Filosofi Lima Jari Menjadi Pegangan

Share

Pemimpin Bangsa Group, Bambang Sadono (BS), menegaskan bahwa sebenarnya dirinya terpaksa masih memimpin perusahaan hingga saat ini. Sejak lama ia terus berusaha menyiapkan pengganti agar roda organisasi tidak hanya bergantung pada satu orang. Hal itu disampaikan dalam peringatan HUT ke-6 yang digelar di Kampung Laut Semarang, Senin 25 Mei 2026.

BS menyebut, tantangan terbesar Bangsa Group saat ini bukan hanya soal bisnis media yang tengah menghadapi tekanan, tetapi juga bagaimana menyiapkan generasi penerus untuk jangka panjang. Ia menilai proses regenerasi harus dimulai sejak sekarang.

Menurutnya, bisnis media Bangsa Group masih mampu bertahan meski ekosistem media sedang tidak mudah. Namun, ia mengakui sedikit demi sedikit peran dan tanggung jawabnya perlu dibagikan.

“Saya menargetkan dalam waktu maksimal lima tahun sudah ada pengganti yang benar-benar siap memimpin,” ujarnya.

Filosofi Lima Jari
Dalam kesempatan itu, BS juga membagikan resep kehidupan dan kerja yang ia yakini, digambarkan melalui lima jari tangan yang masing-masing punya makna dalam perjalanan menuju keberhasilan.

Filosofi sederhana ini menjadi pegangan dalam hidup dan membangun usaha media. Jari kelingking melambangkan ide, karena banyak kesuksesan berawal dari hal kecil.

Ia selalu mendorong agar setiap orang membawa ide baru setiap hari. Jari manis melambangkan kapasitas dan potensi diri, simbol penghormatan terhadap kemampuan.

Jari tengah berarti jaringan, yang menurutnya adalah kunci keberhasilan. Jaringan harus dibangun dan dipelihara setiap hari, karena saat relasi sudah sampai ke level atas, peluang kerja sama akan lebih mudah diperoleh.

“Kunci yang saya pegang sampai sekarang ada di jaringan. Jaringan itu harus terus dibuat dan dipelihara,” katanya.

Kerja Kehidupan
BS melanjutkan, jari telunjuk menggambarkan leadership dan kerja keras. Semua ide, kapasitas, dan jaringan tidak akan berjalan jika seseorang malas
bekerja.

Karena itu ia menekankan pentingnya kerja keras yang dibarengi kerja cerdas agar seluruh potensi bisa bergerak maksimal dan tidak berhenti hanya menjadi gagasan.

Adapun jempol disebut sebagai bagian paling menentukan karena berkaitan dengan keberuntungan, Tuhan, kemanusiaan, lingkungan sosial, dan alam. Ia
mengaku sejak dulu sangat percaya bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan kemampuan manusia, tetapi juga kehendak Tuhan.

Karena itu penting untuk terus berbuat baik, membantu sesama, dan memperbanyak amal. Hubungan manusia dengan lingkungan sosial dan nilai kemanusiaan juga ikut menentukan perjalanan hidup seseorang.

Seluruh prinsip itu disebut telah ia buktikan sendiri dalam perjalanan hidupnya. Meski sudah pensiun, ia masih tetap memiliki aktivitas di dunia media. Di tengah kondisi industri media yang sedang sulit, ia bersyukur Bangsa Group masih bisa bertahan dan terus berjalan meski secara sederhana.

“Kalau Tuhan sudah berkenan, semuanya bisa jalan,”
katanya.

Jiwa Perusahaan
Direktur Bangsa Group, Eko Laksanto, mengatakan BS sejak dulu hingga kini tidak pernah menulis dengan tujuan menjelekkan orang. Di dunia media, BS tidak pernah memanfaatkan kesalahan orang lain sebagai cara utama untuk meraih keuntungan.

Menurut Eko, karakter itu sudah melekat sejak lama dalam perjalanan Bangsa Group. Karena itu, perusahaan tetap memiliki ciri khas dalam menjalankan media, meski harus menghadapi perubahan besar di industri yang kian kompetitif.

Eko optimistis dengan keberlangsungan Bangsa Group dan berbagai unit medianya, seperti Penerbit Citra, kanal YouTube Inspirasi Jawa Tengah, Inspirasi untuk Bangsa, Bangsa TV, Majalah Politik Indonesia, Kampus Indonesia, Ekonomi Indonesia, hingga Kesehatan Indonesia.

“Walaupun perusahaan ini kecil, tapi small is beautiful,” ujarnya.

Ekosistem Menulis
Wartawan senior Anto Prabowo mengaku bergabung dengan Bangsa Group secara spontan. Setelah pensiun dari Suara Merdeka dan sempat mengajar di Unika Soegijapranata, ia merasa memiliki banyak waktu luang dalam kesehariannya.

Ia tetap membutuhkan sistem yang bisa mendorongnya lebih disiplin dan aktif menulis. Karena itu, ia memutuskan bergabung dengan ekosistem Bangsa Group agar tetap memiliki ruang untuk berkegiatan dan produktif.

Selama bergabung, ia banyak belajar, terutama tentang sudut pandang dalam penulisan. Ia mengakui hal itu tidak mudah, tetapi melalui proses di Bangsa Group, ia mulai memahami cara melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas dan beragam.

“Saya merasa perlu didorong sistem supaya tetap aktif menulis,” kata Anto

Sisi Lain
Wartawan senior Bagas Pratomo mengenang kesan pertamanya terhadap BS saat masih bekerja di Suara Merdeka. Waktu itu, BS menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi dan dikenal sangat tegas dalam pekerjaan, dengan standar kerja yang tinggi.

Bagas mengaku dulu merasa kurang cocok karena menurutnya BS tidak memberi toleransi, semua harus dijalankan tanpa banyak bantahan. Ia pun menjaga jarak dan merasa hubungan kerja saat itu cukup berat.

Namun pandangannya berubah ketika melihat BS sekarang yang dinilai lebih manusiawi dan banyak membangun pertemanan. Setelah bergabung di Bangsa Group, Bagas mulai melihat sisi lain BS yang dulu belum ia pahami, dan akhirnya mengenalnya dari banyak sudut berbeda.

Penulis sekaligus dosen Usman Wafa menambahkan, Bangsa Group memberi ruang bagi penulis untuk berkembang sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing, sehingga ia tetap berusaha terlibat dalam kegiatan menulis meski waktunya terbatas.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman penghargaan bagi tiga penulis terbanyak periode Februari–Mei 2026 sebagai apresiasi dan penyemangat.

Penghargaan yang diberikan tiap tiga bulan ini dimenangkan oleh Agus Widodo dari Blora sebagai penulis terbanyak pertama, diikuti Dwiani Larasati dari Semarang di posisi kedua, serta Ganug Adi Nugroho dari Solo.

Suasana berlangsung hangat dengan nuansa kekeluargaan di tengah pertemuan para penulis, pengelola media, dan komunitas Bangsa Group.

Momentum tersebut menjadi penanda perjalanan enam tahun berkarya Di tengah tekanan industri media, upaya menjaga ruang kolaborasi dan produktivitas para penulis tetap menjadi bagian penting yang terus dipertahankan.

 

Artikel Terkait