Adapun tiga kategori yang memenuhi syarat untuk reaktivasi adalah masyarakat tidak mampu, sedang menderita penyakit kronis, atau berada dalam kondisi darurat medis.
“Skema ini dirancang agar peserta yang benar-benar membutuhkan mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan,” kata Rizky
Sementara bagi masyarakat yang dinyatakan memiliki kemampuan finansial cukup, BPJS menyarankan untuk beralih menjadi peserta mandiri. Sedangkan pekerja dapat meminta kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) dari pemberi kerja.
Lebih lanjut, Rizky mengatakan pemerintah telah mereaktivasi 102,9 ribu peserta PBI JKN ang sebelumnya dinonaktifkan. Para peserta yang direaktivasi otomatis adalah penyandang penyakit kronis atau penyakit katastropik.
“Peserta PBI JK yang statusnya tidak aktif, terdapat beberapa opsi yang dapat ditempuh sesuai kondisi masing-masing, peserta yang memiliki kemampuan finansial lebih, dapat beralih menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa dikenal peserta mandiri dengan memilih kelas perawatan sesuai kemampuan,” kata Rizky
Rizky Anugerah memastikan BPJS Kesehatan memberikan jaminan kesehatan secara berkelanjutan sesuai undang-undang. BPJS pun mengimbau masyarakat secara aktif memastikan status kepesertaan program JKN. Kepala Humas BPJS Kesehatan tersebut menyatakan pihaknya telah menediakan sejumlah kanal informasi bagi peserta JKN.
Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, serta layanan tatap muka di kantor BPJS Kesehatan terdekat. Selain itu, bagi masyarakat peserta PBI, pengecekan status kepesertaan dapat dilakukan melalui laman https://cekbansos.kemensos.go.id.
Sumber:kompastv.com













