Mohammad Adnan - Dosen FISIP Undip

Tak Kenal Kata Menyerah – Oleh Mohammad Adnan

Share

Saya mengenal pak Bambang Sadono yang selanjutnya saya sebut pak BS ketika saya masih mahasiswa Jurusan Sosial Politik (Sospol) Universitass Diponegoro (Undip) tahun 1980- an.

Saya mengenal sebagai salah satu tokoh pers mahasiswa yang ikut membesarkan Koran Kampus “Manunggal”. Namun, tentu saja saat itu Pak BS belum mengenal saya. Kalau saya mengatakan mengenal Pak BS, itu hanyalah klaim sepihak, karena bukan berarti Pak BS mengenal saya.

Kemudian saya mengenalnya lebih sebagai wartawan profesional di harian umum Suara Merdeka (SM). Masa Pak BS di SM adalah masa keemasan media cetak, sehingga kesuksesan di sana mengantarkan beliau menjadi orang nomor satu di PWI Jawa Tengah.

Seingat saya, pada waktu yang sama beliau juga banyak menulis di majalah Krida, media milik Korpri Jateng yang saat itu partisan untuk PNS dan dekat dengan Golkar. Mungkin justru sikap partisan itu membawa berkah, hingga akhirnya beliau menjadi ketua Partai Golkar di Jawa Tengah.

Dari perkenalan sepihak itu, saya kagum karena Pak BS mampu beralih dari dunia pers ke dunia politik, bahkan memimpin partai besar. Tanpa kemampuan dan pengakuan, tidak mudah mengikuti jejak langkah Pak BS.

Menjadi anggota DPR RI mungkin tidak terlalu sulit, tetapi menjadi ketua Golkar Jateng jelas hasil perjuangan politik yang keras dan melelahkan.

Tidak berhenti di situ, berbekal pengalaman sebagai anggota legislatif dan ketua partai, pak BS maju dalam Pilgub 2008 untuk memperebutkan posisi Gubernur Jateng. Dari pencalonan itulah, perkenalan kami

Nyalon Gubernur
Saya sangat menghargai keputusan Pak BS untuk mencalonkan diri, karena sebagai ketua partai itu merupakan marwah sekaligus menunjukkan kualitas dan kesehatan partai.

Justru jika tidak mencalonkan diri akan terasa aneh, mengingat ini adalah wilayah dan tujuan utama sebuah partai didirikan, yaitu perjuangan untuk meraih kekuasaan.

Namun, pengetahuan saya tentang pencalonan Pak BS ini hanya berasal dari media cetak dan media kampanye seperti spanduk, baliho, dan sebagainya.

Yang mengejutkan, pak BS memutuskan mengajak saya maju sebagai calon Wakil Gubernur Jateng di Pilgub 2008. Karena saya bukan orang partai, apalagi ketua, saya meminta waktu untuk berkonsultasi dengan berbagai pihak, terutama beberapa kyai.

Pak BS dengan sabar menunggu, mempersilakan, bahkan membantu mempermudah proses konsultasi tersebut. Pada masa inilah kami mulai saling mengenal.

Sebagai bakal calon pendamping, saya berusaha memahami jalan pikirannya, target yang ingin dicapai, cara mencapainya, dan mengikuti langkah politiknya. Saya kagum pada dua hal dari pak BS: kegigihan dan kesregepannya.

Saya yakin ini buah kematangannya sebagai wartawan, bukan sebagai politikus. Bagi seorang wartawan, menunda berita apalagi membiarkannya adalah bencana.

Keterbukaannya terhadap ide dan pikiran orang lain juga cerminan seorang wartawan, karena mustahil mendapatkan informasi jika tidak sabar dan terlatih mendengar.

Meski saya mulai belakangan, saya berusaha mengimbangi kesregepan pak BS yang sudah lebih dulu berkeliling hingga pelosok Jawa Tengah. Saya senang, di desa-desa yang saya kunjungi selalu ada gambar pak BS dalam berbagai bentuk.

Tentu bukan beliau sendiri yang memasang, namun ini menunjukkan jaringan partai yang digerakkan berhasil memacu semangat untuk memenangkan kompetisi politik ini.

Meskipun kami berdua gagal memenangkan Pilgub Jateng 2008, itu bukan berarti kegagalan dalam hidup. Buktinya, Pak BS tetap terpilih sebagai anggota DPD RI, bahkan saat sudah tidak menjabat sebagai ketua partai.

Hal ini menunjukkan kegigihan, keuletan, dan kesabaran dalam menjaga konstituen. Saat kampanye DPD RI, di sebuah desa saya pernah bertanya kepada seseorang,

“Siapa yang memasang gambar/stiker Pak BS calon anggota DPD?” dan dijawab, “Ketua Ranting Partai Golkar.” Satu-satunya kelemahan Pak BS saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng 2008 adalah kurangnya kesiapan dana, padahal kami menghadapi pemilih pragmatis dan loyalis dari partai lain.

***

Artikel Terkait