Satu Abad Mengabdi, SMC RS Telogorejo Teguhkan Transformasi Layanan Kesehatan Berstandar Global

Share

Memasuki usia satu abad, SMC RS Telogorejo menegaskan posisinya sebagai institusi pelayanan kesehatan berbasis sosial yang mampu bertransformasi menjadi rumah sakit modern dengan standar internasional, tanpa meninggalkan akar kemanusiaannya

Berdiri pada tahun 1925 berkat semangat gotong royong masyarakat, RS Telogorejo berkembang dari klinik sederhana menjadi rumah sakit rujukan dengan layanan unggulan dan teknologi medis terkini.

Perayaan 100 tahun di Semarang menjadi momen refleksi perjalanan panjang sekaligus penanda babak baru penuh harapan.

Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, Ir. Hendro Sutantyo, menegaskan bahwa peringatan satu abad ini bukan sekadar merayakan sejarah,melainkan titik awal arah besar pengembangan Telogorejo ke depan.

“A Century of Caring and A Future of Hope bukan sekadar slogan ulang tahun SMC RS Telogorejo ke-100, melainkan cetak biru untuk membangun RS Telogorejo yang modern, berstandar internasional, namun tetap terjangkau dan berpihak pada masyarakat luas,” ujarnya.

Bertumbuh Bersama Inovasi Medis
Selama satu abad perjalanannya, SMC RS Telogorejo terus memperkuat kapasitas layanan klinisnya. Berbagai pusat unggulan kini menjadi andalan, seperti Telogorejo Heart Center, Telogorejo Neuro Center, dan Telogorejo Fertility Center.

Layanan medis kompleks telah menjadi bagian dari rutinitas, mulai dari bedah jantung terbuka, bedah saraf tingkat lanjut seperti awake brain surgery, hingga layanan fertilitas komprehensif dengan teknologi Assisted Reproductive Technology.

Layanan fertilitas yang dikembangkan sejak 1990-an kini mampu melakukan prosedur lanjutan seperti Assisted Hatching, ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection), MESA (Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration), PESA (Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration), TESA (Testicular Sperm Aspiration),

dan TESE (Testicular Sperm Extraction) untuk meningkatkan peluang kehamilan dan keberhasilan take home baby bagi pasangan yang menjalani program bayi tabung.

Tak hanya fokus pada tindakan kuratif, RS Telogorejo juga menawarkan layanan rehabilitatif dan disabilitas, seperti implan koklea untuk pasien dengan gangguan pendengaran berat serta ROMEO (Robot Rehab Medik Telogorejo) yang membantu pemulihan fungsi gerak pasca-stroke dan cedera saraf.

“Pelayanan unggulan kami dibangun bukan hanya untuk menjawab kebutuhan medis saat ini, tetapi juga untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ujar dr. Alice Sutedjo Lisa, M.K.M., Direktur Utama SMC RS Telogorejo.

Transformasi Digital untuk Layanan yang Lebih Aman dan Efisien
Untuk menjawab tantangan era digital, SMC RS Telogorejo melakukan transformasi layanan secara bertahap dan berkesinambungan.

Digitalisasi dimulai dengan peluncuran My SMC sebagai Patient Portal yang bisa diunduh di PlayStore dan App Store, memudahkan pasien mengakses layanan dengan lebih mudah dan transparan.

Langkah ini diperkuat dengan penerapan Electronic Medical Record (EMR) terintegrasi di seluruh unit layanan. Berbagai inovasi digital kini hadir dalam pengalaman pasien, mulai dari pendaftaran dan antrean online, telekonsultasi, hingga pembayaran digital.

Sistem diagnostik dan monitoring pasien juga terhubung langsung dengan EMR untuk mendukung keputusan klinis yang lebih akurat.

Demi keselamatan pasien, RS Telogorejo menerapkan teknologi barcode pada pemberian obat, transfusi darah, distribusi ASI, hingga pengambilan sampel laboratorium, memastikan identifikasi pasien yang tepat dan meminimalkan risiko kesalahan medis.

Transformasi ini mengantarkan RS Telogorejo meraih HIMSS EMRAM Level 6, yang menandakan kematangan sistem rekam medis elektronik sesuai standar internasional.

“Bagi kami, digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi wujud komitmen untuk meningkatkan mutu layanan, keselamatan pasien, dan kualitas hasil klinis,” ujar dr. Alice Sutedjo Lisa.

Empat Pilar Menuju Abad Kedua
Memasuki abad kedua, SMC RS Telogorejo menetapkan empat pilar strategis sebagai arah pengembangan jangka panjang, yaitu World Class Hospital, World Class University, Network Hospital, dan Nationwide Social Impact.

Keempat pilar ini menjadi fondasi untuk memperluas akses layanan, memperkuat pendidikan kesehatan, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan

Filosofi Sosial yang Tetap Dijaga
Meski terus berkembang dalam teknologi dan manajemen, RS Telogorejo tetap menjaga identitasnya sebagai rumah sakit berbasis yayasan sosial.

Seluruh keuntungan dialokasikan kembali untuk pengembangan fasilitas dan peningkatan layanan bagi masyarakat.

Program sosial seperti operasi gratis bagi pasien pra sejahtera, termasuk bedah jantung, katarak, hernia, dan bibir sumbing, serta layanan kesehatan untuk korban bencana dan komunitas rentan, menjadi bukti nyata komitmen tersebut.

“Kami percaya rumah sakit berbasis sosial pun mampu bersaing di tingkat internasional, asalkan dikelola secara profesional, inovatif, dan berlandaskan nilai kemanusiaan,” ujar dr. Alice Sutedjo Lisa.

Menjaga Warisan, Menyongsong Masa Depan
Seratus tahun perjalanan SMC RS Telogorejo menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke masa depan. Dengan menggabungkan inovasi medis, transformasi digital, riset, dan komitmen sosial,

Telogorejo menegaskan tekadnya untuk terus hadir sebagai mitra kesehatan masyarakat Indonesia.

“Seratus tahun ini bukan tentang melihat ke belakang, tetapi tentang bagaimana kami menyiapkan masa depan kesehatan Indonesia yang lebih adil, manusiawi, dan berkelanjutan,” tutup Ir. Hendro Sutantyo.

adv

Artikel Terkait

Scroll to Top