“IPB University menjamin bahwa tidak pernah ada kejadian drop out (DO) yang disebabkan oleh masalah keuangan, karena pintu beasiswa terbuka lebar dengan prioritas utama pada mahasiswa
dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Problematika biaya kuliah kerap menghantui sejumlah anak dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Hal tersebut mengakibatkan impian berkuliah menjadi terkubur.
Pesan yang disampaikan oleh Rektor IPB tersebut merupakan jawaban dari kegelisahan soal biaya kuliah serta membangkitkan optimisme masyarakat untuk menatap masa depan pendidikan yang cerah.
Alim menyampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat berkuliah di IPB University. Tidak
perlu risau soal biaya, sebab pihaknya menyediakan banyak beasiswa yang siap menopang kebutuhan studi mahasiswa.
“IPB University memiliki prinsip kuat bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang berhenti kuliah
karena alasan biaya,” ujarnya.
Beasiswa Rp 141 Miliar
Komitmen tersebut didukung oleh data realisasi penyaluran beasiswa yang masif. Berdasarkan
data rekapitulasi beasiswa tahun 2025, total dana yang disalurkan mencapai Rp 141,72 miliar.
Mayoritas penerima manfaat beasiswa tahun 2025 merupakan mahasiswa dari golongan tidak mampu yang mencapai angka 71,74 persen.
Angka tersebut setara dengan 7.820 mahasiswa dengan total dana senilai Rp 98,69 miliar. Porsi beasiswa untuk kategori prestasi dan tidak mampu tercatat sebesar 11,47 persen (1.250 mahasiswa) dengan dana Rp 11,01 miliar.
Kemudian, untuk kategori murni prestasi sebesar 16,80 persen (1.831 mahasiswa) dengan serapan dana Rp 31,81 miliar. Sebaran penerima manfaat berdasarkan kriteria tersebut menunjukkan keberpihakan yang nyata pada golongan ekonomi lemah.
Ia menambahkan, peluang untuk memperluas beasiswa berbasis prestasi dan tidak mampu melalui peningkatan kerja sama dengan donatur non-pemerintah masih sangat terbuka.
Mahasiswa Terdampak Bencana
Tak hanya pemberian beasiswa, IPB juga memberikan afirmasi akses pendidikan tinggi bagi calon
mahasiswa dari daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami telah menyiapkan skema jalur khusus dan beasiswa untuk masyarakat terdampak bencana di
tiga wilayah tersebut,“ katanya,
Ia menambahkan, pihaknya juga mengelola deposito wakaf. Imbal hasil deposito wakaf jilid 1 dan 2
telah disalurkan.
Kompas.com














