UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe – Padukan Agama dan Budaya

Share

Sejarah panjang UIN Lhokseumawe, awalnya sebagai Akademi Ilmu Agama swasta yang berdiri pada 12 Juni 1969. Kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS).

STIS yang awalnya hanya memiliki jurusan Hukum Keluarga Islam berkembang menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta Malikussaleh dengan tambahan jurusan seperti Pendidikan Agama Islam, Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Transformasi besar terjadi pada 4 Februari 2004 ketika statusnya berubah dari swasta menjadi negeri, menjadi STAIN Malikussaleh, yang kemudian berganti menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Pada tahun 1922, Prof. Dr. Danial, M. Ag diangkat sebagai rektor. Ia diberi amanah untuk mempersiapkan perubahan menjadi Universitas Islam Negeri. Pada 8 Mei 2025, Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2025 mengesahkan alih status menjadi UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kini menjadi universitas Islam negeri kedua di Indonesia yang mengusung nama perempuan, yakni Sultanah Nahrasiyah.

Menurut Danial, Sultanah Nahrasiyah adalah pengendali ekonomi Asia Tenggara pada abad ke-15 dan perempuan pertama yang menjadi ratu di wilayah tersebut, bahkan lebih luas dari Nusantara.

Nama ini dipilih untuk menghormati perempuan sekaligus menunjukkan sejarah penting posisi perempuan dalam Islam, khususnya di Kerajaan Samudra Pasai yang telah memiliki dua ratu penting pada abad ke-15.

Hal ini juga menegaskan bahwa isu egalitarianisme dan emansipasi perempuan telah ada jauh sebelum Barat mempopulerkannya.

Perubahan Signifikan
Perubahan status menjadi UIN membawa dampak besar terutama dalam akses ilmu pengetahuan. Sebelumnya, masyarakat hanya dapat mengakses ilmu agama yang ada di Institut Agama Islam Negeri.

Dengan menjadi UIN, lembaga ini membuka peluang untuk mengembangkan berbagai rumpun ilmu umum seperti psikologi, politik, sosiologi, informatika, teknik, farmasi, kesehatan, komunikasi, dan multimedia.

Prof. Danial menekankan bahwa akses publik terhadap perguruan tinggi ini akan semakin meluas dan itu menunjukkan bahwa lembaga pendidikan ini dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin orang.

Ia berharap Lhokseumawe dapat menjadi kota utama pendidikan di Provinsi Aceh, setara dengan Banda Aceh. Selain itu, integrasi ilmu umum dengan ilmu agama juga menjadi salah satu nilai tambah dalam status baru ini.

Semua ilmu yang bermanfaat, baik dari rumpun ilmu alam, sosial, maupun humaniora, terkandung dalam sumber utama Islam, Alquran. Oleh karena itu diharapkan ada sinergi yang harmonis antara studi keislaman dan sains modern yang selama ini dipandang terpisah.

Untuk pengembangan program studi baru, UIN Sultanah Nahrasiyah tengah menyiapkan beberapa jurusan yang siap menerima mahasiswa mulai tahun ini. Antara lain membuka program studi informatika, psikologi, dan linguistik, serta membuka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Student Body
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe saat ini memiliki struktur akademik yang cukup lengkap dengan empat fakultas dan satu program pascasarjana. Memiliki Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan 10 jurusan.

Fakultas ini mencakup jurusan seperti Pendidikan, Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Indonesia, hingga pendidikan matematika, serta pendidikan anak usia dini dan pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah. Juga program Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Selain itu, universitas memiliki Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yang menaungi empat jurusan seperti perpustakaan dan informasi Islam, bimbingan konseling Islam, komunikasi penyiaran Islam, dan Alquan serta ilmu tafsir.

Fakultas Syariah juga memiliki empat jurusan yang unik termasuk hukum negara, hukum keluarga Islam, hukum ekonomi syariah, serta jurusan astronomi Islam yang menjadi pembeda utama.

Sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menampung jurusan perbankan syariah, akuntansi syariah, dan ekonomi syariah. “Distingsi kami dengan banyak kampus lain, yaitu jurusan Ilmu Falaq.” jelasnya.

Di jenjang pascasarjana, UIN ini menyediakan lima program strata dua (S2) yang meliputi pendidikan agama Islam, manajemen pendidikan Islam, hukum keluarga Islam, ekonomi syariah, dan komunikasi penyiaran Islam.

Untuk program doktoral (S3), saat ini hanya satu prodi yang aktif, yaitu Islamic Studies dengan 56 konsentrasi. Jumlah total program studi yang tersedia di seluruh jenjang akademik, yaitu strata 1, 2, dan 3, mencapai 26, dengan jumlah mahasiswa saat ini sekitar 6.700 orang.

Kapasitas penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya dapat mencapai 1.000 hingga 1.200 mahasiswa untuk strata 1, sementara strata 2 dapat menerima 200 hingga 400 mahasiswa.

Budaya dan Agama
UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memiliki posisi yang kuat secara sosioantropologis dan geografis di wilayah Aceh yang terkenal dengan kekayaan budaya dan kedalaman agama.

Secara sosioantropologis, UIN Lhokseumawe berada dalam masyarakat yang sangat kaya akan budaya dan sangat religius, sehingga meningkatkan minat masyarakat Aceh untuk memilih universitas ini sebagai tempat belajar agama.

Secara geografis, lokasinya yang strategis berada di antara Medan dan Banda Aceh, dengan konsentrasi tinggi lembaga pendidikan tinggi, madrasah, sekolah, dan pesantren, memberikan keunggulan tersendiri.

Salah satu keistimewaan unik UIN Sultanah Nahrasiyah adalah keberadaan pesantren kampus, Maahad Al Jamiah, yang menjadi bagian integral dari kurikulum.

“Setiap mahasiswa baru diwajibkan masuk pesantren selama setahun, mereka belajar kitab kuning dan kitab qurais pada pagi dan malam hari, selain kuliah di siang hari,” jelasnya.

Hingga saat ini, alumninya telah tersebar luas di berbagai sektor. Mereka berkiprah sebagai anggota legislatif di tingkat DPR berbagai tingkatan, pengusaha, pejabat eksekutif di dinas dan pemerintahan daerah, serta akademisi dan pimpinan pendidikan pesantren di Aceh dan Sumatera Utara.

“Dalam 5 tahun terakhir, sekitar 40% mahasiswa berasal dari luar Aceh, dan banyak yang bekerja di lembaga hukum dan keuangan syariah,” jelasnya.

Fokus Internasional
Fokus utama pengembangan ke depan setelah status universitas diperoleh adalah transformasi kelembagaan, termasuk pembukaan jurusan baru berbasis ilmu pengetahuan alam seperti informatika, komputer, dan multimedia.

Jurusan ilmu sosial seperti psikologi dan hubungan internasional, serta ilmu humaniora seperti komunikasi dan linguistik, juga akan dikembangkan.

Internasionalisasi menjadi prioritas penting dengan kehadiran dosen dari Turki dan Malaysia di tingkat pascasarjana, serta rencana perluasan kerja sama dari Asia ke Eropa, Australia, dan Amerika.

Digitalisasi, penguasaan bahasa asing, dan peningkatan akreditasi institut menjadi prioritas utama, dengan target meraih akreditasi unggul dan standar internasional.

UIN Sultanah Nahrasiyah bercita-cita menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi pusat studi agama yang kuat secara budaya dan akademik, tetapi juga berkembang menjadi kampus modern dan internasional dengan berbagai inovasi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Tonton Video Selengkapnya

Artikel Terkait