Kinerja di lapangan mengantarkan promosi sebagai kepala lapangan atau production supervisor. Namun tanggung jawab tersebut tidak dapat diteruskan karena ia memperoleh beasiswa S2 dari Netherlands University Foundation for International Cooperation (Nuffic) untuk melanjutkan studi di Technische Universiteit Delft (TU Delft), Belanda, yang diselesaikan pada 2004.
Setelah menyelesaikan studi magister, ia melanjutkan pendalaman keilmuan melalui studi S3 di Technische Universiteit Eindhoven (TU Eindhoven) hingga meraih gelar Ph.D. pada 2009.
Rencana kembali ke Indonesia sempat tertunda karena menerima tawaran dari Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) di Uni Emirat Arab untuk mengerjakan berbagai proyek riset dan pengembangan selama sekitar dua tahun.
Kesempatan berikutnya datang dari Arab Saudi, yang memberikan ruang untuk berkegiatan di bidang Research and Development (R&D) sekaligus mengajar.
Selama periode itu, berbagai proyek di sektor hulu dan hilir berhasil ditangani. Di sektor hulu, penelitian berfokus pada upaya peningkatan produksi migas, termasuk enhanced oil recovery.
Sementara di sektor hilir, riset diarahkan pada pengembangan katalis untuk kebutuhan kilang. Pada 2020, di masa awal pandemi, Oki Muraza diundang ke Pertamina untuk mengikuti proses seleksi sebagai Senior Vice President Research and Technology Pertamina.
Setelah proses tersebut, ia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya di Arab Saudi dan resmi kembali bergabung dengan Pertamina pada 1 Februari 2021.
Dalam posisi ini ia mengembangkan berbagai kebutuhan strategis Pertamina Group, mulai dari peningkatan produksi di sektor hulu, optimalisasi nilai tambah di kilang, hingga perluasan porsi energi terbarukan di sektor hilir.
Pada 12 Juni 2025, mendapat amanah sebagai Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Tanggung jawab yang diemban menjadi lebih luas, antara lain memimpin penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan produksi migas, serta penguatan rantai pasok dan ketersediaan bahan bakar dalam negeri.
“Dan tentu berusaha agar porsi energi terbarukan ini semakin meningkat,” ujarnya.
Backbone Indonesia
Oki Muraza menyatakan, Pertamina merupakan salah satu backbone Indonesia, menjadi penyumbang pajak dan dividen terbesar bagi negara.
Mandat tersebut berakar dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971, yang menugaskan Pertamina mengelola sumber daya hidrokarbon di Indonesia.
Sumber daya ini menjadi bahan baku BBM dan bahan baku industri kimia di sektor hulu, sementara di sektor hilir Pertamina berkewajiban memastikan distribusi BBM ke seluruh negeri sebagai bagian dari penyediaan energi berkeadilan.
Pertamina memiliki pola distribusi BBM paling kompleks di dunia karena melayani ribuan pulau. Ia mencontohkan distribusi dari kilang Balikpapan ke Papua yang harus melalui beberapa moda transportasi seperti kapal, jalur darat, dan juga udara.
Selain itu, Pertamina berperan sebagai lokomotif pembangunan dengan lebih dari 40.000 pekerja yang menggerakkan perekonomian diberbagai wilayah operasi, baik hulu maupun hilir.
“Yang membanggakan, Pertamina masuk daftar Fortune 500 Global 2025 menempati peringkat ke-171 dalam jajaran 500 perusahaan terbesar dunia,” katanya.
Ketahanan Energi
Pertamina mendapat tugas dari pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Saat ini kapasitas terpasang kilang berada di kisaran 1,1 juta barel per hari, sementara produksi nasional dari sektor hulu sekitar 600.000 barel per hari.
Masih terdapat selisih yang membuat Indonesia perlu mengimpor bahan baku. Karena itu, disusun rencana jangka panjang agar kebutuhan kilang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Upaya dilakukan dengan mendorong peningkatan produksi migas di hulu sehingga hasilnya dapat memenuhi kapasitas kilang. Kapasitas kilang yang ada pun masih belum cukup untuk menyediakan BBM bagi 280 juta penduduk.
“Akibatnya sekitar 40 persen kebutuhan BBM masih harus dipenuhi melalui impor,” jelasnya.
Untuk menekan ketergantungan impor, berbagai strategi tengah dijalankan. Salah satunya pengembangan biofuel, termasuk biodiesel yang kini sudah mencapai campuran 40 persen.
Kajian juga dilakukan untuk mengurangi impor bensin melalui pengembangan bioetanol dan green gasoline. Bioetanol dihasilkan dari proses fermentasi, sedangkan green gasoline berasal dari proses cracking minyak nabati.
Pengoperasian kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan menambah kapasitas hingga 350.000 barel per hari, sehingga impor solar dapat dihentikan.
“Memang cukup banyak inisiatif yang ditugaskan oleh pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor,” katanya.
Jembatan Masa Depan
Untuk menuju kemandirian dalam ketahanan energi, Pertamina melakukan diversifikasi energi. Tidak hanya mengandalkan satu jenis energi, diversifikasi menjadi penting agar tersedia beberapa cabang pertumbuhan, yang disebut dual growth.
