Bahasa lugas tidak bertele tele saat menyampaikan pidato dan sangat mudah dimengerti apa yang disampaikan. Sering dan pasti Pak BS sampaikan dengan menyebut nama dan memberi apresiasi pada yang disebut namanya pada peserta pertemuan.
Saya mengenal Pak BS saat mulai berdomisili di Sambong Kabupaten Blora, pada tahun 1997. dan saat 1999 saya sering bertemu dengannya saat kunjungan di rumah sesepuh Golkar almarhum Bapak Redjo Hadi Wasito. Selain tokoh Golkar juga pernah menjadi anggota DPRD Blora.
Saya ingat tiap Pak BS datang selalu pakai rompi khasnya. Setiap ke Sambong, kami selalu menyediakan dahar untuk Pak BS, berupa makanan khas desa yang sangat disukainya.
Dari Pak BS di DPRD Jawa Tengah sampai dengan Anggota DPD RI, saya selalu menjadi Tim di Blora. Saya mulai jadi kader Golkar sejak 1992 sampai dengan sekarang ini, alhamdulilah perjuangan Pak BS saat ini diteruskan oleh putrinya yaitu mbak Padmasari Mestikajati, S.IP.Msi.
Kenangan Tak Terlupakan
Ada kenangan yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang bahkan sampai nanti. Suatu saat pak BS berkunjung ke rumah. Pada malam sebelum datang, saya menerima halangan tamu tak diundang yang telah membawa uang istri saya yang akan digunakan untuk biaya Wisuda Sarjananya di UT Semarang,
harus saya bayarkan esok pagi harinya. Saya tidak bercerita kepada Pak BS tetapi saat selesai berkunjung, Pak BS menitipkan rejeki pada istri saya.
Setelah Pak BS pulang, amplop putih itu kami buka, Ya Allah rejeki yang diberikan lebih dari yang hilang semalam. Dan pada akhirnya istri saya bisa ikut wisuda S1 nya di tahun 2012.
November 2025 saya mendapat apresiasi dari Pak BS sebuah sepeda motor. Untuk kesekian kalinya bapak BS memberikan hal yang tak terduga bagi saya dan keluarga.
Saya ada motor yang saya sering pakai keseharian, namun di bulan Desember motor jenis matic yang sering saya pakai diminta anak saya untuk dipakai keseharian kerja di Surakarta.
Alhamdulilah saya masih bisa pakai kendaraan hadiah dari pak BS. Sampai saya berpikir apakah bapak BS ini “ngerti sakdurunge winarah”.






