Komitmen Pers Perjuangan Menjadi Acuan Media Ini

Share

Sebagai bagian dari keluarga Inspirasi Bangsa Group, majalah ini ikut bersyukur merayakan ulang tahun ke lima yang berlangsung sederhana, 25 Mei 2025. Juga “100 Bupati-Walikota Indonesia,” “100 Rektor Inspirasi Indonesia,” dan lainnya

Grup podcast yang fokus pada wawancara jarak jauh menggunakan platform Zoom ini mulai beraktivitas pada 25 Mei 2020, saat pandemi Covid-19 melanda dunia.

Setelah tidak lagi aktif di dunia politik, Bambang Sadono (BS) memanfaatkan teknologi digital untuk kembali mengasah keterampilan jurnalistiknya.

Ia sering mengatakan bahwa wawancara dan menulis, dua keterampilan mendasar dalam jurnalistik, sudah menjadi hobi yang mendarah daging baginya.

Sebagai veteran media, BS menikmati kembali romantika sebagai wartawan berkat bantuan teknologi digital. Aktivitasnya menjadi lebih efektif dan efisien,

dengan kemampuan mewawancarai hingga lima narasumber dalam sehari dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan luar negeri. Dimulai dari ruang tamunya,

dibantu anak-anaknya Bayu, Resky, dan Raja, BS mulai mewawancarai siapa saja tentang berbagai topik, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga puisi, kuliner, musik, banjir, konflik partai, dan perdebatan ekonomi.

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, bentuk bisnisnya mulai terlihat. Meski pernah menerbitkan buku tentang Didi Kempot yang kurang laku, ia berhasil menerbitkan buku tentang alumni perguruan tinggi yang mendapat sambutan baik,

seperti buku Alumni Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan 100 Perguruan Tinggi Akreditasi Unggul.

Saat ini, usahanya terus berkembang dengan hadirnya Majalah Kampus Indonesia, bersama majalah lain seperti Politik Indonesia, Ekonomi Indonesia, dan Kesehatan Indonesia.

Selain itu, BS sedang menyiapkan buku-buku seperti “100 Bupati-Walikota Indonesia,” “100 Rektor Inspirasi Indonesia,” “100 Anggota DPR-DPD RI Inspiratif,” dan lainnya.

Namun, di tengah disrupsi media, khususnya media cetak, muncul pertanyaan tentang keberlanjutan Majalah Indonesia Group (MIG) yang menggunakan platform cetak dan digital.

Sampai kapan mampu bertahan? BS sering mengingatkan bisnis penuh media hampir tidak mungkin saat ini.

Namun semangat para pejuang pers Indonesia di awal kemerdekaan yang mendeklarasikan pers perjuangan, itulah yang diperlukan saat ini

Artikel Terkait