Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si - Rektor Universitas Sahid

Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si – Setiap Prodi Wajib Unggul Ada Giant-Lab Sahid Group

Share

Perjalanan karier akademik Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si dimulai sejak 1994 saat bergabung sebagai dosen di Universitas Sahid (Usahid) Jakarta. Menyadari pendidikan tidak boleh berhenti, ia melanjutkan studi S2 di Jurusan Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor, kampus tempat ia sebelumnya menempuh pendidikan S1, dan menyelesaikannya pada 1998.

Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua Program Studi. Seiring perkembangan institusi, ia menjabat sebagai Dekan Teknik yang kemudian berkembang menjadi Dekan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan.

Setelah dua periode sebagai Dekan, ia dipercaya menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik, lalu mengemban berbagai posisi strategis di tingkat yayasan dan pusat, termasuk Direktur Pascasarjana,Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), serta Kepala Badan Penjaminan Mutu.

Puncak kariernya terjadi ketika ia dipercaya memimpin Usahid sebagai Rektor sejak November 2024. Dalam perannya, keberlanjutan institusi dipandang harus berdasar pada kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, baik dinamika regulasi, kemajuan teknologi seperti pembelajaran daring, maupun pergeseran kebutuhan industri.

Ia mendorong penjaminan mutu yang tidak sekadar memenuhi standar, tetapi dipahami sebagaikebutuhan bersama.

Melalui kerja kolektif seluruh sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan, manajemen, hingga mahasiswa, Usahid meraih akreditasi Unggul BAN-PT berdasarkan SK Nomor 2779/SK/BAN-PT/Ak/PT/X/2025 yang dikeluarkan pada 1 Oktober 2025.

“Pencapaian ini merupakan penegasan komitmen kami dalam menjaga mutu, memperkuat tata kelola, dan mendorong inovasi berkelanjutan,” katanya.

Vital Point Ilmiah
Usahid didirikan pada 1988 oleh Prof. Sukamdani Sahid Gitosardjono dengan ciri khas kuat sebagai institusi pendidikan berbasis kepariwisataan dan kewirausahaan.

Pendirinya merupakan entrepreneur, sehingga hal tersebut menjadi vital point ilmiahnya. Konsep ini terus dijaga dan dikembangkan hingga kini.

Sejak awal, perguruan tinggi ini dirancang bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai wadah pengembangan keterampilan praktis agar lulusannya siap menghadapi dunia kerja.

Komitmen terhadap penjaminan mutu dibangun secara konsisten sejak 2010 melalui penerapan sistem ISO, dan terus diperkuat melalui proses akreditasi BANPT yang berkelanjutan.

Proses penjaminan mutu tersebut tidak pernah terlepas dari perjalanan institusi. Saat ini, Usahid tumbuh menjadi institusi dengan lima fakultas dan satu sekolah pascasarjana yang menaungi 15 program studi. Jumlah mahasiswa aktif sekitar 3.500 orang dengan daya tarik yang terus meningkat.

“Itu adalah kepercayaan masyarakat, satu korelasi langsung bahwa kita benar benar menjaga kualitas,” ujarnya.

Awal Perjuangan Baru
Giyatmi menyatakan akreditasi Unggul bukan tujuan akhir, melainkan awal perjuangan baru menuju perguruan tinggi unggul secara internasional.

Untuk itu, seluruh program studi wajib menyusun roadmap keunggulan dengan pemantauan melalui
Quality Performance Index atau QPI yang ditingkatkan secara sistematis.

Setiap prodi harus memahami standar akreditasi, menyusun langkah, dan menargetkan status unggul.

Evaluasi diposisikan bukan sebagai alat pemberhentian, melainkan instrumen perbaikan berkelanjutan. Momentum Akreditasi Unggul juga membuka peluang kerja sama baru dari dalam dan luar negeri yang sebelumnya belum terbayangkan.

“Tawaran kerja sama dari pihak luar mulai muncul, padahal sebelumnya kami belum dikenal,” ujarnya.

Target internasional
Usahid tidak hanya berambisi meraih keunggulan nasional, tetapi juga mengarahkan visi menuju capaian unggul di tingkat ASEAN hingga internasional setelah status Unggul nasional diraih.

Roadmap jangka panjang hingga 2026 kini digenjot secara optimal, seiring keberhasilan sejumlah program studi meraih akreditasi unggul yang mendorong kampus bergerak lebih cepat menuju standar global.

Sebagai langkah awal, Usahid aktif menjalin kerja sama strategis dengan institusi kampus di Jepang, Malaysia, Thailand, Korea, Timor Leste, serta menjalin kemitraan baru dengan Taiwan dan Amerika Serikat.

Hal ini bukan sekadar formalitas, tetapi realisasi konkret dari komitmen inklusivitas akademik internasional.

Kerja sama tersebut bentuknya beragam, mulai dari riset bersama yang telah berjalan selama lima
tahun dengan Sukuba University, Jepang, hingga pelatihan dosen di bidang pangan berbasis rumput laut serta penyelenggaraan program studi S3 di Jepang.

Kolaborasi dengan Thailand dan Malaysia sudah mencapai level seminar bersama dan pengabdian masyarakat bersama, serta pertukaran kuliah tamu (guest lecture).

“Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya, baik dosen, mahasiswa untuk melakukan kolaborasi di tingkat internasional,” tegasnya.

Berbasis Wirausaha dan Kepariwisataan

Usahid terus memperkuat pilar pendidikan berbasis kewirausahaan dan kepariwisataan sebagai jawaban atas tantangan zaman yang dinamis. Melalui program studi Pariwisata dan Manajemen Perhotelan, kampus tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai pelaku bisnis yang siap berinovasi.

“Kami mengadakan semacam pelatihan kewirausahaan yang diakhiri dengan penyusunan proposal bisnis, lalu diberikan hadiah sebagai modal usaha,” ujarnya.

Hasilnya nyata, mahasiswa Usahid baru baru ini meraih penghargaan Rocket Award dari Sandi Nation Akademi yang turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, dengan hadiah uang senilai 25 juta rupiah, hasil dari proses panjang berupa pelatihan, pengembangan proposal  bisnis, hingga pendampingan intensif oleh praktisi industri.

Kewirausahaan di kampus ini bukan hanya mata kuliah wajib yang harus dijalani mahasiswa tiap
semester, tetapi juga ekosistem yang tumbuh dari kolaborasi lintas sektoral.

Dosen-dosen juga terlebih dahulu mengikuti program training of trainer, sehingga mampu menyampaikan materi kewirausahaan secara efektif.

Lebih dari itu, kampus secara rutin mengundang praktisi dan pengusaha sukses untuk menjadi pengajar tamu, seperti kunjungan ke Jamu Sidomuncul oleh tim dosen dan mahasiswa, atau kehadiran langsung dari Irwan Hidayat, tokoh bisnis kelas nasional.

“Kami juga sering mengundang pengusaha-pengusaha tingkat nasional yang lain,” katanya.

Beasiswa 10 miliar
Usahid terus memperluas komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan dan inklusif melalui program beasiswa dengan total dana mencapai 10 miliar rupiah.

Program ini menjadi salah satu inisiatif terbesar di kalangan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Tujuannya membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa berpotensi yang memiliki keterbatasan ekonomi, agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Pada saat yang sama, program ini dirancang untuk mendorong dan menjaga prestasi akademik maupun nonakademik mahasiswa selama masa studi.

“Kami tahu bahwa ada banyak masyarakat yang ingin kuliah tetapi memiliki keterbatasan dana seperti itu,” ujarnya.

Beasiswa yang ditawarkan mencakup berbagai kategori, mulai dari prestasi akademik, prestasi olahraga, hingga beasiswa kewirausahaan bagi calon mahasiswa yang telah memiliki jiwa dan rintisan usaha, namun belum sempat menempuh pendidikan tinggi.

Dukungan infrastruktur
Usahid didukung infrastruktur dan fasilitas pembelajaran yang modern serta berbasis praktik. Kampus ini memiliki berbagai laboratorium yang menunjang pembelajaran secara real time, antara lain laboratorium teknologi pangan dengan peralatan pengolahan dan analisis makanan, laboratorium teknik dengan fasilitas eksperimen fisik, serta laboratorium gizi yang mendukung penelitian bidang kesehatan.

Bagi mahasiswa komunikasi dan media, Usahid menyediakan Vicom Lab sebagai ruang kreatif yang dilengkapi ruang kedap suara untuk produksi podcast dan siaran langsung.

Laboratorium akuntansi dan bidang lain juga tersedia, menunjukkan komitmen Usahid terhadap pendidikan multidisiplin.

Usahid terus menunjukkan fleksibilitas dan inovasi dalam struktur akademik dengan menyesuaikan kebutuhan pasar dan realitas kota besar.

Meski tidak lagi memiliki Fakultas Pertanian seperti pada masa awal, fokus kampus dialihkan secara strategis melalui pembentukan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan yang menjadi pusat pengembangan program studi Teknologi Pangan, Gizi, dan bidang terkait.

“Fakultas pertanian itu tidak seksi di Jakarta, jadi kami ubah menjadi Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan,” katanya.

Giant-lab
Usahid telah membentuk jaringan alumni yang kuat, tersebar di berbagai sektor strategis, terutama di bidang kepariwisataan dan kewirausahaan, sebagai bukti kualitas pendidikannya.

Banyak lulusan kini menjabat sebagai pimpinan hotel dan perusahaan pariwisata, serta menjadi mentor bagi mahasiswa yang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di unit-unit bisnis keluarga besar Sahid Group.

Kerja sama dengan alumni sering dilakukan karena mereka menjadi tempat magang atau tempat
praktik bagi mahasiswa-mahasiswa perhotelan.

Alumni juga kerap diundang kembali untuk memberi coaching kepada mahasiswa, sehingga ruang kuliah tidak hanya menjadi tempat menyerap ilmu, tetapi juga wadah transfer keahlian nyata.

Keunggulan kompetitif kampus ini terletak pada akses langsung ke Sahid Group yang dikelola putraputri pendiri, Prof. Sukamdani Sahid.

“Akses tentu saja lebih mudah baik ke hotel atau resort atau unit-unit bisnis Sahid Group yang
lain, kami menyebutnya giant-lab,” katanya.

Tonton Video Selengkapnya

Artikel Terkait