Sangat menghayati posisi BUMN, sebagai tangan negara untuk mengelola potensi dan set agar bisa membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Maka bagi mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam ini agak heran ketika sumberdaya alam di bidang tambang ini tidak diposisikan secara signifikan sebagai sumber pendapatan negara.
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Maryland, dan Williams College, menggagas sudah waktunya potensi tambangan ini menjadi penghasil pendapatan utama bagi negara.
“Tidak ada yang sulit, tinggal ngambil saja. Dan aneh kalau kekayaan negara yang berupa bahan tambang ini, justru bagian untuk negara lebih sedikit, yang kaya pihak lain,” katanya ketika diwawancara langsung oleh pemimpin redaksi majalah Ekonomi Indonesia, Bambang Sadono (BS).
Fuad juga menegaskan pentingnya menghayati kembali Pasal 33 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia 1945,
bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Negara dan rakyat harus didahulukan,” tambahnya.
Jadikan Ladang Amal
Komitmen yang hampir sama juga dikemukakan oleh alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yang lain, Prof. Dr. Mardiasmo, Akt, MBA.
Pengalamannya yang panjang dan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Pusat (BPKP,
Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat Daerah, cukup memadai untuk menjalani tugasnya sebagai Komisaris Independen di PT Taspen (Persero).
Menyadari bahwa tanggungjawab yang diemban oleh BUMN yang melayani para pensiunan aparat sipil Negara (ASN) dan mantan pejabat negara lain, terutama yang menyangkut dana yang dikelola, memang cukup besar.
Dana sekitar Rp 400 triliun yang harus dikelola harus dijaga dengan sangat prudent. Terutama dalam menjaga skema investasinya.
Menjaga pelayanan, dan terus mencoba mencari skema agar para pensiunan mendapat manfaat terbaik dan maksimal dianggap sebgai tugas mulia.
Para pensiunan sudah terbukti tuntas pengabdian dan pelayanannya terhadap negara. Atas kerja dan jasa merekalah negara dan pemerintahan bisa terus berlangsung melayani kebutuhan rakyat dengan baik.
“Kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, ini bis amenjadi ladangamal,” katanya ketika ditemui BS di kantor pusat PT Taspen, bertepatan dengan perayaan ulang tahunnya ke 62, April 2025.
***










