Berada satu area dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) Dr. Ramelan, berfokus pada pendidikan tenaga kesehatan profesional dengan keunggulan di bidang kesehatan kemaritiman dan kelautan, menawarkan program studi seperti, profesi Ners, Keperawatan, Gizi, dan Manajemen Informasi Kesehatan.
Saat ini memiliki akreditasi institusi dan program studi Unggul, dengan visi menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul berbasis IPTEK. Mempunyai lima program studi (prodi) yaitu, Prodi S1 Gizi, Prodi S1 Keperawatan, Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan /Rekam Medis, Prodi D3 Keperawatan, dan Prodi Ners.
Prodi-prodi juga telah melaksanakan proses akreditasi dengan hasil : Prodi S-1 Gizi mendapatkan akreditas Baik Sekali, Prodi S1 Keperawatan mendapatkan akreditasi Unggul, Prodi Pendidikan Profesi Ners mendapatkan akreditasi Unggul, Prodi D3 Keperawatan mendapatkan akreditasi Unggul, Prodi D-4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) mendapatkan akreditasi Baik Sekali.
Reputasi dan akreditasi yang unggul menjamin standar pendidikan yang tinggi. Selain itu, program studi yang tersedia, memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan
dan pengetahuan sesuai bidang program studinya.
Catatan prestasi, baik akademik maupun non akademi berhasil diraih, antara lain pada Uji Kompetensi Nasional Periode Juli 2024, Mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners lulus 100 %; periode Agustus 2024 mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan lulus 95 %, dan Prodi D-IV MIK Lulus 86 %, dan periode November 2024, mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Ners lulus 95,83 %.
Ada pun jumlah mahasiswa saat ini sekitar 995 orang, dengan penerimaan mahasiswa baru rata-rata 439 orang, jumlah lulusan rata-rata 196 orang, dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:11.
Kemudian di bidang non akademik, berprestasi di berbagai kejuaraan taekwondo dan pencak silat, seperti kejuaraan provinsi taekwondo Piala Wali Kota, berhasil merebut juara 2 poomsae dan juara 2 Kyorugi.
Pada kejuaraan nasional pencak silat, merebut juara 2 laga tunggal putra. Selain itu, juara 1 pada lomba cerdas cermat Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) online se-Jawa Timur, juara 1 lomba cipta cerpen nasional, dan juara 1 lomba menulis nasional.
Menjalin kerja sama internasional melalui kolaborasi akademik, riset, dan pertukaran mahasiswa/ narasumber dengan berbagai institusi global, termasuk dengan universitas di Filipina, Mindanao State University- Iligan Institute of Technology, Management & Science University Malaysia, MiriCanvas Korea Selatan, dan Wonkwang Health Science University Korea Selatan.
Fokus kerja sama pada pengembangan keahlian kesehatan kemaritiman, keperawatan, dan digitalisasi, serta memperkuat program Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional.
Lokasi kampus yang berada di Komplek RSPAL dr. Ramelan Surabaya, Jalan Gadung No.1, menjadi keunggulan STIKES Hang Tuah Surabaya dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional.
Mahasiswa juga dibekali dengan mata kuliah Kesehatan Kemaritiman dan Kelautan yang merupakan keunggulan dan kekhasan yang tidak dimiliki oleh institusi lain.
Itu menjadikan lulusanya banyak dibutuhkan di dunia kerja. Alumninya banyak bekerja di berbagai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas sebagai perawat profesional, bidan, atau tenaga kesehatan lain, dengan spesialisasi di kesehatan kelautan/ kemaritiman, mengelola data medis (MIK), serta dapat bekerja di instansi pemerintah, dengan tingkat penyerapan kerja tinggi dan waktu tunggu cepat.
Lebih dari 90 % lulusan bekerja di bidang kesehatan, sebagian besar dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah lulus.
Mereka dikenal siap kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Fasilitas dan infrastruktur yang tersedia antara lain laboratorium keperawatan, Laboratorium Terpadu, Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Center, Lab Computer Based Test (CBT), Laboratorium Rumah Sakit Pendidikan, Perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya sangat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karir mahasiswa.
Setelah 30 tahun, Stikes Hang Tuah Surabaya, melewati banyak peristiwa. Suka duka, pahit manis, silih berganti dirasakan segenap civitas akademika.
Mulai peristiwa yang menggembirakan seperti hasil akreditasi yang sesuai harapan, ataupun peristiwa yang tidak diharapkan seperti pandemi Covid-19.
Namun hal itu berhasil dilewati dan bertahan sampai saat ini. Semua peristiwa itu menunjukkan bahwa perubahan adalah sebuah kepastian.
Institusi pun siap untuk berubah, dan beradaptasi. Khususnya menghadapi era digital, secara bertahap mulai menyesuaikan diri.
Sistem informasi akademik online, pengembangan E-Rekam Medis, SICAKEP, pengembangan rumah sakit pendidikan digital, dan E-penjaminan mutu merupakan beberapa contoh langkah digitalisasi yang mulai dilakukan.
Seluruh civitas akademika pun bersama-sama menyatukan persepsi dan langkah, untuk menghadapi segala perubahan yang ada.
Mereka berkoordinasi, berkerjasama, dan bersinergi baik dari seluruh komponen. Pendanaan pembelajaran bersumber dari biaya pendidikan mahasiswa yang mencakup Dana Operasional Pendidikan, Dana Kemahasiswaan, Dana Pengembangan, dan biaya praktik klinik, dengan struktur biaya yang berbeda per semester dan program studi (D3/S1 Keperawatan, Gizi, Ners) yang dikelola yayasan.
Biaya itu bervariasi, mulai dari sekitar Rp 2.500.000 hingga Rp 6.000.000+ per semester untuk operasional dan pengembangan, dengan biaya praktik klinik juga signifikan.
Saat ini institusi melangkah bersama menuju penjaminan mutu berstandar internasional. Itu merupakan sinergi tanpa batas.
Perguruan tinggi internasional disambangi, seperti Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia di Kuala Lumpur.
Kegiatan itu menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan dan tata kelola institusi demi mencetak lulusan yang unggul dan kompetitif di kancah global.
Sukses meraih akreditasi Unggul dan Baik Sekali, menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi kesehatan.
Capaian tersebut, menjadi titik tolak baru untuk melangkah lebih jauh. Setelah menembus peringkat tiga nasional dalam kelulusan uji kompetensi, kini membidik level ASEAN dengan deretan lulusan yang siap bersaing di dunia internasional.
Target internasional tersebut, sangat beralasan. Karena kampus berada di jalur yang tepat di kancah
nasional dan regional.
Apalagi kerja sama internasional dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina sudah dijalin.
Langkah internasionalisasi itu menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas Unggul yang telah diraih. Melalui kolaborasi lintas negara, institusi ingin memperluas jejaring akademik dan riset agar mahasiswanya semakin kompetitif di kancah global.
Mereka diharapkan mampu mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara dengan menjunjung tinggi profesionalisme serta nama baik almamater.
Setinggi apapun hasil pendidikan, yang paling harusmerasakan adalah masyarakat.Jadi arah kampus jelas, mencetak alumni yang adaptif, beradab, dan berdampak.
Dengan semangat baru menuju level ASEAN, institusi terus meneguhkan diri sebagai kampus kesehatan unggulan yang melahirkan tenaga profesional, berdaya saing global, dan siap mengabdi untuk kemanusiaan.














