Grup podcast dengan ciri utama wawancara jarak jauh dengan platform zoom ini, mulai aktivitas 25 Mei 2020, saat pandemi Covid 19 melanda seluruh negeri bakan seluruh dunia.
Setelah tidak begitu aktif di kegiatan politik, Bambang Sadono (BS) memanfaatkan teknologi digital untuk mengasah kembali ketrampilan jurnalistiknya.
BS, 20 tahun bekerja di Harian Suara Merdeka Semarang, dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Pemimpin Redaksi, sampai dengan 1997, saat menjadi anggota DPR RI.
Sejak 1999 menjadi Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya saat juga menjadi Sekjen pengurus pusat PWI.
Di tengah berbagai aktivitas sebagai politisi, kegiatan jurnalistiknya tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masih menerbitkan berbagai media, antara lain Majalah Legislatif, sampai ketika menjadi anggota DPD RI, 2024- 2019.
Majalah Politik Indonesia ini merupakan kelanjutkan dari berbagai aktivitas tersebut. Bedanya saat ini juga disertai dengan edisi online, yang bebas di baca siapa dan di mana saja.
Sebagai veteran pekerja media, dengan bantuan teknologi digital, BS menikmati kembali romantikanya sebagai wartawan. Lebih efektif dan lebih efisien. Sehari bisa wawancara sampai 5 narasumber, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan juga ketika narasumber ada di luar negeri.
Dari hasil wawancara yang saat ini diperkirakan sudah mencapai sekitar 2.000 an naras umber selama lima tahun tersebut, kemudian didokumentasikan dalam
bentuk buku, dan mulai akhir 2024, diwujudkan dalam bentuk majalah.
Buku-buku hasil wawancara online yang pernah diterbitkan antara lain Lord Didi, berisi berbagai komentar para tokoh tentang Didi Kempot bintang music Campursari yang pernah sangat populer.
Kemudian buku buku tentang alumni perguruan tinggi. Mulai dari buku Alumni Universitas Diponegoro, Universitas Gajahmada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan 100 Perguruan Tinggi Akreditasi Unggul.
Kemudian lahir Majalah Politik Indonesia, 1 Oktober 2024, membersamai dilantiknya anggota DPR-RI dan DPD-RI periodea 2024-2029.
Kemudian menyusul Majalah Kampus Indonesia, Ekonomi Indonesia, dan Kesehatan Indonesia. Juga sedang menyiapkan buku-buku “100 Bupati-Walikota Indonesia”, “100 Rektor Inspirasi Indonesia”, “100 Anggota DPR-DPD RI Inspiratif”, dan lain lain.
Di tengah situasi bisnis media yang tidak baik-baik saja, terutama dengan makin surutnya kejayaan media cetak dan media penyiaran, kehadiran ini memang tidak sepenuhya dengan misi bisnis.
Idealisme sebagai pers perjuangan, seperti misi para senior jurnalis di awal kemerdekaan, menjadi semangatnya. Manajemen media yang sehat, pasti harus diupayakan.
Dengan seefisien mungkin, supaya nafas perjuangannya juga menjadi panjang. Terimakasih atas dukungan banyak fihak, yang memungkinkan kami terus menapaki jalan profesi ini. Tidak mudah, tetapi cukup membanggakan.***







