dr. Ratya Kirana Sadono, Sp.Rad

Mengenang Jasa Perintis Kesehatan – Oleh dr. Ratya Kirana Sadono

Share

Kalau sekarang Indonesia mempunyai fasilitas kesehatan yang canggih, sebut saja misalnya Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, siapa yang memfasilitasi berdirinya rumah sakit tersebut?

RSJPD Harapan Kita berdiri sejak 9 November 1985. Bukan sekadar fasilitas Kesehatan, melainkan simbol harapan, inovasi, dan pengabdian yang membentang lebih dari empat dekade. Banyak para perintis, baik para pakar dan dokter ahli yang memulai karya besar ini.

Kemudian ada Yayasan Harapan Kita yang diprakarsai oleh Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto, yang kemudian mewujudkan dalam bentuk rumah sakit besar, yang saat ini menjadi rujukan nasional untuk kasus penyakit jantung dan pembuluh darah.

Bahkan di bawah naungan yayasan ini pula berdiri Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, yang kemudian menjadi printis program bayi tabung dan penanganan bayi yang lahir dangan penyakit bawaan.

Ada juga Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), yang diinisiasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang prihatin karena stroke menjadi penyebab kematinan tertinggi di Indonesia. RSPON juga berkembang sampai saat ini menjadi rujukan nasional dalam penanganan stroke.

Tokoh Besar
Ternyata banyak tokoh besar yang layak dikenang jasanya dalam pembangunan fasilitas Kesehatan di Indonesia. Ada nama Ny. Hasri Ainun Habibie, istri dari Presiden ke-3 Republik Indonesia, yaitu Bacharuddin Jusuf Habibie.

Selain sebagai seorang dokter, Ainun Habibie sekaligus ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI). Salah satu jasa terbesar yang diberikannya adalah mendirikan Bank Mata Indonesia, untuk membantu para tunanetra yang kebanyakan masyarakat menengah ke bawah.

Di awal kemerdekaan, para pejuang juga sudah memulai untuk membantu masyarakat Indonesia. Ada nama Dokter Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia sekaligus alumni STOVIA, yakni sekolah kedokteran di Batavia.

Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo banyak menyebarluaskan ide-ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan Hindia Belanda.

Sebagai seorang pejuang kesehatan, Cipto Mangunkusumo juga andil dalam memberantas wabah pes di Malang tahun 1911. Atas jasa-jasanya dalam memerdekakan Indonesia, namanya diabadikan sebagai Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta pada 17 Agustus 1964.

Ada juga Dokter Wahidin Soedirohusodo, sosok yang berperan penting terkait terbentuknya organisasi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) Jakarta.

Sebagai seorang dokter, Wahidin kerap memberikan layanan pengobatan untuk rakyat tanpa dibebankan biaya. Gerrit A. Siwabessy dikenang berjasa di bidang Kesehatan, pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia selama dua periode.

Sebagai lulusan studi di bidang Radiologi dan Kedokteran Nuklir di London University, Inggris, ia kemudian mendirikan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) di Indonesia.

Sardjito dan Kariadi
Di Yogyakarta ada Prof. Dr. Sardjito, yang merupakan rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia punya jasa yang amat besar untuk di bidang kesehatan Indonesia.

Dirinya adalah orang di balik berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, juga berhasil menciptakan calcusol yang digunakan sebagai obat penghancur batu ginjal.

Saat ini nama Prof. Dr. Sardjito diabadikan sebagai nama rumah sakit umum pusatdi Yogyakarta, sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Surabaya ada nama besar Dokter Sutomo, dokter pejuang, yang namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit terbesar sebagai rujukan di provinsi Jawa Timur.

Di Semarang ada Dokter Kariadi, yang dikenal sebagai penyelamat warga ketika ada percobaan meracuni instalasi air minum dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari.

Namanya sekarang dibadikan menjadi rumah sakit terbesar, dna menjadi rujukan di Jawa Tengah. Pasti masih banyak nama yang lain, yang mempunyai andil dalam perjuangan membangun fasilitas kesehatan di Indonesia, sehingga berkembang seperti yang tercapai sampai saat ini.
***

Artikel Terkait

Scroll to Top