Perguruan Tinggi

224 Raih Akreditasi Unggul dari 4.417 Perguruan Tinggi

Share

Hingga 26 Desember 2025, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mencatat 224 perguruan tinggi di Indonesia telah memperoleh status Akreditasi Unggul. Yakni, sekitar 5 persen dari total 4.417 perguruan tinggi yang saat ini beroperasi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, mencakup universitas, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan akademi. Data tersebut tercantum dalam daftar resmi perguruan tinggi terakreditasi yang dipublikasikan melalui laman BAN-PT dan diperbarui secara berkala.

Akreditasi institusi perguruan tinggi merupakan instrumen penjaminan mutu nasional yang digunakan untuk menilai kinerja dan tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh.

Penilaian mencakup antara lain pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, tata kelola, serta luaran dan dampak institusional, sebagaimana diatur dalam regulasi akreditasi pendidikan tinggi.

Status tersebut ditetapkan melalui proses evaluasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan berlaku dalam periode tertentu sesuai ketentuan, serta dapat ditinjau kembali melalui
mekanisme akreditasi ulang.

BANPT merupakan lembaga independen yang dibentuk pada 1994 oleh pemerintah untuk menjalankan mandat penjaminan mutu pendidikan tinggi secara nasional.

Keberadaannya kemudian diperkuat dalam berbagai regulasi pendidikan tinggi, termasuk Undang-Undang Pendidikan Tinggi, sebagai bagian dari sistem akuntabilitas publik perguruan tinggi.

Perubahan Peringkat
Dalam perjalanannya, sistem akreditasi nasional mengalami sejumlah perubahan. Pada tahap awal, akreditasi menggunakan peringkat A, B, dan C, yang menilai mutu program studi dan institusi berdasarkan pemenuhan standar minimum.

Seiring dengan reformasi kebijakan pendidikan tinggi, sistem tersebut kemudian diperbarui menjadi peringkat Unggul, Baik Sekali, dan Baik.

Dalam kerangka kebijakan saat ini, akreditasi dibedakan secara tegas menjadi dua jenis. Pertama, Akreditasi Program Studi, yang menilai mutu penyelenggaraan pendidikan pada tingkat program atau disiplin ilmu tertentu.

Kedua, Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), yang menilai kinerja institusi secara menyeluruh, mencakup tata kelola, sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan dampak institusional.

Lonjakan Pengajuan
Proses akreditasi pada akhir 2025 berlangsung dalam dinamika yang cukup intens. Periode penutupan tahun umumnya ditandai dengan lonjakan pengajuan akreditasi dan reakreditasi dari perguruan tinggi yang masa berlaku akreditasinya mendekati batas akhir.

Kondisi tersebut berdampak pada beban kerja asesor, baik dalam tahap asesmen kecukupan maupun asesmen lapangan. BAN-PT melakukan penyesuaian jadwal dan penugasan asesor untuk menjaga agar proses penilaian tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Dari laman BAN-PT terlihat, pada 27 Desember 2025, lembaga ini telah menerbitkan 15062 surat keputusan (SK).

Sebanyak 25 SK sedang diproses, 490 dokumen proses akreditasi sedang diperiksa, 472 dokumen dalam proses asesmen kecukupan, dan 181 dalam proses asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim asesor.

Proses Akreditasi
Secara teknis, proses akreditasi institusi perguruan tinggi diawali dengan penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) oleh perguruan tinggi yang mengajukan akreditasi atau reakreditasi.

Kedua dokumen tersebut memuat gambaran komprehensif mengenai kondisi institusi, mencakup tata kelola, sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta luaran dan dampak kinerja perguruan tinggi dalam periode penilaian.

Setelah diajukan melalui sistem akreditasi BAN-PT, LED dan LKPT memasuki tahap asesmen kecukupan. Pada tahap ini, tim asesor melakukan penilaian awal terhadap kelengkapan, konsistensi, dan keterpenuhan indikator mutu yang disyaratkan dalam instrumen akreditasi.

Hasil asesmen kecukupan menjadi dasar penentuan apakah perguruan tinggi dinilai layak untuk melanjutkan ke tahap asesmen lapangan atau perlu melakukan perbaikan dokumen.

Tahap berikutnya adalah asesmen lapangan, yang dilakukan oleh tim asesor BAN-PT untuk memverifikasi kesesuaian antara data yang dilaporkan dalam LED dan LKPT dengan kondisi faktual di lapangan.

Asesmen ini mencakup klarifikasi dokumen, wawancara dengan pimpinan dan sivitas akademika, serta peninjauan langsung terhadap sarana prasarana, tata kelola, dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Dalam konteks akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia, ada istilah SAPTO dan SAPTA yang merujuk pada dua sistem layanan berbasis daring yang dikembangkan oleh BAN-PT.

