Bertemu dengan Direktur PT CAB Eko Laksanto, Nia juga melihat aktivitas penerbitan buku dan majalah yang dikelola Penerbit Citra. Sekaligus membeli beberapa buku terbaru.
Library of Congress adalah perpustakaan riset resmi yang melayani Kongres Amerika Serikat. Secara de facto, lembaga ini juga berperan sebagai perpustakaan nasional Amerika Serikat, dengan koleksi yang mencakup berbagai sumber informasi dari seluruh dunia.
Bagi Kongres dan para pengambil kebijakan, informasi tentang negara-negara strategis menjadi bagian penting untuk memahami perkembangan berbagai kawasan.
Oleh karena itu, buku, jurnal, hasil riset universitas, hingga majalah kedinasan dari Indonesia turut menjadi bagian dari sumber informasi yang dikumpulkan.
Sumber Referensi
Koleksi tersebut penting untuk memberikan gambaran tentang perkembangan Indonesia di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hukum, sosial, hingga pariwisata.
Keberadaan buku-buku terbitan Indonesia di LoC menunjukkan bahwa karya penerbit dan penulis Indonesia memiliki peluang untuk menjadi sumber referensi di tingkat internasional. Buku tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan sebuah negara.
Kunjungan Nina Kania Dewi ke PT CAB memiliki makna tersendiri, selain melihat langsung proses penerbitan, juga membuka hubungan antara penerbit Indonesia dengan lembaga riset dan perpustakaan berjangkauan internasional.
Kehadiran perwakilan LoC menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih luas berbagai buku terbitan PT CAB, bahkan beberapa dibeli langsung, seperti 100 Alumni ITB Kebanggaan Almamater, 100 Alumni ITS Kebanggaan Almamater, 100 Rektor PTN/PTS Inspirasi Indonesia, 100 Anggota DPR/DPD RI Inspirasi Indonesia, 100 Perguruan Tinggi Akreditasi Unggul, 73 Alumni Universitas Gadjah Mada, serta Sihir Patah Hati Didi Kempot.
Jejak Buku
Menariknya, sejumlah karya yang diproduksi PT CAB dan disunting Bambang Sadono (BS), pendiri Penerbit Citra, telah menjadi bagian dari database Library of Congress. Hingga kini, tercatat 24 buku karya BS masuk ke database tersebut sejak 1980-an.
Beberapa di antaranya adalah *Bambang Sadono: Sejumlah Kritik*, *Menjadi Wartawan Indonesia*, *Surat Cinta Ke-13*, *Irama Gambang: Sebuah Dinamika Budaya – Kolom-Kolom Bambang Sadono di Harian Suara Merdeka 1990–1996*, dan *Penyelesaian Delik Pers secara Politis*.
Ada juga *100 Tokoh Inspirasi Jawa Tengah*, *Saya Berkarya Karena Itu Saya Ada: 69 Tahun Bambang Sadono*, *Buku Pintar Seorang Penulis*, *Pengalaman 64 Alumni Universitas Diponegoro*, *Jalan Tengah Mengawal Reformasi: Kolom-Kolom Bambang Sadono di Harian Suara Karya 2001–2004*, serta *Gerakan Non-Blok: Posisi dan Tantangannya*.
Selain itu, ada *Profil Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 1996*, *Bung Harmoko Temu Kader di Jawa Tengah*, *Apa & Siapa Orang Yogyakarta*, *Pengalaman 72 Alumni Universitas Indonesia*, *Apa & Siapa Caleg Golkar Jawa Tengah: DPRD I Pemilu 1997*, dan *H.M. Ismail: Menggali Emas Jawa Tengah*.
Judul lainnya mencakup *Tokoh & Potensi Kunci Jawa Tengah: Apa & Siapa*, *Membangun Demokrasi secara Dewasa*, *Pengalaman 60 Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB)*, serta *Pendidikan dan Globalisasi*.
Dua puluh empat judul ini menunjukkan rentang tema yang luas, mulai dari jurnalistik, politik, demokrasi, pendidikan, budaya, perguruan tinggi, hingga profil tokoh.
Koleksi ini membuktikan bahwa perjalanan sebuah buku tidak berhenti saat diterbitkan, melainkan bisa menjadi bagian dari dokumentasi pengetahuan dan sumber informasi untuk memahami perkembangan Indonesia.
Ruang Kolaborasi
Kehadiran Nina Kania Dewi di kantor PT CAB menegaskan pentingnya hubungan antara penerbit, penulis, dan lembaga pengelola pengetahuan. Setiap buku yang diterbitkan berpotensi menjadi bagian dari sumber informasi yang lebih luas.
Selama ini, PT CAB telah menerbitkan berbagai buku tentang tokoh, pendidikan, politik, ekonomi, dan perkembangan masyarakat, yang menjadi upaya mendokumentasikan pemikiran serta pengalaman para tokoh Indonesia.
Bagi Eko Laksanto, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan aktivitas penerbitan sekaligus melihat peluang kerja sama lebih luas. Kehadiran LoC membuktikan bahwa karya penerbit Indonesia juga bisa mendapat perhatian dari lembaga internasional.
Selain menerbitkan buku, PT CAB juga mengelola majalah bulanan seperti Politik Indonesia, Ekonomi Indonesia, Kampus Indonesia, dan Kesehatan Indonesia.
Buku-buku yang masuk database Library of Congress menjadi jejak perjalanan PT CAB dan para penulisnya, di mana karya yang diterbitkan hari ini dapat menjadi dokumen penting untuk memahami Indonesia di masa depan.
PT CAB dan BS tentu memiliki kebanggaan tersendiri terhadap buku-buku yang telah sampai ke posisi terhormat di gedung Kongres Amerika Serikat, kawasan Capitol Hill, Washington, D.C.(*)







