode 2020 sampai 2025.

Ia menjelaskan, perjalanan biofuel di Indonesia dimulai dari B2,5, lalu B20, B30, dan kini B40. Selanjutnya pemerintah menargetkan uji coba B50.

Sejak penerapan B20, impor diesel atau solar tidak lagi dilakukan karena kebutuhan telah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Indonesia juga diproyeksikan tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar, bahkan untuk sektor swasta.
Pertamina juga mengembangkan energi bersih di sektor bensin melalui pencampuran etanol seperti produk Pertamax Green 95, yang telah tersedia di 163 SPBU di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jabodetabek.

“Karenanya, Pertamina tengah menyiapkan integrasi hulu terkait energi bersih,” katanya.

Bioetanol 10%
Agung Wicaksono melihat potensi bioetanol sebagai solusi strategis bahan bakar alternatif yang bisa diterapkan secara bertahap di Indonesia.

Bioetanol dinilai memiliki keunggulan karena bersumber dari bahan nabati, dapat diproduksi di dalam negeri, serta mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakarfosil dan impor energi.

Brasil menjadi contoh sukses pengembangan energi terbarukan berbasis bioetanol. Negara itu telah 100% menggunakan etanol (minimal E30) dan mampu menekan emisi hingga 2,4 miliar ton CO₂.

Melalui perusahaan energi nasionalnya, Petrobras, pemanfaatan tebu (sugarcane) dioptimalkan untuk produksi bioetanol sebagai sumber energi skala luas.

Keberhasilan tersebut juga memberi dampak positif bagi kelestarian hutan Amazon karena penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan ikut menekan laju deforestasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Pengalaman Brasil dinilai relevan sebagai rujukan bagi Indonesia dalam rencana pengembangan bahan bakar campuran bioetanol 10% (E10), yang sedang disiapkan pemerintah.

“Ini pelajaran bagi Indonesia. Bioetanol akan tekan emisi, kurangi impor, dan buka lapangan kerja
baru di pertanian,” katanya.

Pernah Aktif di UKP Saat Presiden SBY

Setelah menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Wicaksono melanjutkan studi S2 di Jerman hingga meraih dua gelar Magister. Ia juga sempat berkarier di Jerman sebagai konsultan manajemen di Roland Berger (2002-2003), yang menjadi bekal awal dalam memahami praktik bisnis dan manajemen global.

Melanjutkan karier di pemerintahan melalui Unit Kerja Presiden (UKP) pada era Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY). Dari penugasan tersebut, ia banyak belajar mengenai perumusan
kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat bertugas di Kementerian ESDM, ia turut terlibat dalam upaya pemberantasan mafia migas.
Ketika menjabat Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (2018-2020), berhasil meletakkan dasar integrasi transportasi publik Jakarta.

Di awal masa tugasnya, integrasi TransJakarta dengan berbagai moda transportasi lain dilanjutkan, termasuk penguatan program JakLingko sebagai konsep integrasi moda MRT, TransJakarta,
LRT, bus kecil, dan angkot.

Menjabat Managing Director PT Jababeka Infrastruktur (2021-2023), sebelum dipercaya menjadi Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) (2023-2025), lembaga yang bertanggung jawab dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.

“Proyek IKN adalah tantangan besar sekaligus kesempatan emas bagi kita semua untuk membangun kota masa depan yang berkelanjutan,” katanya.

Agen Perubahan
Sebagai alumni angkatan 1995, Agung menyatakan ITB merupakan tempat ia dididik, dibentuk, dan dikembangkan dengan nilai kepemimpinan yang mendorong kemajuan.

Ia termasuk mahasiswa yang aktif dalam gerakan reformasi 1998 dan terbiasa berada di lingkungan yang menanamkan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi, termasuk peran kepemimpinan dalam gerakan mahasiswa 1998 yang mendorong perubahan besar di Indonesia, membentuk pandangannya bahwa
ITB bukan sekadar kampus, melainkan ruang pembelajaran untuk memimpin dan menjadi agen
perubahan.

Pengalaman tersebut terus terbawa dalam perjalanan akademik dan profesionalnya. Selain sebagai pengajar, ia juga pernah menjadi kandidat Rektor ITB periode 2025-2030, dengan komitmen membawa ITB semakin maju dan memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi kelas dunia.

Ia meyakini potensi besar ITB dapat diwujudkan melalui kerja bersama seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, inovasi menjadi fondasi utama untuk menjadikan ITB sebagai pusat solusi dan lahirnya gagasan baru, tidak hanya dalam bentuk teknologi, tetapi juga solusi konkret bagi persoalan masyarakat.

Kolaborasi menjadi elemen penting melalui penguatan kerja sama lintas fakultas dan sekolah guna menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus diperluas dengan perguruan tinggi dan industri.

“Kami harus menjadi bagian dari solusi untuk setiap tantangan bangsa ini,” jelasnya.

Artikel Terkait

Scroll to Top