Keduanya memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi, sehingga menjadi instrumen penting dalam menjaga mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

SAPTO berperan sebagai pintu masuk utama proses akreditasi, sementara SAPTA hadir sebagai mekanisme pemantauan pasca-akreditasi.

SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online) adalah platform yang digunakan untuk mengelola seluruh tahapan akreditasi perguruan tinggi dan program studi.

Melalui sistem ini, kampus dapat mengajukan akreditasi, mengunggah dokumen seperti Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT), hingga menjalani asesmen kecukupan dan asesmen lapangan.

SAPTO juga memungkinkan pemantauan status akreditasi secara transparan, sehingga memudahkan perguruan tinggi, asesor, dan sekretariat BAN-PT dalam memastikan proses berjalan sesuai standar.

Sementara itu, SAPTA (Sistem Akreditasi Pemantauan dan Evaluasi) difokuskan pada pengawasan mutu setelah akreditasi diberikan.

Sistem ini digunakan untuk memonitor kepatuhan perguruan tinggi terhadap Standar Nasional
Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), menilai konsistensi mutu, serta mencatat perubahan signifikan dalam tata kelola, sumber daya manusia, maupun jumlah mahasiswa.

Pengaruh Akreditasi
Status Akreditasi Unggul membawa implikasi langsung bagi perguruan tinggi yang memperolehnya. Dari sisi institusi, predikat ini menjadi penanda mutu resmi yang diakui negara, dan berfungsi sebagai rujukan dalam berbagai proses administratif dan kelembagaan, termasuk pengembangan program akademik, penguatan tata kelola, serta peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam praktiknya, status Unggul juga berpengaruh terhadap reputasi dan kepercayaan publik. Perguruan tinggi dengan akreditasi tertinggi umumnya memiliki posisi lebih kuat dalam menjalin kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri, karena status akreditasi institusi menjadi salah satu indikator awal yang digunakan dalam penilaian kelayakan kerja sama.

Bagi mahasiswa dan orang tua, data akreditasi institusi berfungsi sebagai referensi objektif dalam memilih perguruan tinggi.

Predikat Unggul memberikan informasi mengenai tingkat pemenuhan standar mutu institusi secara keseluruhan, melengkapi pertimbangan lain seperti program studi, lokasi, biaya, dan prospek lulusan.

