Pemimpin Redaksi Majalah Ekonomi Indonesia, setelah mewawancarai Komut Garuda, Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Trust Publik Tinggi Harus Dimanfaatkan

Share

Kalau ada yang bertanya, saat melakukan perjalanan udara, maskapai penerbangan mana yang paling menjamin kenyamanan dan keamanan. Jawabannya pasti Garuda.

Jawaban common sense tersebut menunjukkan bahwa modal kepercayaan pasar, terhadap perusahaan penerbangan milik pemerintah, setidaknya milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, masih cukup tinggi.

Walaupun konsekuensi, dalam soal tarif pasti angkanya relative tinggi. Tetapi itu harga yang harus dibayar, untuk sebuah kenyamanan, apalagi keamanan.

Hanya saja yang sering membuat orang bertanya tanya adalah masalah manajerial maskapai kebanggaan, sebagai flag carrier negara dan bangsa ini.

Hampir sepanjang sejarahnya, PT Garuda Indonesia selalu berada dalam berbagai sorotan, terutama dalam kinerja finansialnya. Perusahaan BUMN dengan segala fasilitas dan dukungan pemerintah, termasuk dalam permodalan, captive market, pemberian rute spesial, dan sebagainya.

Jarang terdengar Garuda membukukan keuntungan, yang selalu terdengar adalah jumlah kerugian yang terus berlanjut. **

Pertemuan dan wawancara dengan Komisaris Utama Garuda Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo, SE, MPP, CSFA, ternyata memberikan persepsi tersendiri.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), dan penerbang VIP ini memberikan optimisme tersendiri. Personanya tenang, dan mudah-mudahan bertangan dingin untuk menangani perusahaan plat merah yang sering dirundung banyak masalah ini.

Setelah cobaan yang berat di masa pandemic Covid 19, Garuda mulai bangkit. Bahkan momentumnya sangat menjanjikan saat ini.

Pertama, dorongan Presiden Prabowo yang mengatakan, kalau dalam soal bisnis tidak usah malu, BUMN untuk belajar pada swasta. Swasta cenderung lebih berpengalaman dan efisien.

Kedua, ada pergantian direksi, terutama Direktur Utama Wamil dan Tsani Panjaitan yang memiliki pengalaman luas di industri penerbangan. Pernah menjadi pilot pesawat patroli maritim Boeing 737-200 di TNI Angkatan Udara.

Juga pernah mengajar di Sekolah Penerbangan di Yogyakarta, dan pernah menjabat sebagai Director of Safety, Security, and Quality di Batik Air pada 2013. Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lion Air pada 2023.

Ketiga, bertepatan dengan pembentukan Danantara, Badan Pengelola Invstasi milik negara, yang akan siap berinvestasi untuk pembelian pesawat baru atau sewa untuk memperkuat armada Garuda.

Sisanya, kelihatannya, tinggal soal manajemen yang prima, dan pengawasan yang super ketat, dengan disiplin yang tinggi, dan strategi yang tepat, Garuda akan terbang lagi tinggi-tinggi.

Menjadi raja angkasa bukan saja di Indonesia, bisa saja di seluruh penjuru dunia. Trust sudah ada, modal besar, sayang kalau tidak dimanfaatkan.***

Artikel Terkait

Scroll to Top