Soetjipto SH, MH (img: suaraku.net)

Ikut Menyayangkan Ketika Meninggalkan Harian Suara Merdeka — Oleh Soetjipto SH, MH

Share

Wartawan dan politisi senior Soetjipto SH, MH mengatakan kedekatannya dengan Bambang Sadono (BS) bisa dibilang cukup intens. Pernah sama-sama bekerja dalam satu atap, di Harian Suara Merdeka. Juga sama-sama alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip).

Saya mengambil gelar S1 dan S2 Jurusan Hukum Perdata,” katanya. BS, katanya, bukan sekadar sebagai wartawan biasa. Ia bisa jadi guru dan motivator. Banyak berbuat dan memberi ilmu kepada yang lebih muda. Pernah mengumpulkan beberapa junior yang kemudian disemangati dan dimotivasi supaya bisa menjadi wartawan yang berkualitas. Soetjipto menyebut kiprah BS yang juga karena kesanggupan bersaing di bidang media massa dalam gelombang persaingan yang keras.

“Saya tahu BS menerbitkan Majalah Politik, Ekonomi, Kampus dan lainnya, juga memiliki media elektronik,” katanya. Menurut Soetjipto, banyak dan sangat banyak wartawan yang bisa menulis berita untuk media milik orang lain. Jika medianya sudah tidak ada lagi, wartawannya kebingungan akan menulis untuk media mana.

BS sangat cerdas dan berani, wartawan yang mampu menerbitkan media cetak sendiri. Padahal di era sekarang ini persaingan media massa, terutama media on line,sangat dahsyat. Media cetak terdesak kuat oleh media digital. BS menerbitkan beberapa majalah yang tidak main-main.

“Nekad berani bersaing, dan bisa melawan derasnya arus persaingan itu. BS benar-benar sebagai wartawan fenomenal,” katanya.

Jeli Tangkap Fenomena

BS, bagi Soetjipto merupakan salah satu teman yang jeli menangkap dan menerjemahkan fenomena zaman, baik di bidang media massa maupun politik. Ketika ia menentukan pilihan berpolitik di jalur yang berkait erat dengan politik penguasa pada waktu pemerintahan Soeharto, ia tidak heran.

BS berkarier di Partai Golkar benar-benar serius dan konsisten, sampai menduduki jabatan tertinggi di tingkat provinsi. Berhasil juga menjadi anggota dewan di parlemen, di kursi DPR RI dan DPD RI dari Jawa Tengah. 

“Semua itu, menurut saya karena kejelian memrediksi bahwa partainya berakar kuat dan berumur panjang,” katanya.

Meskipun berbeda partai dengan Sopetjipto, BS tidak pernah mengubah keakraban berteman. Itulah salah satu kelebihan BS, tetap memelihara hubungan pertemanan. Orang lain yang melakukan seperti itu juga ada, tapi jumlahnya tidak banyak. 

Di mata Soetjipto, BS berani mengambil langkah dengan tekadnya yang besar dan menghitung tentang manfaat dan risiko itu, sehingga bisa sukses. Ia menyebutkan BS memiliki tri sukses. Dalam keluarga jelas sukses. Berhasi menjadikan putera-puterinya sebagai orang penting dan terpandang. Dalam hal pendidikan dan ekonomi putera-puterinya di atas rata-rata. Dalam organisasi profesi PWI juga sempat menduduki jabatan penting, baik di daerah maupun di tingkat pusat.

“Dalam dunia kewartawanan, secara terang benderang bisa disaksikan bagaimana sepak terjangnya meniti karier dengan lompatan-lompatan yang sulit dilakukan teman -teman seprofesi,” katanya.

Tinggalkan Suara Merdeka

Menurut Soetjipto, koran Suara Merdeka itu hanya satu. Tapi yang mengerjakan terdiri dari banyak orang. Ada wartawan, ada redakturnya, ada yang di bagian layout, percetakan, dan dan sebagainya. Semua bagian sama-sama penting. BS termasuk sebagai sosok sangat penting di antara mereka itu. Ia sempat menyayangkan ketika BS keluar dari Suara Merdeka, tapi tidak bisa berbuat banyak.

“Saya benar-benar menyayangkan BS meninggalkan Suara Merdeka, tapi tidak bisa nggondheli,” katanya.

Lagi pula langkah itu diambil pasti sudah dipikirkan secara matang. BS sudah cukup lama kerja di Suara Merdeka, sudah berhasil melampaui jenjang karier dari bawah sampai atas. Tapi, mungkin sudah melalui proses panjang pemikirannya sehingga diputuskan meninggalkan, kemudian berpindah ke media lain, yaitu Suara Karya di Jakarta. 

Dengan kepindahannya itu banyak pihak yang merasa kehilangan. Kalau saja yang meninggalkan itu bukan orang penting , rasa kehilangan mungkin tidak akan muncul.

Soetjipto juga menyebut BS adalah figur yang kuat berpegang pada prinsip. Kalau sudah punya kehendak dan hasil pemikiran, terkesan kurang bisa menerima masukan dan pengaruh dari orang lain. Justru dialah yang sering memberi masukan dan mencoba memengaruhi orang lain.

Memang wajar jika seseorang yang memiliki peluang memberi masukan atau memengaruhi orang lain untuk mengikuti kemauannya kemudian melakukan pada setiap kesempatan.

“Saya pernah mendengar dari teman-teman, secara persuasif BS mencoba mengajak supaya mengikuti jejak pilihannya dalam berpolitik. Hal yang wajar, terpulang masing-masing pribadi, ikut atau tidak,” katanya. 

 

Ditulis Oleh : Ign. Item De

Artikel Terkait