Mereka yang ditunjuk adalah orang -orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang investasi,demikian pula memasukan nama -nama ahli asing juga dengan perhitungan yang matang.
Danantara memiliki tugas berat yang mengoptimalkan investasi pemerintah melalui satu group BUMN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.Dampak pengumuman tersebut IHSG langsung melesat 1,65% ke level 6.200,
Pandu Syahrir sebagai Chief Information Officer (CIO) bertanggungjawab atas perencanaan strategis system atau teknologi informasi dan memastikan IT mendukung tujuan organisasi.
Danantara dibentuk untuk mengoptimalkan asset BUMN yang bernilai Rp 15.000 triliun.
Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio yang dipercaya sebagai penasehat Danantara adalah pendiri Bridgewater Associates,
salah satu hedge fund terbesar di dunia. Dalio dikenal sebagai investor makro global yang menerapkan strategi berbasis analisis ekonomi dan politik.
Tentu Pemilihan Ray Dalio sebagai Dewan Penasehat Danantara diharapkan akan memberikan arah dan strategi yang jelas bagi Danantara terutama bagi Pandu cs.
Standby Buyer
Pandu Syahrir sudah memastikan bahwa Danantara berpotensi menjadi standby buyer bagi emiten termasuk BUMN yang ingin memperkuat modal,
apalagi di tengah lesunya appetite investor belakangan ini.
Pandu melalui Danantara juga akan membantu perusahaan -perusahaan BUMN yang sudah go public yang returnnya bagus tetapi harga sahamnya menurun.
Kebijakan Danantara di pasar modal akan berdampak langsung pada performance saham BUMN,
dan juga kualitas dari perusahaan yang akan IPO karena berharap sahamnya akan diserap oleh Danantara sebagai standby buyer.
Danantara bila terbukti menjalankan kebijakan yang menstimulasi pasar modal, maka market capitalization BEI
di sisi lain hadirnya Ray Dalio akan meningkat kepercayaan investor asing terhadap BEI akan semakin meningkat.
Semoga dengan hasil RUPST seluruh emiten yang akan terselenggara sekitar April -Juni akan mengangkat kembali IHSG kembali ke level 7.000.