Dari sisi hidrokarbon, kapasitas terus ditingkatkan, sementara dari sisi energi terbarukan, upaya menaikkan kapasitas juga dilakukan. Tujuannya agar energi yang diberikan kepada masyarakat tetap terjangkau atau affordable.
Oki Muraza menjelaskan, ada empat jembatan yang harus dibangun untuk menuju masa depan. Pertama, regulatory framework, yaitu peraturan dan kebijakan yang penting untuk mempercepat perubahan.
Kedua, infrastruktur, yang menjadi fondasi bagi pembangunan energi. Ketiga, modal atau capital expenditure, yang diperlukan untuk membiayai proyek. Keempat, teknologi, yang menjadi kunci untuk memaksimalkan efisiensi dan inovasi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi energi sangat bergantung pada seberapa cepat keempat jembatan ini dapat dibangun dan dijalankan secara sinergis.
“Kecepatan menuju masa depan sangat bergantung pada seberapa cepat keempat jembatan ini dibangun,” ujarnya.
Inovasi Teknologi
Oki Muraza mengatakan, inovasi teknologi menjadi kunci kemajuan. Teknologi memungkinkan suatu negara menjadi maju dan kompetitif meskipun sumber daya alamnya terbatas.
Misalnya, negara negara maju seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang mampu menciptakan beragam produk berkat kemampuanteknologinya. Oleh karena itu, pengembangan teknologi di Indonesia perlu terus diperkuat.
Pertamina terus mengembangkan kapasitas teknologi, baik secara internal maupun melalui kerja sama eksternal. Saat ini, Pertaminabekerja sama dengan berbagai pihak, untuk riset dan inovasi teknologi.
Teknologi berperan sebagai enabler dalam mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tinggi dan strategis bagi Indonesia. Contohnya, gas alam yang awalnya dijual sebagai komoditas dapat diolah menjadi gas sintetis, metanol, dan bahan kimia lain dengan nilai jauh lebih tinggi dibanding bahan bakunya.
Peran teknologi juga sangat strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 10 juta warga Indonesia yang tidak sedang menempuh pendidikan, pelatihan, maupun bekerja.
Bersama Danantara Orkestra Terstruktur
Dari segi manajerial, Pertamina telah bergabung dengan Danantara. Menurut Oki Muraza, setiap negara cenderung memiliki orkestra yang terstruktur dalam mengelola ekosistem bisnis dan investasi nasional.
Sovereign wealth fund seperti Danantara sangat dibutuhkan untuk memberikan naungan bagi ekosistem investasi yang baik. Hal ini sangat positif karena salah satu dari empat jembatan menuju masa depan energi adalah modal atau capital expenditure, yang sangat penting untuk membiayai proyek-proyek strategis. Modal ini bisa berasal dari dalam maupun luar negeri.
“Danantara menyediakan pool of funding untuk investasi, yang memudahkan pendanaan proyek nasional,” katanya.
Danantara juga memperkuat mekanisme kontrol, memastikan setiap investasi memberikan return dan multiplier effect bagi bangsa. Inisiatif seperti ini sangat positif bagi pengembangan ekonomi dan energi nasional.
Kebijakan pemerintah yang langsung berhubungan dengan bisnis Pertamina menunjukkan bahwa industri energi adalah industri yang sangat diatur (highly regulated) karena menjadi tulang punggung ketahanan nasional.
Energi merupakan salah satu pilar ketahanan nasional, bersama ketahanan pangan dan pertahanan keamanan, sehingga pengelolaan yang baik menjadi sangat strategis bagi Indonesia.
Kawah Candradimuka
Dalam menjalani karier, Oki Muraza membagikan kiat penting. Yang paling mendasar adalah kemampuan teknis. Sebagai sarjana Teknik Kimia, ia dibekali mata kuliah evaluasi ekonomi pabrik, termasuk cara membangun pabrik dengan rate of return, payback period, net present value, dan sejenisnya.
Seiring perjalanan karier, pembelajaran tidak boleh berhenti. Misalnya, ia juga mempelajari mitigasi risiko, manajemen risiko, hingga strategi akuisisi dan berbagai lompatan bisnis lainnya.
Selain kemampuan teknis, soft skill sama pentingnya. Menurutnya, soft skill terbesar adalah integritas. Integritas berarti menjadi pribadi yang dapat diandalkan, memiliki etos kerja tinggi, selalu memberikan yang terbaik, serta menjaga diri dari fraud, konflik kepentingan, dan perilaku tidak etis lainnya.
Sebagai alumni ITB, Oki Muraza mengenang kampusnya sebagai kawah candra dimuka, tempat bertemu putra-putri Indonesia terbaik dan mempelajari hal hal fundamental, terutama dua kemampuan yang selalu dibawa ke mana pun: analytical thinking dan critical thinking.
Analytical thinking adalah kemampuan menganalisis, menghitung, dan memperhitungkan sesuatu, sedangkan critical thinking adalah kemampuan menilai dan menantang ide untuk memastikan proyek logis, realistis, dan dapat dijalankan.
“Selain itu, beban akademik yang berat juga membentuk stamina dan ketahanan mental yang dibutuhkan di dunia profesional,” tambahnya.











