Karier kemudian berlanjut ke sektor perbankan setelah diterima di Bank Exim. Selanjutnya berkiprah di sejumlah bank BUMN dan menempati berbagai posisi strategis, hingga menjabat direktur di PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri.
Sejak Desember 2025, menjabat Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen. Dengan pengalaman panjang di perbankan BUMN, ia diharapkan mampu memperkuat kinerja dan pengembangan Bank Mandiri Taspen.
Bank ini merupakan hasil sinergi Bank Mandiri dan PT Taspen (Persero) yang berfokus pada layanan
keuangan bagi pensiunan dan karyawan sektor publik.
Melalui berbagai produk yang disesuaikan dengan karakteristik nasabah, Bank Mandiri Taspen melayani kebutuhan finansial pensiunan PNS, TNI, dan Polri, sekaligus memperkuat ekosistem
layanan keuangan segmen pensiunan dengan tagline Tiada Kata Pensiun untuk Berkarya.
Lincah dan Adaptif
Panji Irawan melihat kelincahan dan kemampuan membaca situasi sebagai modal penting dalam perjalanan kariernya di perbankan.
Peran sebagai pengambil keputusan menuntut sikap adaptif serta kejelian memanfaatkan peluang
bagi kepentingan bank.
Di lingkungan kerja, rencana pendamping menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sumber daya manusia yang unggul perlu berorientasi ke masa depan, cepat beradaptasi, dan memiliki komitmen kerja yang kuat.
Kondisi ini relevan di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, sehingga passion dan niat dari dalam diri tetap dibutuhkan untuk menjawab tuntutan pasar.
“Hal itu membutuhkan driving force dari dalam diri. Saat ini, terdapat sejumlah jenis pekerjaan yang telah digantikan oleh digital,” katanya.
Pensiun Berkarya
Panji Irawan menyatakan, Bank Mandiri Taspen menempatkan masa pensiun sebagai fase baruuntuk tetap aktif dan produktif.
Hal ini diwujudkan melalui Pensiun Berkarya, sebuah ruang berbagi informasi dan pengalaman bagi calon pensiunan maupun pensiunan agar tetap terhubung, berdaya guna,dan memiliki aktivitas bermakna.
Pensiun Berkarya menjadi bagian dari Program 3 Pilar Mantap Indonesia yang terdiri atas Mantap Sehat, Mantap Aktif, dan Mantap Sejahtera.
Ketiga pilar ini dirancang sebagai kerangka utuh untuk menopang kehidupan purnabakti, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kesehatan dan keterlibatan sosial.
Mantap Sehat diarahkan untuk menjaga kualitas kesehatan pensiunan agar tetap optimal. Implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti senam bersama, layanan kesehatan gratis, serta seminar kesehatan sebagai wujud kepedulian berkelanjutan terhadap kebugaran fisik dan kualitas hidup.
Mantapreneur Naik Kelas
Bank Mandiri Taspen terus memperkuat peran dalam mendukung kesejahteraan purnabakti agar tetap produktif di masa pensiun.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Mantapreneur Naik Kelas yang memberikan pelatihan wirausaha secara intensif.
Program ini antara lain diselenggarakan bagi 50 wirausahawan pensiunan di Jawa Tengah dan digelar di Hotel GranDhika Semarang pada 23 sampai 25 Oktober 2025.
Peserta berasal dari berbagai sektor usaha, meliputi kerajinan tangan, mebel, batik, fesyen, hingga olahan kulit, dengan sasaran perluasan akses pasar hingga tingkat internasional.
Peserta memperoleh pelatihan langsung dari praktisi ekspor dan lembaga mitra, termasuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank. Pendampingan diarahkan agar sebagian peserta mampu melangkah ke tahap ekspor.
Fondasi Karier
Panji Irawan menyatakan fondasi kariernya berbekal dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ia masuk pada tahun 1984 sebagai lulusan SMA Negeri 70 Bulungan Jakarta Selatan melalui
program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Rata rata delapan hingga sepuluh orang di setiap kelas jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diterima di IPB tanpa perlu tes masuk.
Pada awal perkuliahan, ia mengikuti matrikulasi selama tiga bulan dan pernah ditugasi sebagai ketua komisariat tingkat dengan tanggung jawab mengatur pelaksanaan responsi dan ujian.
Pada tingkat berikutnya, memilih jurusan sosial ekonomi karena memungkinkan mempelajari pertanian sekaligus ekonomi.
“Dengan mengambil jurusan sosial ekonomi, selain dapat bekerja di berbagai sektor seperti perbankan, lulusan tetap memperoleh gelar insinyur,” katanya.
Terbiasa Multitasking
Menurut Panji Irawan, semasa kuliah di IPB terdapat dua pilihan bagi mahasiswa, menjadi kutu buku
kampus atau aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam dunia kerja, tidak hanya indeks prestasi yang dibutuhkan, tetapi juga kemampuan menjalankan beberapa tugas secara bersamaan dalam periode waktu tertentu.
Saat ia aktif di badan eksekutif mahasiswa kampus, pengalaman multitasking mulai terbentuk. Tugas sebagai bendahara untuk menggalang dana kegiatan kerap dijalani.
Meski tidak memperoleh dana dari kampus, kegiatan seperti pekan olahraga dan seni tetap terlaksana melalui dukungan sponsor.
Panji Irawan menilai ada alumnus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi, namun ketika diminta menyusun program atau kajian justru kebingungan karena tidak memahami persoalan yang perlu dituntaskan.
Bagi yang baru memasuki dunia kerja, agility atau kegesitan dan kelincahan menjadi kebutuhan penting. Ia juga berpandangan kampus yang dekat dengan dunia keuangan idealnya memiliki sarana
pembelajaran pasar modal, seperti keberadaan sekuritas dan pojok saham.
Selain itu, penguasaan teknologi digital perlu diperkuat karena kebutuhan tenaga kerja di bidang keuangan dan teknologi finansial terus meningkat.
“Sertifikasi pendukung juga akan membantu lulusan lebih mudah diterima di dunia kerja,” tambahnya.