224 Perguruan Tinggi Terakreditasi Unggul

1. Akademi Militer Magelang
2. IAIN Manado
3. IAIN Palangkaraya
4. Institut Agama Islam Negeri Kediri
5. Institut Agama Islam Negeri Kudus
6. Institut Agama Islam Negeri ParePare
7. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
8. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
9. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi
10. Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
11. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam
12. Institut Kesehatan Rajawali
13. Institut Keuangan-Perbankan dan Informatika Asia Perbanas
14. Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR
15. Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
16. Institut Pariwisata Trisakti
17. Institut Pemerintahan Dalam Negeri
18. Institut Pendidikan Indonesia Garut
19. Institut Pertanian Bogor
20. Institut Seni Indonesia Denpasar
21. Institut Teknologi Bandung
22. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
23. Institut Teknologi Nasional Bandung
24. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
25. Politeknik Angkatan Laut
26. Politeknik Caltex Riau
27. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
28. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
29. Politeknik Negeri Bandung
30. Politeknik Negeri Jakarta
31. Politeknik Negeri Malang
32. Politeknik Pariwisata Bali
33. Politeknik Pariwisata Lombok
34. Politeknik Pariwisata Makassar
35. Politeknik Pariwisata NHI Bandung
36. Politeknik Pelayaran Surabaya
37. Politeknik Penerbangan Surabaya
38. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
39. Politeknik Statistika STIS
40. Politeknik STTT Bandung
41. Poltekkes Kemenkes Semarang
42. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
43. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti
44. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
45. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda
46. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
47. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia
48. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
49. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
50. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
51. Universitas Ahmad Dahlan
52. Universitas Airlangga
53. Universitas Aisyiyah Yogyakarta
54. Universitas Al-azhar Indonesia
55. Universitas Alma Ata
56. Universitas Amikom Yogyakarta
57. Universitas Andalas
58. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
59. Universitas Bakrie
60. Universitas Bengkulu
61. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
62. Universitas Bina Darma
63. Universitas Bina Nusantara
64. Universitas Bina Sarana Informatika
65. Universitas Borobudur
66. Universitas Brawijaya
67. Universitas Budi Luhur
68. Universitas Bunda Mulia
69. Universitas Bung Hatta
70. Universitas Ciputra Surabaya
71. Universitas Darma Persada
72. Universitas Darussalam Gontor
73. Universitas Dian Nuswantoro
74. Universitas Diponegoro
75. Universitas Djuanda
76. Universitas Duta Bangsa Surakarta
77. Universitas Esa Unggul
78. Universitas Gadjah Mada
79. Universitas Gunadarma
80. Universitas Hang Tuah
81. Universitas Hasanuddin
82. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
83. Universitas HKBP Nommensen
84. Universitas Ibn Khaldun
85. Universitas Indonesia
86. Universitas Internasional Batam
87. Universitas Islam Ahmad Dahlan
88. Universitas Islam Bandung
89. Universitas Islam Indonesia
90. Universitas Islam Malang
91. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
92. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
93. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
94. Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
95. Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu
96. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
97. Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
98. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
99. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
100. Universitas Islam Negeri Mataram
101. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
102. Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
103. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
104. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
105. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
106. Universitas Islam Negeri Salatiga
107. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
108. Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
109. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
110. Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
111. Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
112. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
113. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
114. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
115. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
116. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
117. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
118. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
119. Universitas Islam Negeri Syekh AIi Hasan Ahmad Addary
Padangsidimpuan
120. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
121. Universitas Islam Riau
122. Universitas Islam Sultan Agung
123. Universitas Islam Sumatera Utara
124. Universitas Jambi
125. Universitas Jayabaya
126. Universitas Jember
127. Universitas Jenderal Achmad Yani
128. Universitas Jenderal Soedirman
129. Universitas Kadiri
130. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
131. Universitas Katolik Parahyangan
132. Universitas Katolik Soegijapranata
133. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
134. Universitas Komputer Indonesia
135. Universitas Kristen Duta Wacana
136. Universitas Kristen Indonesia
137. Universitas Kristen Krida Wacana
138. Universitas Kristen Maranatha
139. Universitas Kristen Petra
140. Universitas Kristen Satya Wacana
141. Universitas Lambung Mangkurat
142. Universitas Lampung
143. Universitas Mahasaraswati Denpasar
144. Universitas Malikussaleh
145. Universitas Mataram
146. Universitas Medan Area
147. Universitas Mercu Buana
148. Universitas Muhammadiyah Bengkulu
149. Universitas Muhammadiyah Jakarta
150. Universitas Muhammadiyah Jember
151. Universitas Muhammadiyah Magelang
152. Universitas Muhammadiyah Makassar
153. Universitas Muhammadiyah Malang
154. Universitas Muhammadiyah Palembang
155. Universitas Muhammadiyah Ponorogo
156. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
157. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
158. Universitas Muhammadiyah Semarang
159. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
160. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
161. Universitas Muhammadiyah Surabaya
162. Universitas Muhammadiyah Surakarta
163. Universitas Muhammadiyah Tangerang
164. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
165. Universitas Mulawarman
166. Universitas Multimedia Nusantara Jakarta
167. Universitas Muria Kudus
168. Universitas Muslim Indonesia
169. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
170. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
171. Universitas Nasional
172. Universitas Negeri Gorontalo
173. Universitas Negeri Jakarta
174. Universitas Negeri Makassar
175. Universitas Negeri Malang
176. Universitas Negeri Manado
177. Universitas Negeri Padang
178. Universitas Negeri Semarang
179. Universitas Negeri Surabaya
180. Universitas Negeri Yogyakarta
181. Universitas Nusa Cendana
182. Universitas Nusa Putra
183. Universitas Padjadjaran
184. Universitas Pakuan
185. Universitas Pancasakti Tegal
186. Universitas Pancasila
187. Universitas Pasundan
188. Universitas Pekalongan
189. Universitas Pelita Harapan
190. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
191. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
192. Universitas Pembangunan Panca Budi
193. Universitas Pendidikan Ganesha
194. Universitas Pendidikan Indonesia
195. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
196. Universitas Pendidikan Nasional
197. Universitas PGRI Semarang
198. Universitas Presiden
199. Universitas Prima Indonesia
200. Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
201. Universitas Riau
202. Universitas Sahid
203. Universitas Sains Alqur an
204. Universitas Sam Ratulangi
205. Universitas Sanata Dharma
206. Universitas Sangga Buana
207. Universitas Sebelas Maret
208. Universitas Semarang
209. Universitas Siliwangi
210. Universitas Sriwijaya
211. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
212. Universitas Sumatera Utara
213. Universitas Swadaya Gunung Djati
214. Universitas Syiah Kuala
215. Universitas Tadulako
216. Universitas Tanjungpura
217. Universitas Tarumanagara
218. Universitas Telkom
219. Universitas Trisakti
220. Universitas Trunojoyo Madura
221. Universitas Udayana
222. Universitas Wahid Hasyim
223. Universitas Warmadewa
224. Universitas Yarsi

Artikel Terkait