Selain memiliki banyak kegiatan dan kewajiban, baik yang berkaitan dengan tugasnya sebagai wakil rakyat maupun kesibukannya mengunjungi masyarakat, ditambah lagi mengurus organisasi, BS memang dikenal sebagai sosok yang tidak bisa diam.
Pak BS adalah tokoh berpenampilan sederhana, berpembawaan tenang, dan berkepribadian lembut, meskipun sebenarnya penuh energi. Dinamika hidupnya sangat tinggi, mungkin dipengaruhi oleh profesinya selama ini sebagai wartawan.
Berpindah dari satu tempat ke tempat lain dilakukannya dengan mudah. Bahkan di hari libur, ia sering tetap menjalankan tugas, sambil mengajak istri dan anaknya.
Sekali jalan, dua atau tiga tujuan tercapai: menjalankan tugas berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus jalan-jalan, menikmati suasana berbeda, dan mencoba kuliner di berbagai daerah.
Seperti kebanyakan orang, saya melihat Pak BS memiliki banyak cinta yang dijalani secara bersamaan. Setidaknya ada tiga cinta dalam hidupnya, yang hanya bisa dibedakan tapi tidak dipisahkan. Jika ditanya mana yang paling diutamakan, jawabannya ketiganya sama penting dan semuanya nomor satu.
Tiga Cinta
Pertama, cinta keluarga. Bagi Pak BS, keluarga adalah fondasi utama. Ia tampak menghayati ajaran agama bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Sebelum bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, atau negara, tentu harus bermanfaat bagi keluarga sendiri. Segala yang dilakukan ditujukan demi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga. Keharmonisan keluarga Pak BS menjadi bukti yang tak terbantahkan.
Kedua, cinta pekerjaan. Dalam menjalankan tugas atau pekerjaan, ia tidak pernah setengah hati. Pak BS piawai memainkan peran sesuai kapasitasnya. Sebagai wartawan tanpa batasan jam kerja, siang maupun malam, bahkan lembur hingga koran selesai dicetak menjadi rutinitas harian.
Dari totalitas dan ketulusannya lahir banyak hasil. Selain rajin menulis dan aktif berkomunikasi layaknya wartawan profesional, ia juga mampu menempatkan diri dalam struktur manajemen media. Secara bertahap, ia meniti karier dari posisi terendah hingga tertinggi di lembaga media yang menuntut kemampuan profesional.
Ketiga, cinta organisasi. Bagi Pak BS, teman adalah modal utama. Ia mudah bergaul, pandai menjaga hubungan, hangat dalam pertemanan, dan ringan tangan membantu sahabat. Banyaknya jabatan organisasi yang diembannya menjadi bukti luasnya jaringan pertemanan dan kecintaannya pada organisasi tempanya bergabung.
Menyapa Teman
Pak BS selalu menyapa teman-temannya, yang terkadang kurang beruntung dalam karier, baik di organisasi kemasyarakatan maupun kenegaraan, untuk menguatkan hati atau membantu mencari peluang yang ada.
Ia juga berusaha memastikan teman-temannya tetap memiliki peran dan posisi terhormat di masyarakat. Perbedaan status sosial, pilihan politik, agama, dan sebagainya tidak pernah menjadi penghalang bagi BS untuk bergaul.
Ibarat seorang pendekar, saat bangun dari tidurnya, sudah tersedia sebilah pedang tajam. Ia tak pernah berpikir siapa yang akan dikorbankan, melainkan siapa yang harus dibela. Sesuai dengan prinsipnya bahwa sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi banyak orang, perjuangan menjadi falsafah hidupnya.
“Sekali pejuang tetap pejuang” adalah semboyannya, dan “Selamat Berjuang” menjadi salam khas yang pasti pernah diterima oleh mereka yang mengenalnya. Semoga catatan singkat ini bermanfaat, khususnya bagi generasi muda penerus cita-cita bangsa.
***






