Jika belum, mulailah peduli dan melakukan langkah pencegahan. Catatan ini untuk menggarisbawahi mengenai pentingnya deteksi dini pada payudara, bagaimana cara melakukannya, dan langkah apa saja yang dapat membantu mendeteksi kelainan.
Kesehatan payudara adalah yang sering kali terabaikan dalam rutinitas pemeriksaan kesehatan. Banyak wanita merasa sehat dan tidak mengalami gejala apa pun, sehingga menunda pemeriksaan rutin.
Kenyataannya, kanker payudara sendiri masih menjadi ancaman sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan dan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita di seluruh dunia.
Kanker payudara bisa berkembang tanpa memandang usia dan status kesuburan. Data menunjukkan kanker payudara terdeteksi 80% pada wanita usia diatas 50 tahun.
Juga seringkali hadir tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga deteksi dini sangat penting untuk untuk mendeteksi adanya perubahan atau kelainan yang mungkin terjadi pada jaringan dan akan meningkatkan peluang kesembuhan serta kualitas hidup.
Secara umum, ada tiga langkah utama untuk memeriksa kesehatan payudara, yakni: pemeriksaan mandiri payudara (SADARI), pemeriksaan klinis oleh tenaga medis (SADANIS), dan pemeriksaan radiologi (MAMOGRAFI dan USG). SADARI adalah cara yang sederhana, gratis, dan mudah dilakukan di rumah.
Cukup memeriksa payudara anda sendiri secara rutin setiap bulan, kurang lebih 7 hari setelah menstruasi, saat payudara terasa lebih lembut, tidak bengkak dan tidak nyeri, atau kapanpun bila sudah memasuki masa menopouse.
Perhatikan apakah ada perubahan pada bentuk, ukuran, atau tekstur kulit payudara, serta apakah ada benjolan yang terasa berbeda dari sebelumnya. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua benjolan atau perubahan berarti kanker, tetapi jika menemukan perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter.
SADANIS adalah pemeriksaan klinis lanjutan yang dilakukan oleh dokter baik dokter umum maupun spesialis atau ahli kesehatan yang terlatih. Dokter akan memeriksa payudara dengan lebih teliti, menilai perubahan bentuk atau tekstur kulit, dan meraba payudara untuk mencari benjolan atau kelainan lainnya. Pemeriksaan ini dapat dilakukan berkala setiap tahun atau sesuai dengan rekomendasi medis.
Pemeriksaan Radiogi
Dua metode yang umum digunakan untuk deteksi dini atau juga disebut skrining yakni pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan Mamografi. Kedua pemeriksaan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi kanker sejak dini.
Keduanya bukan merupakan pemeriksaan yang saling menggantikan satu sama lain tapi justru saling melengkapi dengan keunggulan masing-masing fitur. Mamografi adalah pemeriksaan menggunakan Sinar-X untuk mendeteksi kelainan atau benjolan, bahkan yang terlalu kecil untuk terdeteksi dengan perabaan atau pemeriksaan fisik.
Sesuai rekomendasi pedoman skrining kanker payudara dan konsensus IWIS (Indonesia Woman Imaging Society), pemeriksaan mamografi pada wanita tanpa gejala sangat dianjurkan mulai usia 40 tahun dan dilakukan berkala setiap 2 tahun sekali.
Namun, skrining dengan mamografi dapat dilakukan mulai pada usia 30 tahun bila : 1. Memiliki riwayat mutasi genetik (BRCA) atau terdapat kelainan (sindrom) yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara;
2. Memiliki hubungan keluarga sedarah (ibu, saudara ibu, kakak, adik dan anak) dengan mutasi BRCA, riwayat keluarga sedarah dengan kanker payudara dan kanker ovarium;
3. Memiliki riwayat terapi radiasi pada dada usia antara 10- 30 tahun, harus memulai skrining 8 tahun sesudah terapi radiasi, tetapi tidak sebelum usia 25 tahun;
4. Memiliki implan payudara USG menggunakan gelombang suara dan dapat membantu membedakan antara benjolan yang padat dan yang berisi cairan (seperti kista), memperkirakan apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau berpotensi kanker.
USG juga memberikan gambaran yang lebih jelas pada= area-area yang sulit dijangkau oleh mamografi, sebagai suplementasi pemeriksaan terutama untuk wanita yang memiliki payudara padat atau bagi mereka yang berusia lebih muda.
Kanker yang terdeteksi pada tahap awal memiliki peluang lebih besar untuk sembuh. Dengan deteksi dini melalui mamografi atau USG, pengobatan dapat dimulai lebih cepat, mengurangi risiko kanker berkembang ke tahap yang lebih serius.
Dalam banyak kasus, pengobatan kanker payudara yang terdeteksi pada stadium awal lebih berhasil dan tidak membutuhkan prosedur yang lebih invasif seperti mastektomi (pengangkatan) dengan kualitas hidup yang lebih baik.***













